Kisah Mualaf Seorang Wanita Pemabuk dan Depresi Menemukan Hidayah Islam

Kisah mualaf kali ini datang dari seorang wanita bernama Robin yang terlahir dan dibesarkan dari keluarga beragama Kristen. Bahkan sejak kecil dirinya juga menempuh pendidikan di sekolah Kristen.

Mulanya Robin mengaku bahwa sebelum menemukan Islam, kondisi mentalnya sangat buruk. Dirinya merasa bahwa hidupnya tidak memiliki tujuan, kebingungan dan bahkan sempat tersirat untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Meskipun kondisi mentalnya buruk, Robin enggan mencari pertolongan karena rasa malasnya dan menganggap bahwa itu adalah hal yang mubazir untuk dilakukan. Sehingga yang ia lakukan hanya minum-minum bersama teman-temannya dan merokok meskipun dirinya masih di bawah umur.

Hal tersebut dilakukannya karena sudah merasa putus asa dengan hidup. Belum lagi kebiasaan buruknya perihal makan dan dirinya yang kerap menyakiti diri sendiri. Kira-kira seperti itulah kehidupannya sebelum menemukan Islam dan memiliki kisah mualaf.

Menemukan Islam

Robin pertama kali menemukan Islam melalui perantara dari dua orang temannya yang ternyata bersaudara dan merupakan seorang Muslim. Saat Robin memperhatikan kedua temannya itu, ia melihat bahwa mereka sangat mencintainya agamanya dan perilaku mereka yang dianggapnya lebih bahagia dan sehat hingga mencuri perhatiannya.

Selama ini dirinya selalu merasa gelisah, cemas dan tidak pernah percaya diri. Dari situlah ia mulai jatuh cinta dengan Islam serta mengerti, mencintai dan menghormati Allah SWT.

Hingga usia Robin remaja, dirinya percaya dan kerap berdoa kepada Tuhan Yesus. Namun setelah dirinya beranjak dewasa, hal itu menurutnya sudah mulai tidak masuk akal lagi dan Islam justru lebih masuk akal bagi dirinya.

‘Bagiku justru Islam masuk akal,' ujar Robin yang dikutip VIVA dari YouTube Barat Bersyahadat pada Selasa, 23 Agustus 2022.

‘Sebab setelah belajar tentang Allah SWT dan Nabi-Nya, betul-betul membantuku paham akan tujuan hidup,' sambungnya.

Menurutnya, alasan dirinya masih hidup hingga saat ini adalah karena Allah SWT karena manusia hidup untuk beribadah kepada-Nya.

‘Sebab Allah itu Maha Tinggi dan Maha Kuasa,' ujarnya lagi.

Jatuh cinta terhadap Islam

Dalam kisah mualafnya, awalnya Robin merasa cukup sulit saat mengikuti larangan-larangan dalam Islam seperti mengharamkan minum-minum, memakan babi dan bersentuhan dengan yang bukan mahram. Namun hal itu diterimanya karena menurutnya Allah SWT adalah Maha Mengetahui, lebih tau apa yang terbaik untuk umat-Nya dan pasti ada alasan di balik larangan itu dibuat.

‘Adanya larangan ini membantuku berhenti menyalahgunakan alkohol,' ungkap Robin.

Sebelumnya Robin sangat buta mengenai Islam dan banyak mendengar tentang Islam yang begini dan begitu, bahwa Islam adalah agama yang merusak, pelaku bom, tidak menghormati wanita dan yang lainnya.

Akan tetapi, dengan dirinya menelaah, belajar dan membaca, terutama dalam ayat-ayat Al-Quran, semua yang ia dengar tentang Islam itu tidaklah benar. Nyatanya saat ia mempelajari lebih dalam, Islam sangat memuliakan wanita sebab mereka lah yang melahirkan manusia ke dunia.

‘Kami menyembah pada satu Tuhan dan bukan pada manusia. Kami menyembah Tuhan Yang Maha Tunggal,' ungkapnya lagi.

Dengan kisah mualaf Robin yang masuk Islam, dirinya mengaku sempat dicemooh oleh keluarga dan teman-temannya. Mulanya cemoohan tersebut sempat membuat imannya kepada Allah SWT memudar.

‘Tapi akhirnya aku sadar bahwa banyaknya cobaan ini dan cemooh orang kepadaku terutama cemooh dari keluargaku justru malah menjadikan aku orang yang lebih baik dan malah berpahala buatku,' kata Robin.

Tak hanya dicemooh saja, bahkan Robin mengaku pernah dilecehkan di jalan karena ia adalah seorang Muslim.

Itulah kisah mualaf Robin dari dunia Barat yang memutuskan untuk memeluk agama Islam dan menjadi seorang Muslim. Dirinya berharap bahwa tidak ada lagi desas-desus yang beranggapan bahwa saat dirinya menjadi Muslim berarti ia adalah seorang yang jahat, bengis dan pelaku bom.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Close
Open
×
x