Insentif Direksi BPJS Kesehatan Rp 342 Juta/Bulan, DPR: Punya Hati?

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Anggota Komisi IX DPR RI menyoroti besarnya insentif yang diterima Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan di tengah defisit keuangan yang sedang dialami perusahaan.

Anggota Komisi IX Dewi Asmara dari fraksi Partai Golkar membeberkan, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) direksi memperoleh insentif sebesar Rp 342,56 juta per bulan.

Sedangkan, insentif yang diterima Dewas per bulannya sebesar Rp 211,14 juta per bulan.

“BPJS Kesehatan menganggarkan beban insentif kepada direksi sebesar Rp 32,88 miliar.

Jika dibagi ke 8 anggota direksi, maka setiap anggota direksi mendapatkan insentif Rp 4,11 miliar per orang. Dengan kata lain seluruh direksi menikmati insentif Rp 342,56 juta per bulan.

Sementara beban insentif Dewas juga antara lain kepada 7 Dewas rata-rata sebesar Rp 2,55 miliar.

Jika dalam 12 bulan, insentif yang diterima Dewas adalah Rp 211,14 juta per bulan,” ungkap Dewi di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Dengan besarnya insentif tersebut, menurut Dewi seharusnya direksi dan dewas bisa melakukan efisiensi.

Pasalnya, secara keseluruhan, operasional BPJS Kesehatan mencapai Rp 4,07 triliun pada tahun 2020 ini.

“Penghematan dana jaminan sosial harusnya dengan efisiensi dana operasional BPJS Kesehatan. Saya ambil contoh, untuk tahun 2020 diperkirakan dana operasional adalah Rp 4,07 triliun. Harusnya ini ada efisiensi,” tegas Dewi.

Ia menuturkan, seharusnya efisiensi bisa dilakukan sehingga dananya bisa dialokasikan untuk mensubsidi peserta BPJS Kesehatan kelas III mandiri.

“Dengan kata lain kalau kita berbicara mengenai suatu badan yang rugi, mbok ya ada hati juga untuk mengadakan penghematan. Tentu dengan mengadakan efisiensi operasional, saya mengharapkan bisa menemukan angka untuk bisa mendapatkan yang 2 juta lagi (peserta mandiri yang bisa dimasukkan dalam Penerima Bantuan Iuran/PBI). Jadi yang 17 juta didapatkan dari piutang PBPU yang masih understated sebesar Rp 3,64 triliun, dan sisanya diambil dari situ (penghematan operasional),” pungkas Dewi.

Sumber: detik.com


Leave a Reply