Kenali Ciri Penipuan Berkedok Kiriman Paket dari Luar Negeri dan Cara Mengatasinya

Berbagai jenis kejahatan kian bermunculan di tengah perkembangan teknologi dan informasi, salah satunya penipuan berkedok kiriman paket dari luar negeri. Jenis kejahatan ini muncul diakibatkan tingginya minat masyarakat menggunakan layanan pengiriman dari luar negeri.

Hanya melalui HP, seseorang bisa dengan leluasa untuk mendapatkan barang dari luar negeri. Diketahui, pengiriman barang dari luar negeri membutuhkan clearance (biaya bea cukai dan biaya admin lainnya) agar barang tersebut bisa masuk ke dalam negeri.

Kesempatan ini lah yang dimanfaatkan pelaku untuk meminta korban melakukan pembayaran clearance terlebih dahulu. Lantas bagaimana cara mengetahui ciri-ciri penipuan berkedok kiriman paket dari luar negeri?

Melansir dari laman bca.co.id, Kamis (30/6), terdapat enam ciri penipuan lewat pengiriman paket luar negeri yang harus diketahui masyarakat. Antara lain:

– Pelaku memiliki dua (2) bagian tugas. Pertama, sebagai orang yang modus ke target dan pelaku lainnya bertindak sebagai pemilik kurir palsu
– Umumnya pelaku akan melakukan pendekatan personal dengan modus berkenalan dengan target melalui sosial media.
– Kemudian, pelaku mengaku akan memberikan hadiah kepada target.
– Selanjutnya, pelaku akan akan mengirimkan hadiah melalui kurir palsu dan mengirimkan resi palsu kepada target.
– Lalu, barang akan diberitakan telah sampai di Indonesia namun pihak kurir palsu mengaku tidak bisa mengirimkan barang karena membutuhkan pembayaran clearance.
– Setelah itu, target akan diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke akun pelaku untuk pembayaran clearance.

Tips untuk Menghindar dari Penipuan

Setelah korban mentransfer sejumlah uang, pelaku akan pergi dan menghilang tanpa jejak. Di posisi ini, target akan kesulitan untuk melakukan verifikasi baik terhadap pihak kurir dan juga pihak bank yang menjadi penerima uang.

“Hal ini dikarenakan pengiriman uang bisa tersembunyi oleh batas negara sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memprosesnya. Setelah proses birokrasi antar 2 bank selesai, uang sudah diambil terlebih dahulu oleh si penipu. Huhu, berharap untung malah buntung,” tulis BCA.

Menghindari kejadian naas tersebut, masyarakat dapat menerapkan sejumlah langkah berikut ini agar terhindar dari korban kejahatan, yakni:

– Jangan mudah percaya pada hadiah, pastikan kebenarannya dengan meminta bukti konkret.
– Kemudian, selalu cek resi di website kurir yang asli sebelum melakukan transfer.
– Hubungi Halo BCA 1500888 jika kamu terlanjur kena tipu untuk melaporkan kejadian ini.

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang terdekatmu agar kamu dan mereka semua terhindar dari modus penipuan jenis ini. Tak kalah penting, selalu berhati-hati dalam menerima tawaran suatu barang. [azz]

Sumber: Lihat


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Close
Open
×
x