Dipaksa Aborsi dan Uang Digelapkan, Pegawai Asuransi Laporkan Pacar ke Polda Metro

Nasib nahas dialami seorang pegawai salah satu perusahaan asuransi berinisial Y. Dia harus menelan pil pahit setelah diperlakukan kasar kekasih berinisial R hingga dipaksa aborsi usai bisnis digeluti sukses.

Kisah miris itu berawal ketika Y mengenal R pada tahun 2013 silam. Y saat itu bekerja di sebuah perusahaan asuransi. Kala itu, R adalah atasan kliennya. Hubungan keduanya semakin dekat hingga menjalin ikatan cinta.

Dari hubungan itu, pada kisaran 2019, Y kemudian hamil dan mengandung anak dari R. Namun R yang kala itu menjabat sebagai presiden agency itu malah menolak bertanggung jawab.

“Jadi korban ini dengan pelaku yang kita laporkan dia pacaran awalnya. Tapi di tengah jalan kemudian terlalu dalam sehingga korban ini hamil. Harapan korban kan kalau kita sudah melakukan hubungan yang terlalu jauh menikah. Tapi ternyata dia tidak mau,” ujar Andrianto kuasa hukum Y saat menemani korban melaporkan sang kekasih ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/7).

Namun harapan Y malah pupus, karena sifat R yang malah berubah bahkan tega menggugurkan kandungan dengan cara memberikan minuman. R mengancam menyebarkan video porno mereka berdua apabila tidak menuruti permintaannya.

Ardianto mengatakan, di bawah tekanan mau tak mau kliennya akhirnya meminum. “Setelah meminum-minuman tersebut, kliennya saya merasakan sakit perut yang sangat luar biasa sehingga membuat janin meninggal,” ujar dia.

Andrianto menerangkan, setelah kejadian itu kliennya dengan R tinggal bersama di sebuah unit apartemen. Semenjak itu, kliennya sering menerima perlakuan kasar seperti dipukul dan di tengah pada bagian wajah dan badan.

“Karena dia juga tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan. Si pelaku barulah memulai semacam skenario begitu dia dianiaya, dia dipukul ditendang, ditonjok dengan harapan dia sudah tidak betah lagi, terus kemudian dia tinggalkan,” ucap dia.

Gelapkan Uang Rp6,5 Miliar

Bukan cuma penganiayaan. Andrianto menerangkan, tindakan R makin menjadi-jadi. Uang hasil kerja keras kliennya yang dititipkan kepada R juga dikuras habis.

“Jadi harta itu dikelola dia (pelaku) jadi dia percaya aja soalnya calon suami. Jadi dibelanjakan rumah, apartemen, mobilnya juga mewah mercy, porche, mini cooper dan setelah itu dibalik nama dia kabur,” ujar dia.

Atas kejadian ini, kliennya mengalami kerugian hingga mencapai Rp6,5 miliar. Itu terdiri dari harta bergerak maupun tidak bergerak.

“Niatnya memang menguras harta. Bahkan harta-harta yang dibeli tadi seperti mobil apartemen, rumah, itu dibalik nama terlapor sendiri. Total ya, kira-kira Rp6,5 M,” ungkapnya.

Andrianto mengatakan, kasus ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Dia menjawab alasan baru menempuh jalur hukum. Padahal, kejadian sudah beberapa tahun silam.

“Perempuan tentu beda dengan kondisi lelaki ya. jadi dia sempat drop, tidak berani melapor karena dipukul. Bahkan, mau bunuh diri sehingga, kalau sekarang ini berproses alhamdulillah banget dia bangkit dan berani melawan,” ujar dia.

Atas perbuatannya, Y pun melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya pada 22 April 2022 dengan nomor LP teregistrasi: STTLP/B/2076 /IV/2022/SPKT/Polda Metro Jaya. [gil]

Sumber: Lihat


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments