INILAH Dokter Spesialis Penakluk Bidan, 2 Bidan Cantik Bersuami Ditidurinya, Rekam Adegan di Ranjang

INILAH Dokter Spesialis Penakluk Bidan, 2 Bidan Cantik Bersuami Ditidurinya, Rekam Adegan di Ranjang

Skandal perselingkuhan dokter dan perawat di Puskesmas Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember memasuki babak baru.

Dokter AM selaku Kepala Puskesmas Curahnongko yang selingkuhi Bidan AY akan segera diperiksa polisi.

Sebab, suami bidan AY yang merupakan dokter gigi  di puskesmas serupa.

Apalagi video perselingkuhan sejoli itu viral di media sosial.

Sebelumnya video perselingkuhan istrinya dengan Dokter AM viral.

Dokter AM dan Bidan AY pemeran video mesum di rumah dinas Kepala Puskesmas Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember diperiksa di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jember.

Suami bidan AY akhirnya mengadu ke Polres Jember.

Saat ditemui di Polres Jember, dokter gigi ini menegaskan ingin kasus video syur itu diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

“Atas dukungan warga juga, saya datang ke sini (Polres Jember) untuk konsultasi dan berkomunikasi lebih lanjut atas video syur yang beredar.”

“Kami ingin kasus ini diusut dan ada penegakan hukum, supaya yang seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar dokter gigi tersebut seperti dilansir surya.co.id.

Dia mengakui, saat ini rumah tangganya hancur.

Apalagi, anaknya, turut menjadi korban pascaberedarnya video syur yang dilakukan di rumah dinas Puskesmas Curahnongko.

Suami Bidan AY dalam perkara ini akan melengkapi berkas dan membuat pelaporan.

“Jika nanti berkas sudah lengkap, dan dengan dukungan dari warga, saya akan komunikasi lebih lanjut dengan polisi,” terangnya.

Informasi yang dikumpulkan SURYA.co.id, saat ini Bidan AY tinggal di rumah saudaranya, atau tidak tinggal serumah dengan sang suami dan anak-anaknya.

tribunnews

Ilustrasi video mesum (dok)

Ternyata bukan kali ini saja, Dokter AM berselingkuh dengan bidan di Puskesmas Curahnongko.

Sebelumnya pada tahun 2008-2009, Dokter AM juga berselingkuh dengan bidan yang suaminya bekerja sebagai perawat di puskesmas lain.

Namun dalam perselingkuhan pertama, ulah dokter AM bukan terungkap dari video syur yang seperti dilakukan dengan bidan AY di rumah dinas.

Tetapi diketahui sang suami sepulang sekolah dari Belanda.

Akibat perselingkuhan itu, Pak Mantri menceraikan istrinya.

Pak Mantri kini bertugas di Puskesmas Kecamatan Jenggawah.

Pak Mantri itu kini sudah bercerai dengan sang istri yang pernah berselingkuh dengan dokter AM.

“Peristiwanya tahun 2008 – 2009. Ketika itu, saya masih belajar di Belanda,” ujar Pak Mantri.

Ia tahu-tahu istrinya selingkuh dengan dokter AM setelah pulang dari studi di Belanda.

Saat itu, dia berdinas di Puskesmas Ambulu, sedang mantan istrinya berdinas di Puskesmas Curahnongko.

Karena mengetahui perselingkuhan Pak Dokter AM dengan istrinya, ketika itu, maka dia melapor ke Dinas Kesehatan, Inspektorat, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Selain itu, Pak Mantri itu juga mengurusi berkas perceraian ke Pengadilan Agama.

“Rumah tangga saya hancur, dan kami bercerai. Anak-anak saya yang menjadi korban,” ujarnya.

Atas ulah perbuatan pertama, dokter AM mendapatkan sanksi atas laporan Pak Mantri.

Dokter AM ditempatkan di Dinas Kesehatan selama empat bulan.

Setelah itu kembali ke beberapa Puskesmas dengan jabatan Kepala Puskesmas.

Pada Januari 2020 lalu, AM kembali ditugaskan ke Puskesmas Curahnongko.

Nah Pak Mantri itu juga sedang berdinas di Puskesmas itu.

“Dia ditempatkan lagi di Puskesmas Curahnongko awal tahun ini. Saya dinas di sana juga. Akhirnya saya minta pindah, karena saya pasti tidak nyaman bekerja satu tempat dengan dokter itu,” ujarnya.

