Cerita Ibunda Menemukan Jasad Dylan Sahara, Istri Ifan Seventeen yang Meninggal Karena Tsunami

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Istri vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah alias Ifan (35), yakni Dylan Sahara menjadi korban atas tsunami di Selat Sunda, yaitu di Banten dan Lampung.

Dylan Sahara menjadi korban ketika dirinya ikut menemani Ifan, yang saat itu sedang manggung dengan Seventeen, di sebuah acara gathering Perusahaan Listrik Negara (PLN), di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.

Setelah dua hari tidak ada kabarnya, Dylan Sahara ditemukan meninggal dunia dan dibawa ke salah satu Rumah Sakit (RS), di kawasan Serang, Banten.

Ibunda Dylan Sahara, Giwie mengatakan ia menemukan anaknya ketika ia berada di Serang, Banten dan saat menuju satu Rumah Sakit.

“Jadi saya menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu satu hari setelah kejadian. Tetapi, saya tidak boleh melihat TKP, karena masih steril. Kemudian, Senin (24/12/2018) pagi saya menuju rumah sakit dan langsung bertemu dia (Dylan),” kata ibunda Giwie, Dylan Sahara, ketika ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Halim, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) dini hari.

Ketika tiba di RS, ibunda yang ditemani oleh anak bungsunya Luhur dan calon menantunya itu, meminta ke pihak RS untuk diarahkan menuju ruang jenazah.

Saat sampai di ruang jenazah, ia melihat langsung bahwa jenazah wanita tersebut adalah Dylan Sahara.

“Iya pas ke RS pertama Senin pagi, langsung ketemu. Iya memang rezeki saya (langsung ketemu),” ucapnya.

“Pas di RS juga bertemu anak-anak kecil dan itu anak-anak Bani (basis Seventeen), semuanya hidup,” tambahnya.

Setelah memastikan bahwa jenazah wanita itu adalah Dylan Sahara, ibunda mengaku meminta diantarkan menuju TKP.

“Saya dapat informasi, bahwa Dylan itu ya sejajar dengan panggung. Tapi saya mencoba tegar banget,” ungkap ibunda Dylan Sahara.

Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi menerjang pesisir Serang dan menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah Selat Sunda, seperti Lampung Anyer, dan Banten.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami.

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Saat kejadian, grup band Seventeen sedang mengisi acara gathering Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.

Air pasang atau tsunami tersebut menghantam sebuah panggung pertunjukan, dimana saat itu Seventeen sedang beraksi didepan ratusan pegawai PLN.

Air pasang dari laut itu langsung menghancurkan panggung Seventeen. Seketika, semua orang yang berada didepan panggung berhamburan.

Dari personil Seventeen, hanya Ifan sang vokalis yang selamat. Herman Sikumbang (Gitaris), Andi (drummer), Bani (Bassis) menjadi korban dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, termasuk road manajer mereka, Oky Wijaya dan Ujang sebagai crew Seventeen juga meninggal.

Ketiga personil Seventeen pun ditemukan dalam waktu berbeda-beda. Tetapi, Herman, Bani, Oky, dan Ujang sudah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing dan dimakamkan.

Tidak hanya kehilangan keluarga bermusiknya, Ifan juga kehilangan istri tercinta, Dylan Sahara yang meninggal dunia dan menjadi korban atas tsunami atau air pasang Selat Sunda.

Sumber: tribunnews.com


Leave a Reply