Cek Fakta: Cium Bau Cuka Bisa Deteksi Terinfeksi COVID-19 atau Tidak


Situs blogspot jnivirals.xyz membagikan artikel berjudul ‘Tidak Perlu Mengikuti Rapid Test, Hanya dengan Mencium Bau Cuka Bisa Deteksi Seseorang Terkena atau Tidak’. Dalam artikel tersebut, terdapat kutipan dari unggahan akun facebook US Army Garrison Daegu.

Dituliskan Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat di pangkalan militer Daegu, Korea Selatan menerapkan tes mencium cuka bagi para pendatang untuk mendeteksi apakah terpapar Covid-19 sejak 3 April 2020. Langkah ini dilakukan karena ada penelitian beberapa pasien Covid-19 kehilangan indra penciumannya.

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Tempoco, akun facebook US Army Garrison Daego memang memang mengunggah soal penerapan tes mencium cuka untuk mendeteksi personil atau tamu yang mungkin terinfeksi COVID-19. Akun tersebut juga mengunggah foto seorang pengemudi dites penciuman di Gerbang 2 Kamp Henry.

Situs media Newsweek pernah memuat informasi serupa pada 5 April 2020. Tujuan tes penciuman untuk mengidentifikasi pendatang yang mungkin terpapar COVID-19 dengan gejala hilangnya indra penciuman. Tapi hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan metode itu efektif.

Newsweek juga menuliskan cara tersebut hanya inisiatif Garnisun Daegu. Belum diketahui juga penerapan kebijakan tersebut pada Garnisun lainnya.

British Association of Otorhinolaryngology pernah menyebutkan salah satu gejala pasien COVID-19 memang kehilangan indra penciuman. Sebanyak 30 persen kasus positif COVID-19 di Korea Selatan mengalami gejala ini khususnya pada gejala ringan.

Studi yang dipublikasikan jurnal Nature Madicine pada 11 Mei 2020 menyebutkan dari 18.401 responden yang menjalani tes COVID-19, sebanyak 4.668 responden yang positif COVID-19 melaporkan kehilangan indra penciuman dan perasa. Adapun yang hasilnya negatir COVID-19 sebanyak 2.436 tak kehilangan kedua indra tersebut.

Meski begitu, tak semua kasus kehilangan indra penciuman memiliki korelasi dengan COVID-19. National Geographic mempublikasikan pernyataan Direktur Pusat Bau dan Rasa Universitas Florida di Gainesville, Steven Munger.

Steven mengatakan 40 persen orang yang terinfeksi influenza atau flu biasa juga kehilangan kemampuan indra penciuman sementara. Kondisi ini juga umum terjadi pada penderita alergi.

Lebih lanjut, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memang mengkategorikan hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa dalam daftar gejala COVID-19. Tapi ada juga gejala penderita COVID-19 seperti demam, batuk, sulit bernapas, kelelahan, sakit otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, kelelahan, sakit otot, mual muntah dan diare. Tapi gejala ini tak selalu dialami penderita COVID-19.

Untuk memastikan seseorang terinfeksi Corona, mereka harus melalui tes polymerase chain reaction (PCR) yang direkomendasikan WHO.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments