Mbah Salami, Memilih Jualan Baju Bekas Meski Jarang Laku Daripada Mengemis

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Seorang nenek bernama Sri Salami (78) mengais rezeki dengan berjualan baju bekas di usianya yang sudah senja.

Warga Waringinrejo, Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo ini mengaku memilih berjualan daripada mengemis.

“Saya tidak mau minta-minta, tidak bakat mengemis. Sak tekane wae (semampunya saja),” kata Mbah Salami di tempat jualannya, Jalan Veteran, Gajahan, Solo, Selasa (28/1/2020).

Salami bercerita, dia sudah sekitar 52 tahun berjualan baju bekas di Jalan Veteran.

Bahkan sebelumnya, dia sudah mulai membantu ibunya berjualan baju bekas di tempat lain.

“Dulu waktu SMP, pulang sekolah membantu ibu saya, jualan baju bekas juga. Lalu saya buka sendiri di sini. Dulu ada enam orang yang sama-sama jualan baju bekas, sudah meninggal semua, tinggal saya,” ujar dia.

Setiap hari, Salami berjalan kaki sejauh 3 km dari rumah menuju tempat jualannya. Tak jarang dia kehujanan sewaktu pulang. Namun hal itu tetap dia lakukan dengan ikhlas.

“Tiga-empat hari kadang tidak laku sama sekali. Kalau laku paling sehari Rp 20 ribu, ya pasrah saja. Dulu masih ramai, ada bakul-bakul dari luar kota yang ambil barang saya, kalau sekarang paling tukang becak yang beli,” ungkapnya.

Dia mengaku pernah mencoba beberapa kali ganti pekerjaan, salah satunya menjadi buruh batik. Namun pekerjaannya tak bertahan lama, dan kembali lagi berjualan baju bekas.

Setiap hari dia makan satu sampai dua kali. Terkadang keponakannya membelikan nasi untuknya. Tapi biasanya dia membeli nasi sayur yang murah.

Salami hidup sebatang kara. Suaminya telah lama meninggal dan dia memang tidak memiliki anak.

Dia tinggal di rumah adiknya yang kini sudah beranak cucu.

“Kadang dibelikan keponakan, tapi saya tidak mau njagake (bergantung). Makan ya seadanya, kadang sekali, dua kali, alhamdulillah masih sehat,” kata dia.

Bahkan dia sering kali masih bisa menyisihkan uang untuk membelikan oleh-oleh untuk cucu adiknya.

Sepulang bekerja, dia mampir ke pasar membelikan makanan ringan untuk mereka.

“Soalnya cucu-cucu adik saya sering mendatangi saya, minta oleh-oleh. Saya sering belikan, cari yang harga Rp 500,” tutupnya.

Sumber: islampos.com


Leave a Reply