Kisah Kekuatan Gadis Cilik Andini Merawat Dua Bayi di Dusun Telayap

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Andini, gadis kecil 14 tahun itu, duduk di depan pintu rumah papan sederhana. Tubuh mungilnya menopang bayi berusia 4 bulan bernama Siaratul Jannah, sambil memberikan susu formula.

Di samping kirinya, bayi perempuan berusia 1 tahun 8 bulan bernama Purwanti menangis meminta susu. Panas terik membuat suara bayi tersebut semakin keras, seakan-akan mengundang tetangga untuk datang menghampirinya.

Dengan sabar dan telaten, Andini menjaga dua adiknya. Mereka bertiga tinggal di sebuah rumah papan sederhana yang hanya menyisakan dua pintu dan satu jendela.

Andini tak tergoda ajakan bermain teman seusianya. Ia tetap memilih menjaga kedua adiknya.

Gadis berhijab itu menanggung beban berat, lebih berat dari usianya saat ini, 14 tahun. Andini menjadi ibu, sekaligus bapak bagi kedua adiknya.

Status itu ia sandang usai sepekan silam, tujuh hari lalu, ia dan kedua adiknya ditinggal pergi ibunya menghadap sang khalik.

Ibunda tercinta, Ijaz, tutup usia dalam usia 40 tahun, setelah mencoba melawan sakitnya Tubercolosis (TBC) akut. Sementara bapak anak-anak malang itu pergi, entah ke mana.

Mereka tinggal di Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Tanpa orangtua, tanpa pengawasan dan kasih sayang. Andini-lah yang kini menjadi pembimbing dan pemberi kasih sayang untuk adik-adiknya nan malang.

Ekonomi semakin terhimpit, ditambah waktu luang semakin sempit, gadis kecil itu terpaksa melepas seragam sekolah. Saat ia duduk di kelas VII SMP setempat.

Tetap Tersenyum
Andini tetap tersenyum, meski di balik matanya ada duka mendalam. Pancaran wajahnya tak lagi gembira, dan lebih banyak diam. Namun, kedua adiknya menjadi pelipur lara.

Dedi Azwandi, pegiat sosial setempat, tak kuasa menahan lara ketika menceritakan kondisi Andini.

Dengan suara terbata-bata, ia mengaku telah berusaha mengajak ketiga anak perempuan itu ke Kota Pangkalan Kerinci, ibu kota Pelalawan. Jarak rumah Andini dan Pangkalan Kerinci ditempuh selama 4 jam perjalanan.

“Andini bilang terlalu banyak kenangan di rumah itu untuk ditinggalkan,” kata Dedi kepada RIAUONLINE.CO.ID, Kamis, 10 Januari 2019.

Dedi, juga Wakil Ketua Yayasan Mualaf Center Riau, mengatakan di Pangkalan Kerinci nantinya, Andini akan diasuh oleh keluarga yang siap menjaga mereka.

Saat ini, tutur Dedi, sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan kepada keluarga itu. Andini juga dijamin sekolah oleh Badan Amil Zakat Sedekah Nasional (Baznas) hingga mencicipi pendidikan tinggi.

Namun, Andini lagi-lagi belum bersedia meninggalkan rumah peninggalanya ibunya.

“Dia semangat sekolahnya, tapi lebih memilih menjaga adiknya. Kita sedang berusaha mencari solusi terbaik dan membujuk Andini agar bersedia pindah,” ujarnya.

Selain itu, Dedi juga berharap ada bantuan dari para tangan dermawan untuk membantu Andini dan adik-adiknya. Hanya bantuan itu yang dapat meringankan duka gadis Andini dan kedua adiknya.

Sumber: liputan6.com


Leave a Reply