Polisi Tahan Karyawan Kafe di Bandung yang Lempar Susu ke Driver Ojol

Seorang driver ojek online (ojol) di Bandung, Sri Ati Hatijah diduga mendapat tindakan kekerasan dari pegawai kafe. Ati disebut dimarahi dan dilempar susu cair kemasan hingga bibirnya berdarah. Kejadiannya terjadi pada Senin (27/1), saat Ati mendapat orderan membelikan minuman di kafe tersebut.

Pada hari itu juga Ati langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Cidadap, Kota Bandung. Kapolsek Cidadap AKP Septa Firmansyah membenarkan, Ati sudah melapor dan langsung dilakukan visum.

‘Kemarin malam korban sudah melapor, pada saat itu juga langsung divisum,’ kata Septa saat dihubungi kumparan, Selasa (28/1).

Septa juga mengatakan, pelaku saat ini sudah ditahan di Polsek Cidadap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, statusnya masih saksi.

‘Kita tunggu 1×24 jam, baru dinaikkan statusnya. Saat ini masih berstatus saksi. Kita tahan untuk dimintai keterangan. Berikut juga si ibu sudah diperiksa,’ jelas Septa.

Sebelumnya kejadian ini viral di media sosial. Driver ojol Ati mendapatkan orderan membeli minuman di sebuah kafe di Bandung.

Dari postingan anaknya di Facebook yang bernama Dimas Subur, kejadian ini berlangsung pada Senin (27/1) pukul 13.00 WIB. Adapun lokasi kejadian berada di Kopi Yor, Bandung.

Dimas bercerita, kejadian ini bermula ketika Ati mendapat pesanan di kafe tersebut. Sayangnya, minuman yang jadi pesanan si pelanggan ternyata sedang tidak tersedia di kafe itu. Ati pun menanyakan pilihan ganti menu kepada pelanggan.

‘Akhirnya pelanggan itu mau diganti dengan minuman yang lebih murah, harganya Rp 15 ribu. Sementara pesanan sebelumnya harga minumannya itu Rp 25 ribu,’ kata Dimas saat dihubungi, Selasa (28/1).

Dimas melanjutkan, perubahan pesanan ini tidak bisa diedit dalam aplikasi karena kafe tersebut merupakan kafe ‘pilihan’ operator. Meski begitu, harusnya kafe mengembalikan sisa uang lebih yang telah masuk karena menggunakan dompet digital.

Bukan uang yang diterima, Ati justru mendapat cacian dari pegawai kafe itu. Dimas mengatakan bahwa ibunya mengaku dihina karena tidak bisa mengedit pergantian harga pesanan di aplikasi.

‘Ibu saya malah dikatain anjing dan dibilang masa driver enggak bisa edit pesanan. Ibu saya akhirnya minta dijelaskan dan diberi contoh bagaimana caranya mengedit di aplikasi, tapi handphone Ibu saya malah dipencet-pencet sampai akhirnya dipencet tombol ‘sudah sampai tujuan’ dan ini bisa membuat Ibu saya di suspend karena belum sampai,’ katanya.

Sialnya lagi, si pegawai ini justru kembali melempar Ati dengan kemasan susu cair yang terisi penuh. Bahkan, bibir Ati disebut berdarah karena dilempar. Merespons kejadian ini, Dimas mengaku telah melaporkan kejadian yang dialami oleh ibunya kepada pihak polisi.

‘Yah maksudnya supaya jangan terulang kejadian semena-mena dengan orang yang lebih tua begini,’ tambahnya.

Sementara itu, pihak manajemen Kopi Yor sendiri menyampaikan permohonan maaf terkait hal ini. Permohonan maaf ini disampaikan melalui unggahan Instastory di akun Instagram resmi mereka, yakni @kopiyor.

‘Teman-teman, masalah yang terjadi tadi malam sudah clear. Tadi malam kami dari Kopi Yor telah melakukan mediasi dengan satgas dari komunitas Grab, penyidik dari kepolisian dan Kanit Polsek Cidadap langsung. Karyawan yang terlibat saat ini telah diamankan polisi. Mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini,’ tulisnya.


Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Share to...