[Kisah Bisnis] Cerita Penjual Aksesoris Handphone yang Ingin Berbisnis Fashion

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Hallo saya Nubly berikut perjalanan bisnis saya dari 2017 sampai 2021.

Tahun 2017, berawal dari suka mengoleksi casing handphone tiba-tiba kepikiran untuk menjualnya, itung-itung nambah uang jajan haha. Mulailah mencari supplier casing handphone, akhirnya saya menemukan supplier importir dikawasan Pluit Jakarta Utara, produk yang pertama saya jual adalah casing handphone dengan modal Rp 500.000 . Awal-awal saya jual ke teman-teman kuliah kemudian mencoba jual ke umum melalui social media Instagram dengan Brand “Ratu Custom”. Alhamdulillah responnya baik, yang awalnya sehari bisa terjual hanya 5 pcs sampai 2019 sehari bisa terjual ratusan pcs.

Tahun 2020, penjualan Januari – Februari masih stabil sampai akhirnya Maret turun drastis disebabkan pertama kali covid-19 masuk ke Indonesia, yang awalnya saya prediksi hanya beberapa bulan akhirnya sampai 1 tahunan tidak kunjung kelar. Omset Maret – Desember tetap menurun tidak ada kenaikan, sampai akhirnya saya kepikiran untuk menutup sementara bisnis aksesoris handphone.

Tahun 2021, tepatnya bulan Januari saya kepikiran untuk mencoba berbisnis fashion muslimah,meskipun ini menjadi tantangan saya sendiri karena sebelumnya belum pernah bejualan produk fashion.

Alasan saya ingin mencoba berbisnis fashion:

1. Market Share konsumsi fashion muslim Indonesia 2019 senilai US$ 20 miliar (Rp 280 triliun dengan kurs Rp 14.000/US$) dengan laju pertumbuhan 18,2% per tahunnya. Pertumbuhannya tiga kali ekonomi nasional. [Artikel CNBC Indonesia, 01 Mei 2019].

2. Untuk pemula, tidak ribet masalah perijinan. Jika kalian ingin berbisnis skincare atau makanan minuman harus dengan ijin BPOM/ Halal MUI/ PIRT, beda jika kalian ingin berbisnis fashion tidak perlu ijin berikut.

3. Produk awet tidak ada kadaluarsanya. Jika bisnis makanan dan skincare beresiko kadaluarsa, maka bisnis fashion mau disimpan bertahun-tahun pun tidak membahayakan untuk digunakan.

Dimulai buat business model sampai patenkan merk “Kata Ibu Aku Cakep” di kemenkumham. Penting untuk pengusaha patenkan merk kalian supaya tidak ada plagiasi dan penyalahgunaan merk kalian sama orang lain.

Berikut filosofi merk “Kata Ibu Aku Cakep” = Pandangan orang lain terhadap diri kita ada yang menyambutnya dengan positif dan ada pula yang negatif, entah itu pandangan fisik/ pemikiran/ harta/ jabatan dll. Maka orang yang selalu akan mensupport kita pertama kali itu keluarga khususnya Ibu. Dari situ saya menyimpulkan seburuk atau sekurang apapun kita dimata orang lain, kita akan dipandang sempurna atau cakep dimata keluarga khususnya Ibu, mungkin Ibu tidak menampakan pandangan sempurnanya langsung ke kita tapi percayalah didalam sujudnya ada doa untuk anak-anaknya mencapai kesuksesan.

Hal yang menarik dari usaha yang kami rintis:

1. Kami mengusung konsep kerja jarak jauh (Remote Working) untuk memperoleh fleksibilitas bekerja dalam hal tempat dan waktu kerja dengan bantuan aplikasi – aplikasi atau software – software tertentu.

2. Kami akan mengkombinasikan platform digital social media, marketplace, website yang dimana akan memberikan jangkauan yang lebih luas dan kemudahan bagi customer untuk transaksi di Online Shop kami.

3. Kami memberikan jaminan kepuasan setelah belanja (after sales) di Online Shop kami, bilamana pembeli merasa tidak puas atau ada produk yang cacat maka kami garansi untuk refund atau return dengan mudah tanpa ribet.

4. Kami juga mengedepankan pilihan inovasi variasi yang sedang ngetren sesuai market fashion muslimah generasi milenial dan Z.

Sadar diri karena saya tidak bisa menghandle semuanya maka saya mengajak 2 rekan untuk bergabung bersama “Kata Ibu Aku Cakep”. Saya fokus produksi, rekan saya focus untuk marketing dan talent.

Harapan saya, semoga Brand “Kata Ibu Aku Cakep” dapat diterima produknya khususnya oleh muslimah di Indonesia dan global, bisa bersaing secara lokal dan interlokal serta dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia untuk yang ingin memulai pakaian menutup aurat.

 

Sumber: Lihat link


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments