Bocah 4 Tahun di Jambi Diculik dan Dibunuh, Keluarga Bayar Rp3 Juta untuk Autopsi

Seorang bocah berusia 4 tahun di Jambi diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Mirisnya, keluarga harus membayar Rp3 juta agar korban diautopsi.

Korban berinisial Ky. Jasadnya ditemukan di instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan kuburan cina, Rt 13, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin (25/7).

Sebelumnya, Ky hilang pada Sabtu (23/7). Keluarga telah melaporkan hilangnya bocah itu ke polisi.

Warga Kumpulkan Biaya Autopsi

Dua hari setelah hilang, Ky ditemukan tidak bernyawa. Pihak keluarga meminta untuk dilakukan autopsi di salah satu rumah sakit Jambi. Karena mereka tidak ada biaya, masyarakat setempat mengumpulkan sumbangan.

“Iya, sejak anak kami ditemukan di dalam IPAL. Kami curiga jadi kami minta autopsi. Dikarenakan kami tidak ada uang, jadi kami meminta sumbangan untuk biaya autopsi. Kami mendapatkan uang itu Rp6 juta lebih dan untuk biaya autopsi itu Rp3 juta lebih,” kata Efendi, kakak Ky saat diwawancarai wartawan, Kamis (28/7).

Efendi menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi, Ky telah meninggal 2×24 jam. Di tubuhnya ditemukan bukti tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

“Ada tindakan kekerasan dan pelecehan seksual, saat dokter periksa, kami juga dijelaskan untuk bagian tengkorak belakangnya hancur, bagian lehernya patah, bagian matanya memar kena pukulan,” jelas Efendi.

Penculik Minta Rp25 Juta

Pembunuhan ini juga diduga bermotif penculikan. Dugaan ini muncul karena saat

Ky hilang, keluarga sempat juga terjadi ancaman yang dikirim melalui SMS. “Cabut laporan di polisi”.

“Iya, ada ancaman dari seorang yang tidak dikenal dan kami tambah curiga ada indikasi penculikan,” jelas Efendi.

Ia menyampaikan, ancaman itu masuk ke nomor handphonenya. Pelaku meminta tebusan sebesar Rp25 juta agar Ky selamat.

“Ia benar, dan kami menduga ada penculikan dan nomor itu tidak aktif lagi serta nomor orang tersebut kita sudah kasih ke pihak kepolisian. Kami juga berharap semoga pelakunya segera ditangkap supaya tidak ada korban lagi seperti Ky,” harap Efendi.

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Terpisah, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jambi, Kompol Handres mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP.

“Kita ke TKP lagi mencari cari apa saja bisa jadi petunjuk,” katanya.

Ia mengatakan, sudah ada memeriksa berapa saksi yang dalam kejadian tersebut. “Baik saksi yang sempat ketemu sama korban pada hari Sabtu pagi. Kita saat ini lagi tahap penyelidikan,” tutupnya.

Reporter: Hidayat. [yan]

Sumber: Lihat


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments