Ingat, Ini Mobil yang Boleh dan Dilarang Pakai Pertalite


Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai tidak lantas menyelesaikan masalah jebolnya kuota impor komoditas energi. Jauh sebelum wacana kenaikan harga bensin, pemerintah lebih dulu merancang pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Kabarnya, pemerintah akan membatasi kendaraan yang mengkonsumsi Pertalite. Mobil dengan kapasitas mesin 1.4000 CC, rencananya bakal dilarang menggunakan bensin dengan RON 90 ini.

Namun untuk penerapannya, harus menunggu merevisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM). Sampai saat ini usulan revisi tersebut masih dibahas pemerintah.

“Belum diputuskan,” kata Kepala BPH Migas, Erika Retnowati saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (6/9).

Sebelumnya, pemerintah berencana membatasi mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc menggunakan bensin jenis Pertalite. Erika hanya menyebut pemerintah akan melakukan pembatasan bagi mobil yang boleh membeli Pertalite.

“Rencananya iya (membatasi jenis mobil),” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman. Katanya, kepastian pembatasan dan berbagai turunannya akan dipastikan setelah revisi Perpres 191/2014 terbit. “Lebih baik kita tunggu aja ya,” kata dia.

Bila aturan ini jadi diterapkan, maka kendaraan yang masih bisa menggunakan BBM jenis Pertalite antara lain:

1. Toyota: Agya, Calya, Raize dan Avanza 1.300

2. Daihatsu: Ayla, Sigra, Rocky, Xenia 1.300 dan Sirion

3. Suzuki: Ignis dan S-Presso

4. Honda: Brio

Adapun jenis mobil yang tidak boleh lagi menggunakan Pertalite antara lain:

1. Audi: A5, A6, A8L, Q5, Q7, Q8, RS4 Avant dan RS4 Coupe

2. BMW: Seri 2, Seri 3, Seri 4, Seri 5, Seri 5 Touring, Seri 7, Seri 8, X1, X3, X4,X5, X6,X7, M3, M4, X3M, X4M

3. Chery: Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro

4. Daihatsu: Xenia, Terios, Luxio, Gran Max pikap dan minibus

5. DFSK: i-Auto, Glory 560 dan Super Cab bensin 1.500 cc

6. Hino: Dutro, Ranger, Profia dan Bus

7. Honda: Mobilio, BR-V, HR-V, CR-V, Civic, Civic Type R, City dan Accord

8. Hyundai: Stargazer, Staria, Creta, Palisade dan Santa Fe

9. Isuzu: D-Max, Mu-X, Traga, Elf dan Giga

10. Kia: Sedona, Seltos Diesel, Sonet, Carens dan Carnival

11. Lexus: LS, LC, RX, NX, UX dan LM

12. Mazda: 2 Sedan, 2 Hatchback, 3, CX-3, CX-30, CX-5, CX-8, CX-9, 6 Sedan, 6 Estate dan MX-5

13. Mercedes-Benz: C-Class, E-Class, CLS, GLC, GLE, GLS, S-Class dan Vans

14. Mini: Cooper 3-Door, Cooper 5-Door, Convertible, Clubman, Countryman dan John Cooper Works

15. Mitsubishi: Xpander dan Xpander Cross, Pajero Sport, Outlander PHEV, Triton dan L300

16. Mitsubishi Fuso: Canter dan Fighter X

17. Morris Garage: ZS, HS dan 5 GT

18. Nissan: X-Trail, Livina/Grand Livina dan Serena

19. Peugeot: 3008 dan 5008

20. Renault: Koleos

21. Suzuki: Ertiga, Baleno, XL7, SX-4 S-Cross dan APV

22. Tata: Super Ace, Xenon XT dan HD

23. Toyota: Avanza, Veloz, Voxy, Alphard, Vellfire, Innova, Sienta, Vios, Altis, Rush, C-HR, Corolla Cross, Fortuner, Land Cruiser dan Yaris

24. Wuling: Almaz, Cortez dan Confero

Baca juga:

Jokowi Harap Demo Tolak BBM Naik Berjalan Tertib dan Tidak Anarkis

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa Cipayung Plus Long March ke Gedung DPRD Jember

Pemerintah Hanya Atur Batas Atas Harga BBM Swasta

VIDEO: Sejarah Kenaikan BBM Indonesia, Jokowi Terbanyak Utak-Atik Harga

YLKI Harap Harga Bahan Pangan Tak Naik Gara-Gara Kenaikan BBM

[azz]

Sumber: Lihat


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Close
Open
×
x