Guru SMP Ditinju Wali Murid karena Tak Terima Anak Dijewer, Muntah Darah dan Dibawa ke Rumah Sakit

Seorang guru SMP harus mendapat perawatan di rumah sakit setelah dianiaya oleh wali murid.

Dikutip dari Tribun Timur, Harlawan Ahlak Hansyah (32) seorang guru SMPN 6 Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat ditinju orangtua siswa dalam ruangan kelas pada Selasa (12/3/2019).

Wali murid berinisial A tak terima anaknya, FA (14) yang duduk di bangku 7 SMP dihukum dan dijewer karena tak memasukkan baju seragam.

Dikutip dari Kompas.com, pihak sekolah pun mengundang pelaku untuk melakukan mediasi terkait dugaan penganiyaan tersebut.

Heri Ardiansyah, kerabat korban, menceritakan bahwa kasus penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (13/3/2019).

“Awalnya kedua pihak dipertemukan di sekolah yang dimediasi kepala sekolah. Namun belum terjadi mediasi kekerasan itu terjadi hingga korban jatuh setelah dipukul pelaku,” jelas Heri.

Korban dipukul di bagian kepala hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.

Lalu dia dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju untuk mendapat perawatan.

Saat di UGD, Harlawan merasa kepalanya tidak bisa digerakkan karena sakit, bahkan dirinya alami muntah darah akibat benturan keras.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah, mengatakan A telah ditangkap dan dijerat pasal 351 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara.

“Tapi untuk sementara, diterapkan pasal 351. Kita juga masih selidiki jika ditemukan bukti keterlibatan orang lain maka diterapkan pasal 170 KHUP,” terangnya.

Simak video dibawah ini:

Sumber: tribunnews.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments