Amih Kembali Digugat Anak Kandung dan Menantu, Kali Ini Pakai UU ITE

gold investment,gold investing 2020,gold investment news,gold investment stock,gold investment companies,gold investors,gold investopedia,gold investment calculator,gold invest 2020,gold invest app,gold invest online,gold invest plan,gold invest now,gold invest reddit,gold invest price,gold invest uk,invest gold australia,invest gold and silver,gold as invest,asia gold invest,the gold investment corporation,the gold investment group,the gold investment letter,of gold investment,gold and investment risk,gold for investment purposes,gold for investment uk,gold for investors,gold invest bank,invest gold bars,invest gold bullion,invest gold bars bdo,invest gold bdo,gold bond invest,gold invest canada,gold invest calculator,gold invest company,gold invest.com,gold invest chart,gold invest corona,gold invest coins,gold invest constanta,gold invest direct,gold invest dinant,invest gold dbs,invest gold deposit scheme,gold digger invest oy,w&d gold investimentos ltda,gold invest etf,gold invest europe,how to invest gold etf funds india,gold estate invest,multi invest gold erfahrungen,eco gold invest mangalia,gold invest e confiavel,e gold investment cimb,e gold investment in hdfc bank,gold invest forum,gold invest fund,gold invest fiod,gold futures invest,gold for invest,gold form invest,sbi gold fund invest,invest gold index funds,gold invest group,invest gold how,invest gold safe haven,heera gold invest,gold invest in usa,invest gold in malaysia,invest gold in singapore,invest gold in dubai,invest gold in bank,invest gold index,should i invest gold,should i invest gold or silver,can i invest gold

Masih ingat kasus anak dan menantu yang menggugat ibu kandungnya sebesar Rp1,8 miliar di Garut, Jawa Barat?

Si anak, Yani Suryani dan suaminya, Handoyo Adianto, rupanya masih belum puas.

Kalah dalam gugatan masalah utang piutang, keduanya kembali memperkarakan sang ibu, Siti Rukiyah yang biasa dipanggil Amih.Ibu berusia 85 tahun ini dijerat pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tidak hanya Amih, lima anaknya yang lain, Asep Rohendi, Yeyet Sumiati, Leni Nurlaeni, Asep Mulyana dan Eep Rusdiana juga ikut dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur.

Amih dan kelima anaknya disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016-UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 310 KUHP. Pasal ini terkait pencemaran nama baik. Di mana bunyi pasal 27 ayat (3) sebagai berikut:

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan /atau dokumen elektronik yang dimiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Selanjutnya dalam Pasal 45 ayat (3) UU ITE berisi: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Eep Rusdiana, anak Amih, yang ikut dilaporkan, Selasa 8 Oktober 2019 menuturkan, ia bersama ibu dan keempat saudaranya sudah beberapa kali dipanggil polisi.

“Hari ini yang ketiga kalinya dalam satu bulan ini,” kata Eep.

Namun Eep belum tahu agenda pemanggilan kali ini. Keluarga Amih hanya berharap kasus ini tidak berlanjut.

Selain kondisi kesehatan Amih yang terus menurun, pihak keluarga mengaku sudah lelah atas gugatan sebelumnya yang berlangsung hampir dua tahun.

“Mungkin kami hari ini dinaikkan statusnya jadi tersangka atau mungkin dihentikan. Kami hanya ingin kasus ini selesai,” kata Eep.

Eep juga menuturkan, pihak keluarga tidak henti berdoa agar masalah ini tidak berlarut-larut seperti kasus sebelumnya.

“Mudah-mudahan kasus ini segera berakhir, kasihan Amih sudah tua. Lebih dua tahun dihadapkan terus dengan masalah ini yang belum kelihatan akan berakhir,” katanya.

Kasus ini berawal dari gugatan perdata Yani Suryani dan suaminya, Handoyo Adianto, kepada Amih dan anak sulungnya, Asep Ruhendi, senilai 1,8 miliar.

Gugatan ini bermula dari masalah utang piutang yang nilainya mencapai Rp1,2 miliar atau setara dengan nilai rumah yang ada di Cileduk, Garut, Jawa Barat.

Pada tahun 1998 lalu, sang ibu bersama kakaknya, Asep, meminjam uang kepada Yani untuk membuka usaha dodol Garut.

Karena tak punya uang, Yani akhirnya meminjam uang ke salah satu bank swasta dengan perjanjian surat rumah di Cileduk, Garut, sebagai jaminannya.

Rupanya usaha yang digagas Amih dan Asep bangkrut di tengah jalan. Yang kemudian juga dinilai menjadi masalah, Yani dapat undangan dari pihak keluarga untuk rapat pembagian warisan harta milik Siti Rokayah.

Padahal, surat-surat rumah itu sudah menjadi jaminan Yani untuk meminjam uang ke bank. Karena kecewa akhirnya Yani dan suaminya melayangkan gugatan.

Ia menilai rumah itu secara de facto dan de jure tidak bisa dibagikan sebagai warisan karena sang ibu belum meninggal dunia.

Namun gugatan tersebut kandas di Pengadilan Negeri Garut. Anak dan menantu Amih ini lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat dan Mahkamah Agung yang hasilnya tetap ditolak.

Tak selesai di situ, Yani dan Handoyo lalu menempuh jalur pidana dan melaporkan Amih beserta ke lima anaknya ke Polres Jakarta Timur melalui UU ITE.

Sumber: vivanews.com


Leave a Reply