Akhirnya dia dipindah ke Puskesmas Kemuningsari Kidul Kecamatan Jenggawah.

Kini, baik Pak Mantri maupun dokter gigi suami Bidan AY meminta ada penegakan hukum atas tindakan asusila yang terekam di video itu.

“Supaya ada efek jera, dan tidak ada lagi keluarga lain yang menjadi korban,” tandasnya.

Diperiksa di Dinkes

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember, Dyah Kusworini yang dihubungi membenarkan.

“Sedang pemeriksaan,” ujar Dyah melalui pesan singkat kepada SURYA.CO.ID, Kamis (12/11/2020).

Sementara itu, Plt Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief meminta Dinkes menindaklanjuti kasus tersebut.

Mulai Kamis (12/11/2020) ini, mereka yang bersangkutan dengan video yang tersebar itu diperiksa.

“Saya sudah minta Dinkes menindaklanjuti. Hari ini sepertinya sudah mulai pemeriksaan,” ujar Kyai Muqit yang dikonfirmasi usai mengikuti rapat daring dengan Mendagri, Kamis (12/11/2020).

Kyai Muqit mengaku sudah menerima informasi kasus itu.

Ia meminta supaya ada penelusuran dan pemeriksaan dari instansi terkait.

“Untuk hasilnya dan sanksinya nanti seperti apa, saya harus menunggu hasil pemeriksaan dari Dinkes,” jelasnya.

Diharapkan dalam waktu dekat hasil pemeriksaan sudah keluar.

Jenis sanksi yang menanti kedua PNS jika terbukti melakukan perselingkunghan dan perzinahan, apalagi di rumah dinas?

Kyai Muqit menjawab sanksinya akan disesuaikan dengan peraturan pada ASN.

“Tentunya harus sesuai peraturan. Jadi menunggu hasil pemeriksaan dulu ya,” paparnya.

Polisi Turun Tangan Redam Warga

Pascatersebarnya video panas oknum Kepala Puskesmas Curahnongko dengan bidan setempat, penyidik kepolisian Polres Jember langsung merespons.

Polisi akan menindaklanjuti kasus video syur dokter dan bidan, jika ada pengaduan. Sebab unsur pidana dalam peristiwa itu merupakan delik aduan.

“Perzinahan itu delik aduan. Kami sudah koordinasi dengan Reskrim Polsek Tempurejo untuk menindaklanjuti,” ujar KBO Satreskrim Polres Jember Iptu Solekhan Arif, Kamis (12/11/2020).

Perzinahan dalam tayangan video yang dilakukan keduanya merupakan kasus delik aduan.

Sedangkan pelanggaran UU ITE bisa dikembangkan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolsek Tempurejo, AKP Zuhri, mengatakan pihaknya langsung melakukan kegiatan pemeliharaan ketertiban masyarakat setelah merebaknya informasi video syur itu.

“Bhabinkamtibmas Desa Curahnongko langsung bergerak melakukan Harkamtibmas. Kami sarankan kepada masyarakat untuk menempuh jalur pengaduan yang semestinya. Kalau pidana ke polisi. Kalau terkait kedinasan ya ke Dinas Kesehatan,” ujar Zuhri kepada Surya.co.id

Kapolsek berharap tidak ada gejolak warga di desa setempat setelah terungkapnya perbuatan dokter dan bidan yang menyebar secara berantai lewat WhatsApp.

Direkam Sang Pria

Aksi mesum yang dilakukan dokter AM dengan si bidan yang masih menggunakan seragam dinas (kheki) berlangsung di rumah dinas pada  siang hari antara pukul 12.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

Pasalnya, dalam rekaman CCTV yang terpasang, si wanita tampak keluar dari rumah dinas terekam pukul 14:06:09.

Ia terlihat berjalan kaki di antara paving stones di depan rumah dinas.

Di depan rumah dinas ada mobil jenis Honda warna putih.

Pintu depan mobil bagian kanan terbuka.

Secara lamat-lamat, bagian depan nopol mobil N xxxx.

Aksi tak sepantasnya itu menyebar lewat WhatsApp ke beberapa orang (bukan grup).

Meski beredar di kalangan intern, video syur itu cepat meluas karena menyangkut pejabat penting.

Video yang diterima beberapa orang ada empat, tapu satu di antaranya video syur.

Beberapa lainnya, adalah rekaman CCTV dan bukan gambar syur.

Rekaman CCTV yang ada itu diperkirakan memperkuat adegan yang tak sepantasnya dilakukan.

