Siswa Bakal Kembali Belajar Di Sekolah, Ini Skenario Versi Disdik Klaten

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Dinas Pendidikan atau Disdik Klaten menyiapkan skenario siswa kembali belajar di sekolah.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan menaati protokol pencegahan persebaran Covid-19 dimungkinan berlaku ketika memasuki tahun ajaran 2020/2021.

Skenario belajar di sekolah itu dipersiapkan Disdik untuk kegiatan pembelajaran dari tingkat PAUD hingga SMP. Sebab, kewenangan SMA/SMK berada di pemerintah provinsi.

“Kemungkinan besar [siswa belajar kembali di sekolah] kami manut dari Kemendikbud. Itu perkiraan pada Juli [tahun ajaran baru 2020/2021]. Juni ini kami pakai untuk persiapan-persiapan,” kata Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto, saat ditemui Solopos.com di Setda Klaten, Selasa (26/5/2020).

Persiapan yang dilakukan seperti pelatihan ketaatan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pelatihan kali pertama diberikan kepada para guru dan karyawan sekolah.

“Setelah pelatihan bagi guru dan karyawan bagus, kemudian kami pelatihan dengan anak-anak pada hari pertama masuk. Namun, sebelum itu ada pertemuan dengan orang tua terlebih dahulu,” jelas dia.

Pelatihan kepada guru, karyawan, hingga pertemuan dengan orang tua wajib dilakukan untuk memastikan seluruh protokoler kesehatan dipenuhi.

“Pilarnya kan ada dua yakni guru dan orang tua. Orang tua mempersiapkan anak mengenakan masker, jaga jarak, memberikan multivitamin dan sebagainya. Sementara sekolah tanggung jawabnya bagaimana pembelajaran dengan social distancing dan mengenakan masker,” tutur dia.

Skenario Disdik Klaten juga disiapkan selama proses pembelajaran.

Wardani mengatakan protokol kesehatan wajib ditaati secara ketat. Ketaatan itu diantaranya memberlakukan social distancing seperti satu meja satu siswa dengan satu ruang kelas maksimal berisi 15 siswa.

Kelas Pakai Sistem Sif
Seluruh siswa dan guru wajib mengenakan masker. Jika diperlukan, siswa dan guru mengenakan alat pelindung wajah atau face shield.

Selain menyiapkan skenario kegiatan belajar sekolah dengan pemberlakuan protokol Covid-19 secara ketat, Disdik berencana melakukan review bahan ajar.

Rencananya, siswa tidak saban hari masuk sekolah ketika belajar di sekolah kembali bergulir.

“Kalau bahan ajar seperti kemarin kan tatap muka berapa jam tidak bisa. Jadi nanti mana kompetensi esensial yang perlu tatap muka. Kemudian mana kompetensi yang cukup penugasan. Kan sehari masuk sehari tidak. Jadi sistemnya sif,” kata dia.

Wardani menjelaskan rencananya kegiatan tatap muka hanya separuh dari kegiatan pembelajaran tatap muka sebelum ada pandemi Covid-19.

Kegiatan pembelajaran tatap muka dalam sepekan bakal menjadi 18 jam dari selama ini rata-rata 36 jam dalam sepekan.

Wardani menegaskan skenario itu wajib disiapkan Disdik Klaten dan dipenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah digulirkan kembali agar tidak ada penularan Covid-19 di sekolah.

“Persiapan harus 100 persen. Jangan sampai muncul klaster baru lagi terutama di dunia pendidikan,” ungkap dia.

Disinggung hingga kapan kegiatan belajar di rumah yang sudah bergulir 16 Maret lalu, Wardani mengatakan menunggu instruksi dari Mendikbud.

Namun, kegiatan belajar di rumah dimungkinkan berjalan hingga akhir tahun ajaran 2019/2020. Soal ujian akhir semester, Wardani mengatakan tetap digelar.

“Yang SMP nanti ada ulangan akhir semester. Tes akhir semester nanti diselenggarakan sekolah masing-masing secara daring. Saya merekomendasikan menggunakan google form,’ kata Wardani.

Sumber: solopos.com


Leave a Reply