Anwar Abbas Ajak Boikot Produk Israel: Umat Islam di Seluruh Dunia Harus Bersatu dan Tidak Boleh Tinggal Diam

Gempuran yang terus dilakukan oleh Israel ke wilayah Palestina telah menyebabkan berjatuhannya korban, baik yang meninggal atau luka-luka.
Sontak saja, serangan demi serangan yang terus dilakukan oleh Israel tersebut menuai kecaman dari dunia internasional.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas menyerukan agar pemerintah memutus hubungan diplomatik.
Tak hanya itu, Anwar Abbas mengajak masyarakat untuk memboikot produk-produk yang berhubungan dengan Israel.

“Serta memboikot semua bentuk transaksi dan perdagangan dengan negara penjajah dan teroris tersebut agar pemerintah Israel sadar dan menghormati hak orang lain, terutama hak dari rakyat dan bangsa Palestina,” ujarnya.
Seperti dilaporkan laman resmi Muhammadiyah, Anwar Abbas menilai apa yang dilakukan oleh Israel bisa berujung tumbuhnya tindakan radikalisme.

“Cara-cara (Zionis) seperti inilah yang mengundang lahirnya tindakan radikalisme dan terorisme sebagai respon dan cara yang bisa mereka lakukan untuk membalas dendam atas kesakitan, kematian, dan ketidakadilan yang mereka terima,” ujar Anwar Abbas.
Selain telah melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina, Israel dikatakan Anwar Abbas juga telah merampas hak ibadah umat Islam.

“Israel di samping dia sudah merampok dan merampas tanah dari rakyat Palestina, mereka juga telah mengekang kebebasan umat Islam Palestina untuk beribadah,” ucap Anwar.

Melihat serangan yang terus dilakukan oleh Israel, Anwar Abbas menyerukan umat Islam seluruh dunia untuk bersatu.
“Hal ini jelas tidak bisa kita terima dan tidak bisa kita biarkan. Untuk itu, umat Islam di seluruh dunia harus bersatu dan tidak boleh tinggal diam,”ujar Anwar Abbas yang juga merupakan Ketua PP Muhammadiyah.

Sementara itu Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan seluruh lapisan pimpinan Palestina telah bergerak untuk membela rakyat Palestina.

Para petinggi di Palestina mendesak Israel untuk menghentikan pendudukan dan pemukiman serta merusak tempat-tempat suci Palestina.
Mahmoud Abbas berbicara dalam pertemuan yang diadakan di markas besar kepresidenan di Ramallah untuk membahas dampak dari agresi Israel di Yerusalem dan Gaza.

Dia menuturkan apa yang dilakukan oleh Israel telah melampaui batas serta semua batasan dan perjanjian dilanggar oleh Israel.
“Agresi yang berkelanjutan terhadap rakyat Palestina di mana-mana, termasuk di Jalur Gaza, telah melampaui batas. Semua batasan telah diabaikan, semua norma dan perjanjian internasional dilanggar,” kata Mahmoud Abbas dikutip dari Wafa News Agency.

Mahmoud Abbas juga menegaskan kedudukan Yerussalem adalah garis merah dan menjadi ibu kota abadi.
Sehingga rakyat Palestina akan berjuang habis-habisan untuk mempertahankan kots suci tersebut, bagaimanapun caranya.***

Sumber: Klik disini


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments