Guru SMA di Bojonegoro Membanting Siswanya, Ini Penyebabanya

Guru yang membanting siswanya di sebuah SMA di Bojonegoro telah mendapat sanksi berupa skorsing ngajar selama 3 bulan. Bagaimana cerita di balik kejadian tersebut.

Apa yang membuat sang guru begitu emosi sehingga mencekik leher siwanya. Yang berujung pada siswa yang tak terima dan melabrak gurunya. Pada akhirnya sang guru membanting siswanya.

“Saat itu ada pelajaran Bimbingan Kesiswaan di kelas X. Guru memanggil salah satu siswa ke depan kemudian dinasihati,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro Adi Prayitno kepada detikcom, Selasa (9/4/2019).

Siswa tersebut, kata Adi, dipanggil ke depan karena sering tidak mengikuti kegiatan pramuka yang merupakan kegiatan ekstra kurikuler wajib. Selain itu, siswa tersebut juga berambut gondrong.

Saat dinasihati, lanjut Adi, terjadi sedikit perdebatan. Rupanya guru berinisial AS ini emosi saat didebat yang membuatnya mencekik leher si siswa. Siswa yang tak terima justru berbalik menantang gurunya.

Yang terjadi kemudian adalah dorong-dorongan dan mereka saling bergumul. Dalam pergumulan itu, guru AS membanting siswanya. Siswa lain kemudian datang dan melerai.

“Jadi anaknya itu dipanggil ke depan terus duduk di kursi guru. Ya memang anaknya rada dablek. Tapi yang namanya anak ya tetap anak” kata Adi.

Adi mengaku persoalan ini sudah diselesaikan secara kedinasan. Guru AS yang masih berstatus honorer itu mendapat sanksi berupa skorsing mengajar selama 3 bulan. Selama itu, guru AS akan mendapat pembinaan.

Sumber: detik.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments