Ini Cerita di Balik Foto ‘Biksu Membantu Pria Berwudhu’ yang Viral di Media Sosial

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Belakangan ini, beranda media sosial kita ramai dihiasi foto seorang biksu membantu pria mengambil air wudu.

Foto itu diambil oleh Ivan Mardiansyah yang bekerja untuk koran Lombok Pos.

Menurut Ivan, seperti dilaporkan BBC, foto itu dia ambil pada Mei 2018 lalu.

Dalam foto itu nampak seorang biksu dengan jubah oranye menuangkan ember berisi air.

Air itu dipakai seorang pria berpeci dan bersarung, untuk membasuh wajah dan kakinya.

Beberapa warganet mengunggah foto tersebut di media sosialnya dan disukai oleh banyak orang.

Posting @billykhaerudin ini misalnya, disukai oleh 10.000 orang dan di-retweet lebih dari 7.000 kali.

“Foto itu saya ambil dengan tujuan untuk menunjukkan toleransi, dan untuk menyingkirkan kata ‘intoleran’ dari Indonesia,” kata Ivan saat dihubungi oleh BBC News Indonesia melalui telepon.

Saat itu bulan Ramadan, beberapa saat setelah meledaknya beberapa bom di Surabaya yang menewaskan 28 orang.

“Waktu itu media sedang gencar dengan berita bom Surabaya, kemudian saya izin dengan redaktur untuk mengambil gambar toleransi di desa Bentek, Lombok Utara,” kata dia.

Menurut Ivan, Desa Bentek memang sudah terkenal sebagai desa dengan tiga agama yang hidup berdampingan secara rukun.

Penganut Islam, Hindu dan Buddha hidup bersama di desa yang juga berisi sebuah wihara besar.

Saat itu hari Jumat. Azan Jumat sudah berkumandang saat Ivan melihat seorang pria sedang berwudhu dibantu seorang biksu.

“Itu momennya cepat sekali. Saya cepat-cepat ambil foto sampai tidak sempat setting kamera, jadi cahayanya agak over,” kata Ivan.

Sumur tempat pria tersebut berwudu memang terletak di belakang wihara.

Pria tersebut buru-buru berwudu karena lokasi masjid masih agak jauh dan azan sudah berkumandang.

Meskipun kurang puas dengan kualitas teknis fotonya, Ivan tetap mempublikasikan foto tersebut karena dia merasa foto tersebut dapat menggambarkan toleransi di Indonesia.

“Dipakai Untuk Politik”
Ketika menyadari fotonya menjadi populer beberapa hari terakhir, Ivan merasa senang, tapi juga kecewa.

“Banyak yang mengambil makna toleransinya, untuk itu saya bersyukur,” kata dia.

Dia mengaku kecewa ketika melihat foto tersebut digunakan untuk kepentingan politik.

“Saya agak kecewa juga beberapa kali melihat foto itu dipakai untuk politik, saya tidak setuju foto itu dipakai untuk politik, apalagi buat menyerang calon lainnya,” kata Ivan.

Memantau foto tersebut di aneka postingan di media sosial juga membuatnya sedih karena banyaknya komentar “nyinyir”.

Misalnya, ada komentar yang mengatakan bahwa “umat Buddha ketika menjadi mayoritas, di Myanmar, membantai umat Muslim”.

“Dengan foto ini saya ingin membersihkan nama kedua agama ini. Islam dan Buddha. Jangan menghakimi orang lain atas kejahatan yang dilakukan orang lain hanya karena mereka sama keyakinannya,” kata pria berusia 28 tahun ini.

Dia ingin fotonya tidak ditafsirkan negatif, karena yang dia inginkan hanyalah menunjukkan toleransi.

Sumber: suar.grid.id


Leave a Reply