Nisfu Sya’ban 2019 Jatuh Pada Minggu 21 April 2019, Ini Doa dan Keistimewaan Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Syaban jatuh pada pertenghan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Hijriah.

Pada malam tersebut juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan.

Malam Nisfu Sya’ban, menurut perhitungan akan jatuh pada hari Minggu, malam Senin, 21 April 2019.

Ada tiga keistimewaan malam Nisfu Syaban, berikut ini keistimewaan malam Nisfu Sya’ban.

1. Dosa diampuni

Allah mengampuni dosa siapapun yang memintanya pada malam Nisfu Sya’ban.

Keistimewaan ini akan gugur kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan.

“Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing)” (HR At-Tabarani dan Ahmad)

2. Dikabulkan Doanya

Hadits riwayat Ali bin Abi Thalib menerangkan permintaan umat Islam yang berdoa pada malam Nisfu Sya’ban akan dikabulkan.

Misalnya berdoa meminta rizqi, maka akan diberikan rizqi oleh Allah.

3. Diringankan bebannya

Bagi orang yang mendapatkan cobaan berat, Allah akan membebaskannya hingga fajar menyingsing.

Selain itu, juga ada doa yang bisa dipanjatkan di malam Nisfu Sya’ban, berikut ini adalah doa yang bisa dipanjatkan pada saat malam Nisfu Sya’ban

Doa malam nisfu Sya’ban:

Di malam nisfu Sya’ban kita bisa memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk panjang umur, murah rezeki, dan tetap iman.

Kita juga biasanya membaca 3 kali Surat Yasin di sela doa tersebut.

Sayyid Utsman bin Yahya menyebutkan doa berikut ini yang dibaca saat malam nisfu Sya’ban seperti dilansir dari nu.or.id adalah sebagai berikut:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.
اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi.

Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan.

Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat.

Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki.

Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”

Persiapan Puasa Ramadhan

Mengutip Grid.ID bulan Raman sudah di depan mata.

Euforia menjelang bulan puasa mulai terlihat dengan munculnya iklan-iklan di televisi bertema ramadhan.

Umat muslim juga sudah mulai mempersiapkan hati dan fisiknya untuk menjalani puasa selama 30 hari.

Yup, di bulan puasa umat muslim wajib menahan lapar dan dahaga selama seharian.

Perlu fisik yang sehat untuk melewati bulan ramadhan agar pahala bisa didapatkan.

Agar puasa kita lancar, perlu beberapa persiapan khusus supaya tubuh tetap fit.

Grid.ID akan bagikan beberapa tips untuk mempersiapkan tubuh jelang bulan puasa.

1. Atur pola tidur

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengatur kembali pola tidur.

Buat kamu yang sering begadang karena membawa pekerjaan pulang ke rumah atau sekadar nonton drama Korea, mendingan segera kurangi kebiasaan itu.

Kamu harus membiasakan diri tidur lebih cepat agar bisa bangun pagi saat sahur di bulan puasa nanti.

Kalau sempat, biasakan juga tidur siang selama 30 menit agar tubuh tetap segar.

2. Perbanyak buah dan sayur

Salah satu kunci hidup sehat adalah dengan banyak makan sayur dan buah yang mengandung serat.

Semakin banyak mengonsumsi serat, maka metabolisme dalam tubuh juga akan lanacar.

Apalagi saat puasa, tubuh kita sangat butuh banyak serat agar tidak mengalami sembelit.

Mulai sekarang, jangan lupa konsumsi buah dan sayur, ya.

3. Buat jadwal olahraga

Menjelang puasa, tak ada salahnya kamu mulai biasakan olahraga.

Kalau di bulan biasa kamu terbiasa olahraga jogging keliling kompleks perumahan, ada baiknya
kamu mulai cari olahraga lain yang bisa dilakukan di dalam ruangan.

Selain itu, ubah pula jadwal olahraga yang biasanya kamu kerjakan pagi atau sore hari.

Kamu bisa mengubahnya menjadi pagi setelah subuh atau malam hari setelah shalat tarawih.

4. Stop ngemil

Ngemil adalah kebiasaan yang paling disukai oleh kebanyakan perempuan.

Tapi, menjelang bulan puasa stop dulu kebiasaan ngemil di luar jam makan.

Jangan manjakan lidah dan perut menjelang bulan ramadhan, supaya nanti saat menjalani puasa
kita tidak kaget dan terbayang cemilan lezat di jam-jam tertentu.

5. Minum vitamin

Jangan lupa siapkan banyak persediaan vitamin.

Apalagi kita akan menjalani puasa saat musim pancaroba.

Selama puasa tubuh sangat membutuhkan asupan vitamin C agar daya tahan tak menurun.

Boleh juga konsumsi vitamin D dan E untuk kesehatan tulang dan kulit agar puasa tetap lancar
dan tubuh tetap fit.

Yuk, jelang bulan puasa dengan tubuh sehat dan iman yang kuat.

 

Sumber: tribunnews.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments