Cara Menuntun Orang Menghadapi Sakaratul Maut Sesuai Sunah

Detik-detik akhir kehidupan atau lebih akrab dikenal dengan sakaratul maut merupakan satu hal yang pasti dialamai oleh setiap insan.

Keluarga bahkan tetangga seringkali gugup bahkan bingung menghadapi keadaan tersebut.

Lantas bagaimana cara menuntut orang menghadapi sakaratul maut?

Agama telah memberikan aturan disetiap keadaan, Tuntunan dalam menghadapi al-Muhtadlir, an-Nawawi  dalam karyanya Minhajut Thalibin, memaparkan tentang tatacara mengahdapinya sebagai berikut:

  1. Menidurkan miring ke arah kanan dan dihadapkan kearah kiblat. Jika kesulitan, maka lentangkan  dengan posisi wajah dan telapak kaki menghadap kiblat.
  2. Dituntun pelan-pelan mengucapkan kalimat syahadat.
  3. Dibacakan surat Yasin.
  4. Memberi motivasi agar berbaik sangka pada Allah.

Perpisahan antara jasad dan nyawa memberikan rasa sakit luar biasa sehingga menimbulkan rasa haus, keadaan ini dimanfaatkan oleh Setan untuk mendatanginya serta membawakan air dan menawarkanya kepada al-Muhtadir dengan persyarat  mau mengakui bahwa “Setan adalah tuhan”

Menghilangkan rasa haus yang diderita al-Muhtadlir merupakan kesunahan bahkan kewajiban bila ada tanda bahwa dirinya membutuhkan untuk menghilangkan rasa dahaga yang di alaminya, dengan cara memberikan segelas air putih. Sebagaiamana fatwa Habib Abdurahman dalam Bughyah al-Mustarsyidin:

وَيُجْرَعُ الْمَاءُ نَدْباً بَلْ وُجُوْباً إِنْ ظَهَرَتْ أَمَارَاتٌ تَدُلُّ عَلَى اِحْتِيَاجِهِ

“Sunah bahkan wajib memberikan minum  apabila ada tanda-tanda orang yang sedang sakaratul maut membutuhkanya”.

Sumber: bincangsyariah.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments