Nasib Buruk 3 Ibu Muda Setelah Menari di Tengah Jembatan Suramadu Diiringi Lagu India

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Nasib buruk kini menimpa 3 mama muda yang menari diiringi lagu India di tengah Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura).

Polisi sedang memburu ketiganya dan akan diperiksa terkait video viral mereka di Jembatan Suramadu.

Kronologi video 3 mama muda yang viral dan fakta-fakta terbarunya ada di artikel ini.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Kompol Achmad Faisol Amir meminta seluruh pihak dalam pembuatan video itu meminta maaf.

Hal itu, kata dia, akan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tak sembarangan berhenti di tengah Jembatan Suramadu.

“Dari rekaman CCTV di sekitar jembatan Suramadu, kami akan selidiki siapa yang membuat video dimaksud, dan meminta mereka minta maaf kepada masyarakat,” jata Faisol di Mapolres Tanjung Perak Surabaya, Jumat (3/7/2020).

Faisol menegaskan, berhenti di tengah Jembatan Suramadu merupakan tindakan melanggar lalu lintas.

Sebab, ada banyak rambu dilarang berhenti di sepanjang Jembatan Suramadu.

“Tapi memang masih banyak pengendara yang berhenti di tengah jembatan untuk berfoto dan merekam video,” jelasnya.

Polres Tanjung Perak Surabaya akan mengintensifkan patroli di tengah Jembatan Suramadu.

Hal itu dilakukan untuk memastikan tak ada pengendara yang berhenti di tengah jembatan.

Sebelumnya, video berdurasi 17 detik viral di media sosial TikTok pada Kamis (2/7/2020).

Video itu memperlihatkan tiga perempuan menari diiringi lagu India di tengah Jembatan Suramadu.

Tiga mama muda itu terlihat mengenakan pakaian serba kuning dan jilbab hitam. Mereka menari seperti penari dari Indonesia.

Di sisi lain jembatan, terlihat kendaraan melintas dengan latar belakang bentang tengah Jembatan Suramadu.

Video itu diketahui milik akun Tiktok @naylaraisa2003 yang diunggah sekitar tiga hari lalu.

Video tersebut direspons oleh lebih dari 20.000 kali dan menuai 4.405 komentar.

Video tersebut juga viral di platform twitter. Salah satu akun Twitter yang mengunggahnya yaitu @hesti_rya.

“Rek Ibukmu Kongkonen Muleh Timbang Disrempet Truk Dek Kono Iku” (rek ibumu suruh pulang, dari pada ditabrak truk di sana).”

Di sepanjang Jembatan Suramadu terdapat aturan dilarang untuk berhenti. Aturan tersebut sudah ada sejak Jembatan Suramadu berstatus jalan tol.

Larangan itu karena banyak pengendara menepi dan berhenti di tengah Jembatan Suramadu untuk berfoto. Hal itu bisa menimbulkan kemacetan serta membahayakan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Budi Indra Dermawan mengaku sudah memantau video TikTok tersebut. Saat video itu diambil, petugas tidak sedang berpatroli di Jembatan Suramadu.

“Aksi ibu-ibu itu jelas membahayakan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020) malam.

Aksi nekat yang dilakukan warga tersebut, kata dia, juga tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

Sebab, selain membahayakan pengguna jalan, di kawasan tersebut sudah ada petunjuk larangan berhenti.

Sumber: tribunnews.com


Tags:

Leave a Reply