Ini 18 Ulama Nusantara yang Dikubur di Pemakaman Ma’la Makkatul Mukarramah

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Bebebrapa hari yang lalu, K.H. Maimoen Zubai meninggal dunia saat sedang mengerjakan ibadah haji. Atas permintaan kelurga, Mbah Maimoen dimakamkan di tanah suci.

Dengan dimakamkannya  mbah Maimoen maka sudah ada 18 ulama nusantara yang dimakamkan di pemakaman Ma’la, Makkah

“Setelah 29 tahun, 1 lagi Ulama Nusantara  di makamkan di pemakaman Ma’la atau yang juga dikenal dengan Jannatul Mu’alla, di kota Hajuun, Makkah al-Mukarramah,” tulis KH. Irfan Zidny dalam akun facebooknya.

Setidaknya, inilah ulama-ulama Nusantara yang jasadnya bersemayam di Tanah Suci, di Taman Mu’ala, di pekuburun keluarga besar baginda Rasulullah saw, Makkah al-Mukarramah.

  1. Syaikh Hamzah Fansuri (w. 1527 M )
  2. Syaikh Ahmad Khatib Sambas / Pendiri Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah {TQN} (w.1875)
  3. Syaikh Nawawi al-Bantani (w. 1897)
  4. Syaikh Junaid al-Batawi (akhir abad 19 M)
  5. Syaikh Abdul Haq al-Bantani (w. 1903)
  6. Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (w.1916)
  7. Syaikh Abdul Hamid al-Kudsi (w. 1916)
  8. Syaikh Muhammad Mahfuzh at-Termasi (w. 1920)
  9. Syaikh Achmad Nahrawi Mukhtarom Al Banyumasi (w. 1926)
  10. Syaikh Mukhtar Bogor (w.1930)
  11. Syaikh Umar Sumbawa (w. 1930)
  12. Syaikh Sayyid Muhsin bin Ali al-Musawa (w. 1935 M)
  13. Syaikh Abdul Qadir Mandailing (w. 1956)
  14. Syaikh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi (w. 1956 M)
  15. Syaikh Abdul Karim bin Syaikh M. Hasyim Asy’ari (w. 1972 M)
  16. Syaikh Abdullah Durdum al-Padani (w. 1987 M)
  17. Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Padangi (w. 1990)
  18. Syaikh Maimoen Zubair al-Sarangi (w. 2019).

Meninggal dan dimakamkan di tanah suci termasuk hal yang sangat mulia. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah disana. Sesungguhnya aku akan memberi syafa’at bagi orang yang mati disana” (HR. Tirmidzi)

Keutamaan tersebut tentu tidak bisa dilihat secara kasat mata, sebab hal tersebut hanya bisa dilihat oleh bashirah (mata hati)

“Tapi sungguh, jangan lihat pemakaman ini dengan mata zhahir (bashar), menyaksikan kemuliaannya dengan wujud fisik (zhahiri), karena tidak ada keindahan, ketenangan, kekhusyu’an apapun saat ini di sana. Berjuanglah dengan melihatnya menggunakan Bashirah, niscaya akan terlihat “Taman” nya, dan niscaya mimpi besar kita akan sama dengan beliau, Mbah Moen,” ujar KH. Irfan Zidni.

Sumber: bincangsyariah.com


Tags:

Leave a Reply