Masih Sayang dan Sangat Ingin Baikan, Pria di Bekasi Ini Gantung Diri Setelah Tahu Istri Nikah Lagi

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Sodikin (40), warga kampung Tambun Permata, RT01, RW02, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, ditemukan tewas di rumahnya, Minggu 928/7/2019).

Sodikin mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tambang berwama kuning yang diikat dileher lalu dikaitkan ke langit-langit rumahnya.

Jasadnya ditemukan tergantung sekitar pukul 08.30 WIB, ketika seorang temannya hendak menjemput untuk diajak bekerja.

Pihak keluarga menuturkan, Sodikin tewas gantung diri diduga karena depresi yang dia derita selama kurun waktu setahun belakangan.

Depresi ini ia derita karena masalah rumah tangga dengan sang istri.

“Sekitar satu tahu lalu, jadi dia (digugat) cerai sama istrinya, istrinya sekarang di Subang anak satu kelas tiga SD,” kata Carmin ibu tiri Sodikin, Minggu (28/7/2019).

Guncangan akibat digugat cerai oleh sang istri membuat Sodikin sakit hati. Dia menurut Carmin masih berharap agar hubungan rumah tangganya bisa bertahan.

Namun, kondisi makin parah ketika dirinya tahu sang istri sudah menikah lagi dengan pria lain.

“Dari situ dia makin depresi pas ditinggal istrinya, karena dia masih demen (sayang) tapi istrinya udah enggak,” imbuhnya.

Sodikin selama ini memang tidak pernah bercerita perihal masalah rumah tangganya kepada keluarga, dia cenderung menutup diri.

“Enggak pernah cerita, dia diam aja kalau ditanya, dia enggak pernah mau jawab, tapi ada saudara yang biasa deket dia cerita-cerita masalah rumah tangga,” ujar dia.

Sodikin setiap hari bekerja sebagai tukang servis AC, sebelum pagi ditemukan gantung diri, ia masih sempat berkcengkrama dengan warga sekitar duduk di warung kopi hingga jam 11 malam.

“Sampai bapaknya semalem jam 3 subuh enggak denger apa-apa, enggak ada yang tahu malam masih di warung kopi tahu-tahu pulang pagi ditemukan udah begitu (gantung diri), ya namanya pikiran orang siapa tahu,” kata dia.

Pihaknya keluarga memutuskan membawa jenazah Sodikin ke kampung halaman di daerah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Polisi dari Polsek Tarumajaya tidak melakukan otopsi lantaran pihak keluarga menolak dan telah membuat surat penyataan.

Surat penyataan itu ditulis langsung oleh ayah Sodikin bernama Taswin, dalam keterangannya pihak keluarga telah ikhlas menerima kepergian pria berusia 40 tahun tersebut.

Di surat penyataan itu juga ditulis penyebab bunuh diri Sodikin yang diakui pihak keluarga akibat depresi ditinggal pergi oleh sang istri.

Bahkan pada Februari lalu, Sodikin sempat berusaha menghabisi nyawanya sendiri dengan menyiramkan bensin ke tubuhnya, beruntung aksi itu dapat dicegah tetangga sekitar.

Kronologi Kejadian
Kasubag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi mengatakan, kejadian diketahui sekitar pukul 08.30 WIB, ketika saksi bernama Taspin (40) hendak menjemput korban untuk mengajaknya bekerja.

Namun ketika diketuk pintu rumahnya, Sodikin tidak memberikan respon apa-apa.

Kemudian Taspin membuka pintu dan mendapati pria berusia 40 tahun itu dalam keadaan tidak bernyawa.

“Saat itu saksi kaget melihat kondisi korban dalam keadaan tergantung, lehernya diikat dengan tali tambang berwarna kuning yang dikaitkan di langit-langit rumah,” kata Sunardi.

Saksi selanjutnya memberitahukan hal itu kepada orangtua korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Warga yang mendengar kabar ini langsung ramai mengerebungi lokasi.

Tidak ada satupun yang berani menurunkan jasad korban, bahkan pihak keluarga sekalipun hanya dapat menyaksikan anggota keluarganya tewas dengan cara mengenaskan.

Dari situ, warga dan pihak keluarga sepakat melaporkan kejadian bunuh diri ini ke Polsek Tarumajaya Polres Metro Bekasi.

“Anggota yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP,” imbuhnya.

Setelah jasad korban diturunkan, pihak kepolian selanjutnya ingin melakukan penyelidikan dengan membawa jasad Sodikin ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi.

Namun, pihak keluarga menolak dan membuat surat pernyataan.

“Pihak keluarga menolak mereka mengaku sudah ikhlas, menurut keterangan yang kita dapat Sodikin diduga depresi karena masalah rumah tangga, dia juga diketahui sempat berupaya melakukan percobaan bunuh diri,” jelas dia.

Sumber: tribunnews.com


Leave a Reply