Peneliti Sebut Potensi Tsunami di Selat Sunda hingga Setinggi 57 Meter

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Gelombang tsunami kembali menerjang wilayah Indonesia. Pada Sabtu (22/12/2018) lalu, gelombang tsunami setinggi 0,9 meter menerjang pantai-pantai di Selat Sunda.

Akibatnya, ratusan orang meninggal, ribuan orang luka-luka, puluhan orang hilang dan sejumlah bangunan rusak.

Termasuk rumah, hotel dan juga vila yang ada di sekitar pantai-pantai di Selat Sunda.

Tak banyak yang tahu jika ternyata potensi tsunami di Selat Sunda ini sudah menjadi konsumsi akademis sejumlah ilmuwan dan peneliti Indonesia.

Dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, BPPT bahkan pernah membuat kajian yang mengungkap adanya potensu tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam rekaman siaran berita itu disebutkan bahwa potensi akan adanya tsunami di Selat Sunda ternyata sudah lama menjadi fokus penelitian bagi banyak ilmuwan.

Termasuk salah satunya peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko.

Widjo Kongko pernah mengungkapkan adanya potensi tsunami hingga mencapai 57 meter yang akan menerjang wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tsunami ini juga berpotensi akan mencapai wilayah Jakarta Utara.

Namun, yang perlu digaris bawahi adalah bahwa hal tersebut masih berupa kajian awal semata dari simulasi model komputer yang masih perlu dikaji lagi.

Hal ini dilakukan untuk keperluan antisipasi dan mitigasi bencana ke depannya.

Berdasarkan kajian Widjo Kongko, tsunami besar itu bisa terjadi karena di Jawa Barat bagian tengah berpotensi terjadinya gempa megathrust di selatan Jawa dan Selat Sunda.

Jika kekuatan gempa itu mencapai 9 SR di kedalaman laut yang dangkal, maka tsunami besar akan terjadi. Namun, angka 9 SR ini masih belum bisa dipastikan.

BPPT menyebut angka 9 SR ini merupakan skenario terburuk dari hasil kajian yang telah dilakukan BPPT.

Kajian tentang ancaman tsunami di Selat Sunda ini juga pernah dipaparkan kepada BMKG pada bulan April 2018 lalu dengan tujuan antisipasi dan mitigasi bencana.

Saat itu, BPPT menjadi narasumber dalam sebuah seminar yang diadakan oleh BMKG.

Pihak BPPT juga menegaskan bahwa kajian ini hanya berupa potensi dan bukan prediksi.

Artinya, kajian tersebut dibuat guna mempersiapkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Karena potensi dan prediksi sendiri adalah dua kata yang jauh berbeda.

Menurut Widjo Kogko, potensi gempa dan tsunami besar ini bisa terjadi karena adanya energi yang tersimpan di tiga lempeng megathrust.

Ketiga lempeng tersebut setiap tahunnya terus bergeser 6 sampai 7 centimeter.

“Kita ada tiga lempeng utama yang saling berjalan.

Dari Australia ada lempeng yang menyodok ke Utara dan ini kan terus-menerus setiap tahun 6 sampai 7 cm, katakanlah begitu, dan tentu ini ada energi yang tersimpan dan tentu saja setiap saat bisa saja energi ini lepas dan kemudian menyebabkan gempa bumi yang cukup besar dan tentu diiringi dengan tsunami kalau itu terjadi di lautan,” papar Widjo Kongko.

Kemungkinan atau potensi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah yang disebutkan namun bisa terjadi di beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

Mengingat ada banyak wilayah di Indonesia yang menjadi titik temu lempeng selain dari tiga lempeng yang telah disebutkan sebelumnya.

Widjo Kongko juga mengingatkan masyarakat agar tidak resah dengan hasil kajian berupa potensi tsunami yang ia ungkapkan.

Karena ke depannya, kajian ini akan menjadi perencanaan awal untuk dilakukannya upaya penyelamatan jika terjadi gempa dan tsunami besar di kemudian hari.

Sumber: hot.grid.id


Leave a Reply