Analisis Pakar Penerbangan Soal Pesawat Montir Tak Tamat SD

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Pesawat ultralight hasil rakitan Chaerul (40) terlihat bisa lepas landas.

Namun pesawat ini dinilai belum bisa dikatakan mampu terbang karena level ketinggiannya masih di bawah bentang sayap.

“Ini masih terbang di ground effect, yaitu dengan ada ‘bantal’ tekanan udara tinggi di bawah sayapnya, karena terbangnya masih di ketinggian di bawah 1,5 kali bentang sayapnya. Kalau sudah bisa terbang benar, itu kalau sudah bisa terbang terus-menerus di luar ground effect, baru bisa dikatakan terbang,” kata pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri), Gerry Soejatman, kepada wartawan, Rabu (15/1/2019).

Dia menjelaskan, ground effect adalah peningkatan gaya angkat dan penurunan gaya aerodinamis yang dihasilkan oleh sayap pesawat ketika dekat dengan permukaan tetap.

Saat mendarat, ground effect dapat memberi pilot perasaan bahwa pesawat seperti ‘mengambang’.

Kendati demikian, Gerry tetap mengapresiasi kegigihan Chareul dalam merakit pesawat ini.

Dia mengatakan pesawat ini bisa terbang dan lepas dari ground effect ketika ada engine power tambahan.

“Namun ini merupakan perkembangan yang bagus bagi si perakit. Sebelumnya kan gagal lepas landas. Paling nggak, sekarang sudah bisa lepas landas, tetapi belum bisa free flight. Kalau bisa ada engine power tambahan lagi kemungkinan sih akan bisa terbang lepas dari ground effect,” tuturnya.

Untuk diketahui, Chaerul adalah warga Pallameang, Mattiro Sompe, Pinrang, Sulsel. Pesawat yang dirakitnya selama 3 bulan itu akhirnya diterbangkan pada Rabu (15/1/2020) kemarin.

Video momen terbangnya pesawat Chaerul ini ramai dibagikan oleh netizen di media sosial.

Dari video yang beredar, pesawat tersebut take off dan mendarat dengan mulus setelah sempat berputar-putar.

Pesawat terbang jenis ultralight buatannya itu terbuat dari barang bekas, seperti roda gerobak pengangkut pasir, sedangkan sayap yang terbentang di atas pesawat tersebut terbuat dari parasut bekas yang biasa dijadikan penutup mobil.

Adapun mesinnya terbuat dari mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 cc.

“Untuk badan pesawat saya menghabiskan biaya Rp 8 juta, sementara untuk mesin motor Rp 15 juta,” kata Chaerul saat dihubungi detikcom, Rabu (15/1).

Sumber: detik.com


Leave a Reply