Istri Berzina Atau Selingkuh, Wajibkah Diceraikan? Ini Dalilnya

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Zina, apalagi bagi yang telah menikah adalah dosa besar, pelakunya wajib dikenakan hukum jilid (cambuk) 100 kali jika belum pernah nikah, dan wajib dirajam jika telah pernah menikah, tidak ada perbedaan pendapat ‘ulama dalam hal ini.

Hanya saja, jika karena suatu hal (misalnya tidak cukup saksi dan tidak mengaku di pengadilan, atau pengadilannya tidak memakai hukum Islam).

Sehingga hukuman rajam tidak ditegakkan, apakah istri tersebut otomatis terceraikan?

Mayoritas ahli Ilmu, seperti Imam Mujâhid, Atha’, An Nakha-i, Ats Tsaury, as Syafi’i, Ishaq dan ashâbur ro’yi berpandangan bahwa ikatan pernikahan tidak otomatis terputus karena perzinaan yang dilakukan salah satu pasangan.

Berbeda dengan Jabir bin Abdullah, al Hasan dan ‘Ali, mereka berpandangan bahwa jika wanita berzina, maka dia dipisahkan dari suaminya, dan tidak mendapatkan apapun dari suaminya. (lihat Ibnu Qudamah (w. 620 H), Al Mughni, 7/142 di bagian akhir tulisan).

Jika tidak otomatis terjadi perceraian gara-gara perzinaan, lalu mana yang seharusnya dilakukan, mempertahankan pernikahan ataukah menceraikannya?, dalam hal ini perlu dilihat:

Jika istri yang selingkuh tersebut benar-benar bertaubat, yang taubatnya nampak dalam perubahan cara bergaulnya, menghapus segala kenangan bersama selingkuhannya, dan suaminya siap memaafkannya dan menutupi aib istrinya, maka boleh saja suaminya mempertahankannya.

Namun jika suami tidak bisa memaafkan istri, dan justru menjadikan hal tersebut alasan untuk mendzalimi istri yang telah bertaubat itu, maka sebaiknya istri tersebut diceraikan saja.

Adapun jika istri yang berzina tersebut tidak ada tanda-tanda bertaubat, maka para ‘ulama berbeda pendapat,

sebagian membolehkan suami mempertahankannya, sebagian lain mewajibkan suami untuk menceraikannya.

Hemat saya, dalam kondisi seperti ini (istri tidak ada tanda-tanda taubat), jika suami ingin tetap mempertahankan pernikahannya, maka dia wajib mendidik istrinya agar segera bertaubat.

Jika tidak dilakukan, atau sudah dilakukan ‘treatmen’ namun istrinya tetap seperti itu dan ada peluang mengulangi perbuatannya, maka suami wajib menceraikannya.

Suami yang membiarkan hal tersebut terjadi termasuk dayyûts, yang dicela dalam Islam.

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ، وَالدَّيُّوثُ

“Tiga orang yang Allah tidak akan melihat mereka (tidak meridhai mereka) pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bergaya lelaki, dan dayyûts.” (HR. Ahmad).

وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخَبَثَ

“Lelaki dayuts yang membiarkan perbuatan keji pada keluarganya.” (HR Ahmad).

Bagaimana jika yang berzina adalah suaminya?, dalam hal ini istri juga berhak (boleh) mengajukan cerai kepada suaminya, suami boleh menceraikan boleh juga tidak.

Jika suami tidak mau menceraikan dan istri tidak bisa menerimanya serta sulit menjalankan ketaatan kepada suaminya, istri boleh megajukan fasakh atau khulu’.

Allaahu a’lam.

Sumber: mtaufiknt.wordpress.com


Leave a Reply