Terungkap Alasan Awal Mula Pelaku Keroyok Audrey, Bukan Soal Asmara, Ini Video Pengakuannya

Masih soal pengeroyokan Audrey (14). Seperti diberitakan sebelumnya Siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, dianiaya 12 Siswi SMA hingga merusak kelaminnya.

Kini kasus tersebut tengah ditangani polisi. Terbaru, terungkap alasan Siswi SMA mengeroyok Audrey.

Tujuh pelaku pengeroyokan Audrey (14), siswi SMP di Pontianak Kalimantan Barat buka suara terkait kasus pengeroyokan yang dilakukannya.

Menggunakan penutup wajah, ketujuh pelaku didampingi oleh pihak kepolisian menjelaskan kronologi dan kasus pengeroyokan yang terjadi.

Diketahui sebelumnya, Audrey dikeroyok oleh beberapa pelajar SMA di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya, Pontianak, Jumat (29/3/2019).

Dari ketujuh pelaku yang dimintai keterangan, ada satu pelaku yang diduga adalah sosok yang bermasalah dengan Audrey.

Dikutip TribunWow.com dari akun Facebook Tribun Pontianak, Rabu (10/3/2019), satu orang pelaku menjelaskan bahwa masalah yang dialami olehnya bukan masalah asmara seperti yang banyak diberitakan.

“Di sini masalah saya dengan Audrey menyangkut masalah almarhum bapak saya, sebelumnya memang saya dengan Audrey adalah teman satu kumpulan, teman main sama-sama,” jelas pelaku tersebut.

Dijelaskan oleh pelaku, Audrey diduga pernah mencampuri urusan pribadi keluarganya.

“Terus di sini yang membuat saya sakit hati dengan Audrey adalah dia mengikutcampurkan urusan pribadi saya ini,” katanya.

“Terus saya merasa terancam di DM (Instagram), di WA dan segala yang terkait dengan saya, saya diancam,” ungkap pelaku di balik masker yang menutup wajahnya.

Berdasarkan penuturannya pula, pelaku mengaku tidak akan melakukan pengeroyokan jika Audrey tidak bertindak seperti yang tadi diceritakan.

“Di sini saya juga meyakini kalau Audrey tidak membuat omongan seperti ini atau mencampuri urusan saya, saya tidak akan pernah melakukan hal ini,” jelasnya.

“Saya juga kesal dengan perilaku saya, sampai saya juga tidak bisa mengendalikan emosi saya,” tambahnya.

Setelah menjelaskan awal kronologi permasalahannya dengan Audrey, dirinya menegaskan bahwa masalah yang menyebabkan pengeroyokan bukan karena asmara seperti yang sebelumnya diberitakan.

“Saya juga masalah saya dengan Audrey juga bukan masalah cowok atau asmara,” tegas pelajar SMA tersebut.

Pelaku menuturkan, saat di tempat kejadian perkara, dirinya mengaku datang terlambat.

“Saya juga pas di tempat kejadian saya datangnya telat,” katanya.

Dikatakan oleh pelaku, dirinya sudah sejak lama menyimpan rasa sakit hati terhadap korban Audrey.

“Emang ini masalahnya udah lama tetapi saya memang sakit hatinya masih terasa, sampai almarhum (Ayah) masih ada pun juga bapak saya juga pernah bilang ‘sudah diamkan saja’,” cerita pelaku.

“Tapi sebagai anak ya pasti ya di mana pun namanya orang tua pasti tetap menjaga, tapi sebagai anak (saya) juga sakit hati terhadap omongan Audrey ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, pelaku yang masih di bawah umur tersebut mengungkapkan bahwa awal rasa sakit hatinya terjadi karena ucapan dari korban.

“Yang saya ingat dia ikut mencampuri urusan utang piutang kami, mamak saya dibilang memang suka pinjam uang,” terangnya.

Terkait aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa orang, diakui oleh pelaku, Audrey ternyata juga diduga mempunyai masalah dengan teman pelaku yang lain.

“Karena emang Audrey emang punya masalah pada teman saya, iya cuma saya yang kenal Audrey, tetapi dia kenal teman saya bernama C,” ungkap pelaku.

Dalam keterangannya, ia juga menjelaskan bahwa dalam pertemannya dengan pelaku lain tidak ada kelompok atau geng.

“Enggak sama sekali saya punya geng, dan kita memang sudah kenal sejak SMP,” tegasnya.

Melalui keterangannya, dirinya sempat membeberkan awal perkenalannya dengan korban Audrey.

“Awalnya saya mempunyai teman dan teman saya itu kenal kakak sepupu Audrey, dan sampai saya dikenalkannya ke Audrey,” pungkas pelaku.

Sumber: tribunnews.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments