Kisah Wanita yang Terpaksa Gugurkan Kandungan gegara Kanker Usus

Seorang wanita di Malaysia didiagnosis menderita kanker usus. Namun, akibat penyakit itu, wanita bernama Syawani Khalid (39) ini terpaksa harus menggugurkan kandungannya.

Kisah ini dibagikannya melalui akun TikTok miliknya @syawanikhalid991. Dalam videonya, ia menceritakan awal mula perjalanan hidupnya setelah didiagnosis mengidap penyakit kanker usus stadium tiga pada 5 Juli 2020.

Awalnya, Syawani sering mengalami sakit perut hingga harus tidur dengan posisi meringkuk. Sampai satu waktu, keluar darah saat dirinya buang air besar (BAB).

“Dulu saya sering sakit perut, tapi memang tidak selalu muncul. Karena sakitnya itu sampai membuat saya harus tidur meringkuk seperti udang,” kata Syawani yang dikutip dari laman Mstar , Selasa (20/9/2022).

“Sampai suatu saat saya buang air besar keluar darah, banyak juga. Suami langsung membawa saya ke rumah sakit swasta di Shah Alam,” lanjutnya.

Saat itu, Syawani diberikan obat untuk mengatasi masalah di ususnya. Dokter juga berpesan untuk mengurangi konsumsi makanan pedas dan berminyak untuk sementara waktu.

“Setelah itu, dokter juga berpesan jika masih keluar darah langsung datang ke rumah sakit,” ujarnya.

Didiagnosis Kanker Usus Stadium Tiga

Namun, dua minggu kemudian rasa sakit di perutnya dan masih ada darah saat ia buang air besar. Kondisi itu membuat Syawani semakin lemas dan kepalanya sering pusing.

Syawani kembali dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lagi. Setelah diperiksa dokter, ia diduga mengalami gastritis atau peradangan yang terjadi pada lapisan lambung.

Sakit yang dialami Syawani terus berlanjut sampai membuatnya sakit perut, muntah-muntah, hingga tidak bisa makan dan minum. Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh di sebuah rumah sakit di Klang, Selangor, baru diketahui bahwa ia mengidap kanker stadium tiga.

“Setelah dokter mengambil sampel untuk tes endoskopi dan kolonoskopi, saya didiagnosis mengidap kanker stadium tiga. Wajar saja saat itu, saya tidak kaget lagi… mungkin karena saya sudah sangat tahan terhadap rasa sakit sejak lama. Dokter juga memberikan tanggal untuk dirawat pada 5 Juli 2020,” beber Syawani.

“Pertama kali saya jauh dari anak saya, saat itu hanya Tuhan yang tahu perasaan ini. Dokter mengatakan kepada saya untuk menjalani operasi dua hari kemudian. Dan pada 6 Juli, dokter melakukan rontgen untuk melihat kondisi paru-paru sebelum operasi,” sambungnya.

Diketahui Hamil dan Harus Digugurkan

Ketika hasil pemeriksaannya keluar, dokter bertanya pada Syawani apakah dirinya tengah hamil. Syawani pun menjawab tidak, tetapi ia memang sudah telat datang bulan.

Namun, saat itu Syawani merasa itu hal yang normal karena dia sedang sakit. Dokter menyarankannya untuk segera melakukan tes kehamilan.

Setelah tahu dirinya hamil, Syawani merasa sangat senang. Namun, kandungannya yang saat itu berusia 14 minggu terpaksa harus digugurkan.

“Dokter beritahu saya tidak bisa mempertahankan kandungan ini sebab bisa membahayakan janin, karena saya sudah menjalani CT Scan dan X-ray,” katanya.

Hal itu membuat perasaannya campur aduk. Ia merasa bahagia karena hamil anak kedua, tetapi sedih karena tidak akan bisa bertemu dengan anaknya itu.

“Saya akhirnya mengikuti nasihat dokter untuk menggugurkan kandungan demi kesehatan saya,” ungkap Syawani.

“Proses operasi usus berjalan lancar. Sebagian besar usus saya dibuang. Dokter berusaha untuk menyambungkan usus besar dengan usus kecil, dan saya tidak memerlukan kantong stoma untuk membuang kotoran,” jelasnya.

Setelah 10 hari menjalani perawatan, Syawani diperbolehkan pulang. Tetapi, ia harus kembali lagi ke rumah sakit menjalani tindakan untuk menggugurkan kandungannya.

Itu menjadi keputusan terberat yang pernah diambil Syawani, mengingat usia janinnya yang sudah cukup besar dan sudah terdengar detak jantungnya. Namun, ia tidak ingin ambil risiko untuk si bayi dan mengikhlaskan janinnya.

“Pada pukul 6.30 sore, anak kedua saya keluar setelah saya meminum obat yang diberikan dokter. Saya menangis menyambutnya (janinnya) sendirian di kamar mandi,” kata dia.

“Saya pun memanggil perawat untuk mengambil bayi saya. Pukul 10 malam, dokter memberitahu kalau bayi saya sudah boleh dibawa pulang untuk dimakamkan. Saya beri nama Aali Khifli untuk anak surga ini,” pungkasnya.

 


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Close
Open
×
x