Pakai Hukum Islam, Pembunuh Rangga dan Pemerkosa Ibu di Aceh Timur Diganjar Qisas: Nyawa Dibayar Nyawa

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Aksi keji pelaku pembunuh Rangga dan pemerkosa ibunya secara Hukum Islam wajib mendapat hukuman qisas.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Langsa, Dr H Zulkarnain MA menyebutkan pelaku wajib diganjar qisas jika menurut Hukum Islam.

Berdasar Hukum Islam, qisas sendiri adalah hukuman nyawa dibayar nyawa.

Pasalnya menurut Zulkarnain, apa yang dilakukan pelaku, Samsul Bahri (41) adalah sebuah perbuatan keji yang tak berkemanusiaan.

Tak hanya membunuh bocah di bawah umur, pelaku juga dengan tega memerkosa ibu korban.

“Jadi, pelaku pembunuhan anak di bawah umur RG (10) dan pemerkosaan ibu muda DN (28).

Tersangka Samsul Bahri (41), secara hukum Islam ia harus diganjar hukuman qisas,” ujar, Dr H Zulkarnain MA, Sabtu (17/10/2020).

Lebih lagi mengingat sebelumnya pelaku juga sempat melakukan hal yang sama yakni pembunuhan di Riau belasan tahun silam.

Sebenarnya, sudah sangat pantas hukum qisas itu diganjar kepada pelaku.

“Dikarenakan negara kita tidak menganut Hukum Islam itu, maka hukum qisas ini tidak bisa dikenakan terhadap pelaku Samsul Bahri,” ujarnya.

Namun demikian, sambung Dr H Zulkarnin, di hukum negara Indonesia hukuman mati ada diatur dan tercantum pada pasal Pasal 340 KUHP bagi pelaku pembunuhan.

Pada pasal 340 KUHP itu menerangkan, barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kemudian pertanggungjawabannya dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun.

“Kita menilai perbuatan Samsul Bahri sudah tidak ada rasa perikemanusiaan.

Selain memperkosa ibunya, pelaku ini juga tega membunuh anaknya. Mungkin, hukuman mati pantas diterapkan padanya,” tegasnya.

Dikatakan Abu Chik Diglee– sapaan akrap Dr H Zulkarnain MA ini, di Provinsi Aceh sepengetahuannya baru kali ini terjadi kasus pembunuhan anak di bawah umur tak berdosa disertai rudapaksa ibu korban.

Tentunya, kasus ini harus menjadi atensi para pemangku kepentingan dan penyelenggara pemerintahan di daerah berjuluk ‘Serambi Mekkah’ ini dan menjadikannya sebuah catatan penting.

Supaya ada sebuah solusi hukum dan ke depan tidak ada lagi kasus seperti yang dialami korban di Kecamatan Birem, Bayeun Aceh Timur ini.

Harapannya kepada Pemerintah Aceh, agar dalam qanun jinayat dimasukkan hukum qisas ini.

Diharapkan agar ke depan penegakan pelaksanaan syariat Islam benar-benar secara kaffah.

Sehingga semua masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia yang telah lama menerapkan hukum syariat Islam Ini, terlindungi dari perbuatan-perbuatan keji pembunuhan dan pemerkosaan.

“Saya menyarankan kepada Pemerintah Aceh wajib memasukkan hukum qisas ini. Sehingga ke depan tidak ada lagi kita dengar kasus keji seperti ini menimpa masyarakat lainnya,” tuturnya.

Kemudian, ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk menerapkan atau memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Sesuai dengan apa yang telah diperbuat dan sebagai pertanggung jawabannya di dunia.

“Kita mayoritas beragama Islam, tentunya sudah memahami bahwa dalam hukum Islam tidak mentolerir perbuatan pembunuhan dan pemerkosaan,” tutup Dr H Zulkarnain MA.

Seperti diberitakan kemarin, Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Langsa kini masih melakukan pemberkasan perkara tindak pidana pembunuhan anak d ibawah umur, Rg (10) dan rudapaksa (pemerkosaan) ibu korban, DN (28).

Dengan tersangka tunggal, Samsul Bahri (41) warga di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Tersangka merupakan residivis kasus pembunuhan sekitar tahun 2005 silam di Provinsi Riau dengan vonis seumur hidup.

Tersangka sadis ini diketahui, baru bebas dari Lapas Kelas I Tanjung Kusta Medan, April 2020 lalu karena memperoleh asimilasi program Covid-19 Kemenkumham RI.

Sebelum menghirup udara bebas, tersangka Samsul Bahri Ini ternyata mendapat grasi Presiden.

Sehingga, hukumannya dari seumur hidup menjadi 20 tahun.

Sumber: tribunnews.com


Tags:

Leave a Reply