Sisi Gelap 'Ayam Kampus', Dibayar Rp 1 Juta Hingga Dollar Untuk Jajan

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Hidup adalah pilihan. Hal itulah yang menjadi prinsip para mahasiswi, yang terjerumus menjalani profesi kelam sebagai ‘ayam kampus’. Julukan itu diberikan kepada para mahasiswi yang menjadi pekerja seks komersial.

Tak bisa dipungkiri, gaya hidup kadang mendorong seseorang untuk berbuat lebih di luar batas. Seperti yang diungkapkan Melati (bukan nama sebenarnya), yang rela menjadi ayam kampus untuk memenuhi uang jajan dan gaya hidupnya.

Yup, bukan alasan ekonomi untuk bantu keluarga yang mengharuskan Melati menjadi pekerja seks komersial ketika mahasiswi. Tapi, Melati menggunakan penghasilan ‘gelapnya’ itu untuk jajan. Dia membeli barang-barang bermerek, gadget, hingga kongkow bareng teman

pekerja seks komersial, ayam kampus, hiv aids,
ILUSTRASI. Mahasiswi rela menjadi ayam kampus guna memenuhi hasrat belanjanya. (CNBC Catalyst)

Ditemui JawaPos.com beberapa waktu lalu, pertama kali melakoni ‘ayam kampus’ ketika usia menginjak 20-an. Seingetnya, ia sudah melayani belasan laki-laki saat menjalani profesi ‘ayam kampus’.

“Saya pikir awalnya asyik juga hanya begitu tapi bisa dapat uang cepat. Kalau ditanya jumlah prianya, saya enggak pernah hitung. Sepertinya belasan, karena saya enggak selalu tiap bulan sih. Paling kalau lagi butuh uang jajan saja,” kata Melati kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Dirinya bahkan pernah jatuh cinta kepada pelanggannya. Dia juga pernah dibayar tinggi dengan menggunakan mata uang Dolar karena mendapatkan pelanggan orang asing.

“Orang asing itu baik banget. Saya dikasih Rp 6,5 juta tiap melayani. Padahal rata-rata saya patok Rp 1 juta untuk yang lain,” ungkapnya.

Cerita yang sama diungkapkan oleh Mawar, bukan nama sebenarnya. Alumni mahasiswi kampus swasta itu juga sempat menjalani profesi gelap sebagai ayam kampus. Mawar menjalaninya karena dulu pernah diperkosa oleh tukang ojek langganannya saat SMA.

“Dulu masa lalu saya sudah hancur karena tukang ojek. Lalu ada teman yang mengajak di kafe dan diskotik, saya bersedia saja sudah kepalang basah. Buat uang jajan sih, bukan buat uang kuliah,” jelas Mawar.

Dia pun sempat menjadi ‘simpanan’ om-om selama 2 tahun. Namun setelah itu, dia melanjutkan profesi sebagai ayam kampus. Setiap kali melayani pelanggan saat itu, Mawar mematok harga Rp 1,5 juta.

“Saya sekarang sudah tidak lagi menjalani profesi itu. Sudah mau jadi orang yang lebih baik. Saya sudah menikah saat ini,” ungkap Mawar.

Ditemui di tempat berbeda, Pegiat HIV AIDS dari Yayasan Kaki Denies Eka Saputra mengatakan prihatin karena masih ada anak muda yang terjerumus menjadi ‘ayam kampus’ karena pilihan hidup. Namun banyak juga yang terjerumus karena ulah predator.

Berdasarkan Yayasan Kaki, sebanyak 4 dari 10 perempuan memilih profesi sebagai ‘Ayam Kampus’ dan justru paling banyak saat ini memilih sebagai ‘simpanan’ para sopir angkot, yaitu 6 dari 10 perempuan.

Gaya hidup bisa menjerumuskan seseorang jika memang sudah gelap mata. Sehingga profesi ‘Ayam Kampus’, kata dia, menjadi salah satu target sasaran edukasi untuk mencegah penularan HIV AIDS.

“Sisi gelap itu memang ada dan dekat di sekitar kita. Tak bisa menutup mata bahwa gaya hidup bisa membuat para mahasiswi ini gelap mata. Kami selalu berikan edukasi agar memperhatikan sisi kesehatan. Mereka juga terus didorong untuk berani ikut tes HIV AIDS,” jelas Denies.

(ika/JPC)


Leave a Reply