Korban Pasang Iklan di Billboard, Polda Sulsel Dalami Dugaan Penipuan Travel SLV


Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan kompak mendalami kasus dugaan penipuan dilakukan pemilik PT SLV Modern Travelindo, Selvi Ahmad Firdaus. Kasus ini menjadi perhatian warga Makassar, karena tampang Selvi dipasang di Billboard oleh korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulsel, Komisaris Besar Jamaluddin Farti menyebut sampai saat ini kepolisian telah menerima lima laporan yang menjadi korban SLV Travel. Bahkan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi.

“Iya ada (laporannya), sementara dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan beberapa korban. Sekitar 5 kali,” ujarnya kepada wartawan.

Desak Kembalikan Uang Korban

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Sulsel, Komisaris Besar Helmy Kwarta Rauf mengatakan owner PT SLV Modern Travelindo segera mengembalikan dana para user yang merasa dirugikan.

“Kepada Selvi ,kembalikan uang-uang orang, kalau kamu tidak kembalikan uang orang maka kamu berhadapan dengan saya. Bereskan orang-orang yang kamu tipu-tipu itu yah,” ancam Helmy.

Helmy menyebut, laporan yang ditangani pihaknya kini masuk dalam dugaan kejahatan melalui media digital atau siber. Karena kebanyakan para user terkait dengan promosi melalui sosial media.

“Yang ditangani Krimsus karena dia melakukan kegiatan dengan media digital, maka rangkaian pidananya itu dengan media digital makanya terjadi kejahatan di bidang siber,” ungkapnya.

Periksa Pemilik Travel

Helmy mengaku pihaknya bakal menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik PT SLV Modern Travelindo. Pemeriksaan dilakukan jika berkas laporan korban sudah lengkap.

“Saya juga sudah sampaikan ke semua korban untuk melengkapi semua bukti yang berkaitan dengan kerugian mereka, bukti transfer dan lain sebagainya. Setelah itu saya rasa cukup, kita gelarkan,” kata mantan Direktur Reserse Narkoba Polda NTB ini.

Menurut Helmy, kasus ini akan terus dikembangkan oleh pihaknya, lantaran diduga ada terjadi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kasus ini arahnya sudah penyidikan jadi peringatan saya mau melihat pelaku ini mentalnya seperti apa, pasti TPPU kan jadi dia berpikir bahwa perkara ini hanya sebatas cyber. Ini kita akan tindak lanjuti TPPU-nya. Jangan main-main, miskin loe, gua buat dengan TPPU nanti,” tegasnya.

Klaim Sudah Mulai Bayarkan Kerugian Korban

Kuasa Hukum PT SLV Modern Travelindo, Ade Dwi Putra mengatakan kliennya sudah melakukan itikad baik dengan cara pengembalian dana para user sejak Juni 2022. Meski demikian, kliennya belum mengembalikan sepenuhnya uang para user yang berjumlah 100 orang dengan total Rp3,3 miliar.

“Dari Juni sudah ada beberapa, manajemen PT Selvi Travel ini mengembalikan dana nasabah meskipun dana nasabah tidak keseluruhan, baru Rp1,2 miliar. Tetapi itu sebagai itikad baik dari manajemen PT Selvi Travel,” ungkap Dwi.

Ia berharap pengembalian secara utuh uang user Desember 2022. Dwi menyebut kliennya juga sudah diperiksa Ditreskrimum Polda Sulsel pada Selasa (27/9).

“Terkait laporan yang beda-beda tempat ini mungkin kita mengajukan untuk penyatuan perkara supaya lebih optimal nantinya, lebih fokus juga,” bebernya.

Dwi berharap, para user yang melapor agar dapat mencabut laporannya. Alasannya, pihak Manajemen PT SLV Modern Travelindo bakal melakukan pengembalian dana bagi user yang merasa di rugikan.

“Harapan kami juga terhadap laporan itu untuk dikembalikan (dicabut) maksudnya tidak sampai kerana pidana, kita tahu kan kalau sampai pidana para user tidak dapat apa-apa. Harapan melapor kan untuk pengembalian, kita memahami itu. Pihak manajemen sekarang fokus pengembalian,” ucapnya. [lia]

Sumber: Lihat


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Close
Open
×
x