Wajah Sendu Miftahul Jannah, Gadis yang Diperkosa dan Dibunuh Paman, Ternyata Anak Yatim

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Kematian Miftahul Jannah, gadis 15 tahun yang diperkosa dan dibunuh pamannya sendiri di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, menyisakan duka lara mendalam bagi orang-orang yang menyayanginya.

Salah satunya adalah Lena Sari Laila (14).

Hingga Mifta–sapaan akrab Miftahul Jannah–dimakamkan, Lena masih terngiang-ngiang saat-saat terakhir kebersamaannya dengan sahabat sejatinya itu.

“Kami dari pagi sampai jam setengah 4 sore sama-sama. Ya, belajar daring ngerjain tugas karena mau mid semester, terus selesai itu sempat main tiktok,” ungkapnya di rumah duka di Jalan Tanjung Selamat Gang Karo-Karo, Desa Tanjung Selamat, Deliserdang, Jumat (16/10/2020)

Lena bilang, dirinya menemani Mifta karena tidak ada teman di rumah, lantaran saat itu ibunya sedang pergi bekerja.

“Ayahnya sudah gak ada, sudah meninggal. Kasihan dia enggak ada kawannya,” katanya.

Lena sendiri tidak merasakan firasat buruk apapun sebelum akhirnya ia pulang ke rumah.

“Saya merasa enggak ada masalah, di situ kami masih bercanda dan ketawa-ketawa bareng. Dia juga bilang enggak ada masalah,” ujarnya.

Dalam koleksi fotonya yang diunggah di Facebook, Mifta terlihat beberapa kali mengenakan jilbab.

Wajahnya terlihat sendu meski ia berusaha tersenyum ke arah kamera.

Diberitakan sebelumnya, Miftahul Jannah diperkosa dan dibunuh oleh pamannya sendiri, Supriono (43 tahun), pada Rabu 14 Oktober 2020 sekitar pukul 04.00 WIB.

Awalnya, paman biadabnya itu datang ke rumah Erlina (41) yang merupakan ibu kandung Mifta untuk meminjam uang. Erlina kemudian memberikan uang Rp200 ribu kepada Supriono.

Keesokan harinya, Erlina berangkat kerja dan meninggalkan Mifta seorang diri di rumah.

“Saat itulah tersangka kembali mendatangi rumah kakaknya dan bertemu korban,” Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko

Supriono memaksa Mifta menunjukkan tempat ibunya menyimpan uang, namun gadis kelas I SMK itu tidak mau memberi tahu.

Karena tak mau memberi tahu, paman biadabnya itu lantas membekap mulutnya hingga pingsan.

Setelah pingsan, Mifta kemudian diikat dan mulutnya dibekap dengan tali. Lalu, di situlah Supriono memperkosa keponakannya itu sampai puas.

Saat terbangun, Mifta mencoba berteriak, namun kembali dia dibekap. Kali ini menggunakan bantal dan guling.

Tak cukup sampai di situ, Mifta dicekik sampai meninggal dunia.

Setelah membunuh keponakannya, Supriono lantas mengambil barang-barang milik Mifta berupa sebuah laptop dan tiga ponsel.

Laptop dan ponsel curiannya itu kemudian ia jual kepada dua orang penadah yang kemudian ikut ditangkap polisi.

Pukul 9 malam, ibunda Mifta pulang ke rumah, dan mendapati putrinya telah tak bernyawa, dengan kondisi tangan terikat dan celana terbalik.

Sang ibu kemudian segera melapor ke polisi. Dua jam kemudian, Supriono ditangkap dari tempat persembunyiannya di sebuah rumah kosong yang berada di Pasar III, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Saat diamankan, Supriono berteriak bahwa dia telah membunuh orang. Warga sekitar yang jengkel langsung memukulinya sampai babak belur.

“Karena perbuatannya tersangka dipersangkakan dengan Pasal 339 Subs 338 Subs 365 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” tukas Riko.

Sumber: indozone.id


Tags:

Leave a Reply