Maling Jebol ATM Pakai Linggis dan Batako, Isinya Cuma Rp 100 Ribu

Sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Tanjung Raya II, Kelurahan Parit Mayor, Pontianak Timur, hancur dibobol maling.

Peristiwa ini diduga terjadi pada Selasa (26/3) dini hari.

Polisi yang tiba di tempat kejadian, mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP, dengan memasang garis polisi, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera CCTV.

Hampir seluruh bagian pada ATM tampak hancur, dari bagian atas hingga pintu brankas.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, menyampaikan bahwa pelaku mencoba membobol brankas mesin ATM, dengan mencungkil menggunakan linggis, dan menghancurkan pintu brankas menggunakan batu batako.

“Dimana hasil pengembangan kita untuk buka CCTV, yang bersangkutan menggunakan pakaian, pakai jaket, menggunakan helm hitam, kemudian celana hitam, menggunakan sepeda motor, juga sudah teridentifikasi. Tapi masih kami dalami untuk identifikasi wajah yang bersangkutan,” jelasnya.

Pelaku yang diperkirakan satu orang, belum sempat membobol brankas ATM, karena linggis yang digunakan oleh pelaku patah.

Namun kerugian materil masih terus diselidiki, dengan melakukan olah TKP, untuk mencari bukti-bukti yang ada dengan berbekal rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi ATM.

“Uang belum ada yang diambil, karena brankas masih utuh, belum terbongkar,” kata Anwar.

Tim Inafis Polresta Pontianak melakukan olah tempat kejadian perkara.

Selain ATM BRI, pelaku juga sempat merusak instalasi CCTV ATM Mandiri, yang berada di samping ATM BRI.

Dilihat dari cara kerjanya, polisi menduga pelaku bukan merupakan profesional pembobol mesin ATM.

“Kalau melihat, sepertinya masih pemula. Tetapi karena dari cara kerjanya, kita bandingkan dengan pelaku-pelaku sebelumnya,” imbuhnya.

Untuk itu, polisi terus memburu pelaku, berbekal hasil identifikasi di lapangan, termasuk mengidentifikasi seluruh rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Sementara wajah belum bisa kita identifikasi. Kita masih mencari CCTV yang lain, karena ini baru ada CCTV dari BRI. Kita masih upayakan untuk CCTV dari (Bank) BTN, dari Bank Mandiri,” tambahnya lagi.

Ia menjelaskan, jika di lokasi sekitar mesin ATM tidak ada petugas keamanan yang menjaga area pasar dan mini market.

Selain patahan linggis, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah kayu dan satu buah batu batako.

Pihak vendor pengelola mesin ATM BRI menyampaikan, bahwa mesin ATM hanya berisi uang sebanyak dua lembar pecahan lima puluh ribu rupiah, dikarenakan satu hari sebelumnya saat akan dilakukan pengisian, mesin dalam keadaan gangguan.

“Mau diisi rencananya. Cuma ada musibah kayak gini, jadi kita bongkar lagi,” ucap Tim Monitoring PT Avantage, Faisal Huda.

Pihak vendor menuturkan, bahwa mesin mengalami kerusakan cukup parah dan memerlukan penggantian suku cadang agar dapat digunakan kembali.

Sumber: kumparan.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments