Gara-gara Kata ‘Sayang’ di Dalam Pesan Facebook, Zainal Bunuh Mantan Kekasih Istrinya

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Polsek Samarinda Seberang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada 11 November 2018 lalu.

Rekonstruksi itu dilakukan di halaman parkir Polsek, pukul 10.00 Wita, Senin (26/11/2018) pagi tadi.

Selain dilakukan langsung oleh pelaku atas nama Zainal (19), juga hadir dua saksi, diantaranya istri pelaku berinisial DS dan teman korban atas nama Rohid S (19′).

Reka ulang yang mempraktekan adegan per adegan tewasnya korban Edy W (19) , juga dihadiri keluarga korban yang melihat langsung keluarganya menjadi korban penusukan.

Rekonstruksi berjalan dengan lancar tanpa kendala. Terdapat 20 adegan yang dipergakan oleh pelaku, saksi-saksi, serta pemeran pengganti korban, dari 14 adegan awal.

Diawal kejadian, sebelum pelaku mendatangi korban. Pelaku sempat mengirim pesan singkat ke korban dengan aplikasi facebook messenger, menggunakan akun serta handphone istrinya.

Setelah itu, pelaku mengambil parang yang disimpannya di samping pinggang, lalu menuju lokasi pertemuan di Perumahan Keledang Mas Baru, jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, sekitar pukul 21.30 Wita

Sebelum aksi penusukan itu terjadi, pelaku dan korban tampak terlibat percakapan.

Selain kesal karena istrinya kerap diganggu oleh korban, hal lain yang membuat pelaku memutuskan menusuk korban, karena korban tidak mengakui bahwa dirinyalah pemilik akun facebook yang kerap menghubungi istrinya.

“Tidak ngaku kalau akun facebook yang menghubungi istri saya itu dia, setelah itu saya tusuk dibagian dada, lalu dia terjatuh dan saya tinggal pergi,” ucap pelaku, Zainal, Senin (26/1/2018).

Kendati demikian, pelaku mengaku menyesal dengan tindakan yang dilakukannya, bahkan dirinya ingin bertemu dengan pihak keluarga korban, guna langsung meminta maaf telah menghilangkan nyawa anggota keluarganya itu.

“Saya menyesal, saya minta maaf kepada keluarga saya, keluarga istri saya, dan kalau boleh saya mau ketemu sama keluarga korban, untuk meminta maaf secara langsung. Saya minta maaf, tidak ada niatan saya untuk membunuh, saya terbawa amarah saat itu,” jelasnya.

Lanjut dia menjelaskan, dirinya naik pitam saat melihat chat yang dikirim korban ke istrinya, terdapat kata ‘sayang’.

Bahkan, belakangan ini diketahui, korban merupakan mantan kekasih istrinya, sebelum pelaku menikahi istrinya itu setahun yang lalu.

“Dia (korban) mantan istri saya,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Rohid S teman korban mengaku tidak mengenal pelaku dan juga istrinya, dirinya hanya mengantarkan ke korban ke lokasi itu pun hanya sampai di depan pintu masuk perumahan.

Saat itu, korban mengatakan kepadanya untuk diantarkan ke Perumahan tersebut, karena mau mengambil uang dari seorang wanita.

“Saya hanya di depan, dia sendiri masuk ke dalam pakai motor dan membawa handphone saya juga,” ucapnya.

Setelah lama menunggu, dirinya pun masuk ke dalam perumahan, dan menemukan temannya sudah tidak berdaya, tersungkur bersimbah darah.

“Saya ketemu dia sudah tidak sadarkan diri, lalu saya pergi untuk jemput teman, lalu kembali lagi bawa dia ke rumah sakit,” terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Iptu Dedy Setiawan menjelaskan, rekonstruksi itu dilakukan guna mengetahui awal mula hingga pelaku menusukan parang ke tubuh korban, termasuk saat pelaku diamankan kepolisian.

Motif dari aksi penusukan itu tidak lain karena rasa cemburu pelaku, akibat istrinya diganggu oleh korban.

“Motifnya memang karena cemburu, karena istrinya kerap dihubungin oleh pelaku,” jelasnya.

Pelaku pun terancam hukuman yang cukup berat, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, diantaranya 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subs pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan , dengan ancaman kurungan seumur hidup.

Sumber: tribunnews.com


Leave a Reply