Karena video itu menunjukkan aktivitas dua orang tersebut.

Nah satu video syur berdurasi 48 detik, menunjukkan wajah bu bidan.

Video yang sudah menyebar dan membuat        geleng-geleng masyarakat setempat itu, ditengarai direkam sendiri oleh si lelaki.

Informasi yang diperoleh, adegan gambar bergoyang-goyang itu diduga saat pengambilan gambar dengan tangan kiri oleh si lelaki, akibat goyangan dari wanita gambar tidak terlihat jelas.

Dalam tayangan video berdurasi 48 detik itu, si wanita atau bidan cantik itu terlihat mengenakan baju kheki serta kerudung motif kembang.

Sementara, bagian bawahnya terlihat menumpang di tumpuan kaki si laki-laki yang nota bene seorang dokter.

Dari tangkapan layar, saat si wanita bercinta mengenakan masker diturunkan sampai dagu.

Akhir sesi, wanita mengambil celana hitam dikibas-kibaskan sebelum dipakai.

Nah, dari rekaman CCTV yang ada, si wanita itu keluar dari rumah dinas pukul 14:06:09.

Ditengarai, aksi bejat antara dokter dan bidan dilakukan siang hari. Atau saat jam pulang kerja.

Di halaman rumah dinas tersebut terlihat mobil jenis Honda warna putih.

Lokasi Puskesmas Curahnongko berbatasan dengan Taman Merubetiri.

Menyebar Secara Berantai

Kepala Tata Usaha/Kepegawaian Puskesmas Curahnongko, Moh Sholeh yang dihubungi, mengakui video mesum tersebut.

Dia menyebut, keduanya adalah seorang dokter dan bidan. Si pemeran laki-laki adalah seorang dokter, dan si perempuan adalah seorang bidan.

“Ya, dokter dan bidan,” ujar Sholeh.

Bahkan sang dokter adalah pejabat di Puskesmas Curahnongko. Pemeran video syur itu terbongkar karena videonya beredar melalui percakapan WhatsApp.

Bahkan sejumlah warga Desa Curahnongko kebagian kiriman video yang tak layak tersebut. Warga yang resah dan penasaran, lantas mengadu ke Sholeh, juga ada yang mengadu ke wartawan.

Sholeh yang mengetahui video itu langsung bisa mengenali salah satu orang yang ada dalam rekaman.

Wajah wanita itu memang terlihat sehingga Sholeh tak sulit mengenalinya.

Memang ada beberapa video yang beredar, satu di antaranya video syur.

Beberapa lainnya, adalah rekaman CCTV dan bukan gambar syur.

Semua video menunjukkan aktivitas dua orang tersebut.

Satu video syur berdurasi 48 detik, menunjukkan wajah bu bidan.

Lawan mainnya, yang akhirnya diketahui adalah seorang dokter, tidak terlihat di video tersebut.

Lelaki yang diduga mengambil gambar. Itu terlihat dari video yang bergerak ketika merekam adegan tak senonoh antara dokter dan bidan.

Ketika video itu beredar, akhirnya diketahui siapa perempuan itu. Sholeh pun mencoba klarifikasi kepada bidan tersebut.

Dari bidan itu pula, diketahui jika sang lelaki adalah seorang dokter.

Setelah klarifikasi, juga diketahui jika perbuatan tak sepantasnya itu dilakukan di rumah dinas dokter di Puskesmas itu.

“Sudah saya klarifikasi, dan keduanya mengakui,” imbuh Sholeh.

Keduanya kemudian diminta membuat pernyataan pengakuan.

Sholeh akhirnya memilih meneruskan hasil klarifikasi tersebut ke Dinas Kesehatan.

“Selanjutnya bukan wewenang saya lagi. Jadi saya serahkan ke Dinkes, karena untuk selanjutnya tugas dinas terkait. Sedangkan untuk video tersebut, saya tidak bisa mengomentari,” lanjutnya.

Ketika ditanya, siapa yang menyebar video syur itu ke sejumlah warga Curahnongko, Sholeh tidak mengetahuinya.

Nomor yang awal menyebarkan video tersebut tidak bisa dihubungi, ketika seorang warga mencoba menelepon nomor tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Surya, perbuatan mesum antara dokter dan bidan diduga terjadi bulan Oktober 2020. Hal itu terekam dari kamera CCTV saat keduanya keluar dari rumah dinas tersebut.

Sumber: Klik disini


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments