Runutan Cerita Warteg Simprug Tak Terbakar hingga Penuh Coretan Protes

 

Jakarta – Sebuah ‘warteg' yang berada di Jl Simprug Golf II, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, selamat dari lalapan api ketika ratusan rumah lainnya terbakar. Namun, kini banyak warga yang menumpahkan kekesalannya terhadap warteg itu lewat coretan.

Sebagaimana diketahui, kebakaran itu terjadi pada Minggu (21/8) pukul 10.48 WIB. Lokasi kebakaran berada di dekat Senayan City. Sebanyak 21 unit atau 92 personel damkar dikerahkan untuk memadamkan api.

Kebakaran itu berdampak pada 120 kartu keluarga (KK). Satu orang tewas bernama Nanang (48). Dia meninggal diduga karena syok dan kelelahan.

Narasi Tak Terbakar karena Sedekah

Sebuah video soal warteg tak terbakar, padahal bangunan lain terbakar, viral di media sosial. Bangunan warteg, khususnya bagian depan, masih utuh. Sedangkan bangunan di samping kiri dan kanan sudah berupa puing-puing.

Dalam video yang beredar tersebut, seseorang merekam kondisi pascakebakaran pada Minggu (21/8/2022). Narasi dalam video menyebut warteg itu adalah warteg ‘Barokah' karena sering memberikan makanan gratis setiap Jumat.

Pada bagian dalam warteg ‘Barokah', hanya sebagian kecil yang terdampak. Ada sebagian tembok yang gosong bekas terbakar.

Penjelasan Penjaga Warteg

Penjaga warteg tersebut, Saeni membenarkan soal kegiatan membagikan makanan tiap Jumat. Pada hari itu, pemilik warteg membagikan makanan kepada anak yatim dan jemaah masjid di Pamulang, Tangerang Selatan.

“Jadi saya sedekahnya buat anak yatim doang. Sama jemaah masjid di Pamulang,” katanya saat ditemui di warteg, Selasa (23/8/2022).

Penyebab Warteg ‘Barokah' Tak Terbakar

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Jakarta Selatan (Jaksel) menjelaskan faktor warteg tersebut tak terbakar.

“Karena terkompartemenisasi, jadi terlindungi dari potensi rambatan api. Coba lihat bangunan yang melindungi warteg itu, bagaimana konstruksi bangunannya,” kata perwira piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Deni Andreas saat dihubungi seperti dilansir Antara, Rabu (24/8/2022).

Deni menjelaskan ilmu kompartemenisasi kebakaran merupakan batas atau pemisahan bangunan berdasarkan tingkat ketahanan terhadap api pada bangunan. Bahan bangunan Warung Brebes Pesona Dua Putri itu terbuat dari bata ringan atau hebel. Semua sisi rumah pun sifatnya menahan api.

Deni mengatakan faktor-faktor itulah yang menjadi penyebab bangunan terlindung meski hunian di sekelilingnya dilalap api. Sementara itu, kondisi bangunan di samping warteg disebut rawan dan mudah terbakar.

Menurut Deni, ilmu kompartemenisasi penting bagi orang atau tukang yang membangun rumah, sehingga rumah lebih aman dari api kebakaran yang merambat.

“Jadi kalau mau dibangun lagi satu kampung supaya aman dari kebakaran besar, pastikan kompartemenisasinya itu. Semakin banyak, semakin bagus bangunannya,” tuturnya.

Warteg ‘Barokah' Penuh Coretan

Warteg ‘Barokah' kini menjadi sasaran vandalisme. Pelbagai coretan bernada protes terlihat memenuhi tembok dan dinding warteg.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (27/8/2022), pukul 09.40 WIB, terlihat belasan coretan yang memenuhi dinding warteg tersebut. Salah satunya kritik terhadap pemilik warteg dan selebritis yang membuat konten media sosial.

Di antaranya tulisan ‘Konten terus bosque bantu mah enggak', ‘Bagi duit yg dari Baim', dan ‘Gausah bantu warga, yang penting listrik NYALA!'.

Sementara itu, di lokasi kebakaran ini sedang dilakukan kerja bakti untuk membereskan puing-puing sisa kebakaran. Tampak warga bersama sejumlah relawan hadir untuk melakukan gotong-royong.

Untuk diketahui, pemilik warteg ‘Barokah' sempat membuat konten bersama Baim Wong beberapa hari yang lalu. Dalam video tersebut, pemilik warteg itu meminta bantuan agar listrik yang ada di lokasi tersebut dapat kembali dialirkan.

“Minta dibantu biar listriknya cepet nyala,” kata pemilik warteg, seperti yang dilihat detikcom di akun Tiktok @Donnyrapu, Sabtu (27/8/2022).

“Oh biar daerah sini?” tanya Baim.

“Iya, termasuk aku, biar usaha lagi sih,” jawab dia.

Alasan Warga Bikin Coretan di Warteg ‘Barokah'

Penyebab vandalisme ini adalah warga kesal usai viral konten yang menyebut pemilik sering bersedekah.

“Ya karena kesal gitu, namanya melampiaskan kekesalannya gitu, daripada dipendam,” ungkap Ketua RW 08 Bambang di Jl Simprug Golf II, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kepada wartawan, Sabtu (27/8/2022).

Sementara itu, salah satu warga, Endang, juga menyebut warga sekitar melarang pembuatan konten warteg tersebut karena mereka merasa apa yang diberitakan soal warteg itu tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kemarin ada artis katanya datang mau bikin konten, dimarahin kakak saya, orang nggak (sedekah) kenyataannya, ngapain bikin konten, itu yang kita iniin (marah),” kata Endang.

Pemilik warteg saat ini diketahui pulang ke daerah asalnya.

“Kosong, pulang kampung,” kata Bambang.

Bambang pun membantah cerita soal pemilik warteg yang mengatakan sering memberikan sedekah. Dia mengaku dirinya dan tetangga sekitar tidak mendapat ‘sedekah' dari si pemilik.

“Saya nggak tahu (ada Jumat berkah), tapi kalau tetangga juga nggak tahu, saya juga nggak tahu,” kata dia.

“Kalau berbagi di lingkungan sini sih nggak. Nggak tahu kalau di luar ya,” imbuhnya.
(rdp/imk)

 


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Close
Open
×
x