Buka Paksa Pasar Hewan, Pedagang Sapi: Kami Tidak Jualan, Tapi Bank Tiap Bulan Menagih

Sejumlah pedagang sapi memaksa membuka pasar hewan yang terletak di Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (25/6/2020).

Mereka merusak kunci pintu pagar bambu yang menutup pasar itu. Setelah dibuka, mobil pikap yang mengangkut sapi masuk ke dalam pasar.

Para pedagang terlihat berkumpul dan menurunkan sapi mereka satu per satu. Beberapa di antara pedagang memakai masker, sebagian tidak.

Salah satu pedagang sapi, Sholeh mengatakan, jalan menuju pasar sapi itu telah ditutup sejak 9 April untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Tapi, pedagang memaksa membuka pasar karena tak memiliki pemasukan lain.

“Kami tadi masuk dan jualan pukul 08.00 WIB, kami terpaksa melakukan itu karena pemasukan tersendat sejak lama tidak berjualan karena pandemi Covid-19,” kata Sholeh saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi.

Sholeh mengatakan, para pedagang pusing mencari uang untuk menafkahi keluarga.

Belum lagi, cicilan yang harus dibayar kepada bank. Sebab, sebagian besar pedagang meminjam modal berdagang sapi dari bank.

“Kami berternak sapi modalnya dari pinjaman bank. Kami lama enggak jualan sapi, tapi pihak bank tiap bulan datang menagih. Kalau tidak jualan dapat dari mana? Kalau orang yang punya gaji bulanan enak, enggak bingung. Kalau kami?” ujar Sholeh.

Pedagang lain, Muhammad berharap, Pemkab Probolinggo segera membuka kembali pasar hewan tersebut.

Apalagi, Hari Raya Idul Adha sudah semakin dekat.

“Ini hampir Idul Adha, mohon kiranya pasar hewan dibuka. Kami siap mengikuti protokol Covid-19, yang penting bisa jualan lagi,” kata Muhammad.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menegaskan, pasar hewan itu belum mendapatkan izin untuk dibuka.

Pihaknya tak mampu menghalau dan membubarkan pedagang ternak yang menerobos masuk. Dwijoko menyebut, jumlah pedagang yang memaksa pasar buka terlalu banyak.

“Tadi kami kekurangan aparat untuk menghalau mereka. Kami juga sudah melakukan pendekatan persuasif kepada paguyuban pedagang sapi, tapi mereka tetap memaksa,” kata Dwijoko.

Dwijoko mengaku sedang menyusun rekomendasi terkait pasar hewan di Kabupaten Probolinggo yang masih ditutup untuk memutus mata rantai penyebaran corona.

“Mudah-mudahan secepatnya ada perubahan dari penutupan pasar hewan yang ditutup sejak beberap waktu lalu karena pandemi,” pungkas Dwijoko.

Sumber: kompas.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments