BI Perwakilan NTT Musnahkan Uang Senilai Rp 2,7 Triliun, Ini Alasannya

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

KUPANG–Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan telah memusnahkan uang senilai Rp 2,7 triliun uang sepanjang tahun 2019. Uang tersebut dimusnahkan karena lusuh dan tidak layak beredar.

“Rp 2,7 triliun uang lusuh yang kami musnahkan ini yang sudah jelas-jelas rusak, ada sangat kotor, bolong-bolong, maupun tempelan lem dan banyak coretan,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, dan Layanan Administrasi BI Perwakilan NTT, Eddy Junaedi pada Antara di Kupang, Sabtu (11/1/2020).

Dia menjelaskan, pihaknya secara reguler melakukan pemusnahan uang lusuh yang disetor dari perbankan menggunakan mesin peracik. Selain itu uang lusuh juga disetor dari delapan kas titipan BI yang menyebar di provinsi setempat yang kebanyakan didominasi pecahan kecil.

“Kalau yang pecahan kecil itu kami tidak olah lagi karena biasanya sudah benar-benar rusak dan tidak layak beredar,” katanya.

Eddy mengatakan, selama 2019, pihaknya melakukan penukaran uang secara reguler melalui perbankan, kas titipan, maupun kas keliling pada 55 titik yang tersebar di provinsi setempat.

Menurut dia, kebiasaan masyarakat yang tidak menyimpan uang secara rapi menjadi salah satu penyebab uang rupiah cepat lusuh.

“Semestinya uang disimpan dalam dompet, tetapi kebiasaan masyarakat kita itu uang diremas lalu disimpan begitu saja dalam kantong pakaian sehingga cepat rusak,” katanya.

Untuk itu pihaknya terus-menerus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai uang rupiah melalui Program Peduli dan Sadar Rupiah atau NTT Padar.

“Kami terus lakukan sosialisasi berulang-ulang agar masyarakat kita sadar menjaga uang rupiah merupakan salah satu bukti kecintaan kita pada NKRI,” kata Eddy. []

 


Leave a Reply