Israel Bunuh Anak Palestina Setiap Tiga Hari Selama 18 Tahun


Pasukan pendudukan Israel membunuh sekitar 2.000 anak Palestina sejak Intifada Kedua pecah pada September 2000.

“Itu artinya, tentara Israel membunuh seorang anak Palestina setiap tiga hari sekali selama 18 tahun,” tulis kantor berita Anadolu.

Ayed Qteesh, Direktur Cabang Palestina, mengatakan kepada Anadolu, Israel juga menahan dan memenjarakan sekitar 700 anak Palestina setiap tahun.

“Dia menuduh pasukan pendudukan Israel menempatkan anak-anak ke dalam kerangkeng besi sebelum mereka dibawah ke pengadilan,” tulis Middle East Monitor.

Menurut laporan kelompok hak asasi manusia, otoritas pendudukan Israel telah menahan lebih dari 14 ribu anak Palestina sejak dimulainya Itifada Kedua, 350 di antaranya ditahan dalam penjara.

Israel mendapatkan keceman dunia internasional setelah serdadu mereka menahan Ahed Tamimi ketika gadis berusia 16 tahun melakukan perlawanan terhadap tentara pendudukan.

“Dia ditahan Israel setelah menampar tentara dan didakwa melakukan 12 pelanggaran, tulis Al Jazeera.

Menurut laporan Electronic Intifada, Januari 2018, serdadu Israel membunuh setidaknya 14 remaja laki-laki dan perempuan Palestina berusia di bawah 18 tahun selama 2017.

“Mereka ditembak mati pasukan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama 2017,” Electronic Intifada melaporkan.

Adapun tahun paling menderita bagi anak-anak Palestina terjadi pada 2016. Ketika itu, Israel menembak mati 21 anak Palestina.

“Itu adalah tahun paling mematikan bagi anak-anak Palestina di daerah pendudukan Tepi Barat.”

Sumber: tempo.co



Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Close