Agar Selamat Dari Becana, Bacalah Sholawat Bahriyah Ini

Shalawat Bahriyah termasuk sighat shalawat yang ditulis oleh Syaikh Yusuf bin Ismail al-Nabhani dalam kitabnya Jami’us Shalawat wa Majma’us Sadat.

Disebutkan bahwa di antara keutamaan shalawat ini adalah jika seseorang membacanya, maka akan dimudahkan segala urusannya, baik urusan dunia maupun akhirat.

Juga akan diselamatkan dari berbagai macam bencana dan bala yang turun dari langit, atau yang muncul dari bumi, dan akan dikabulkan semua hajat dan kebutuhannya.

Adapun lafadz shalawat Bahriyah ini adalah sebagai berikut;

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بَحْرِ أَنْوَارِكَ, وَمَعْدَنِ أَسْرَارِكَ وَلِسَانِ حُجَّتِكَ, وَعَرُوْسِ مَمْلَـكَـتِكَ وَإِمَامِ حَضْرَاتِكَ, وَطِرَازِ مُلْـكِـكَ, وَخَزَائِنِ رَحْمَتِكَ, وَطَرِيْقِ شَرِيْعَتِكَ, الْـمُتَلَذِّذِ بِتَوْحِيْدِكَ, إِنْسَانِ عَيْنِ الْوُجُوْدِ, وَالسَّبَبِ فِى كُلِّ مَوْجُوْدٍ, عَيْنِ أَعْيَانِ خَلْقِكَ, الْـمُتَقَدَّمِ مِنْ نُوْرِ ضِيَآئِكَ, صَلَاةً تَدُوْمُ بِدَوَامِكَ, وَتَبْقٰى بِبَقَآئِكَ, لَا مُنْتَهٰى لَهَا دُوْنَ عِلْمِكَ, صَلَاةً تُرْضِيْكَ وَتُرْضِيْهِ, وَتَرْضٰى بِهَا عَنَّا يَا رَبَّ الْعَالَـمِيْنَ.

Latin:
Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin bahri anwarika wa ma’dani asrorika  wa lisani hujjatika wa ‘arusi mamlakatika wa imami hadhrotika wa thirozi mulkika wa khozaini rohmatika wa thariqi syari’atika almutalazzizi bi tauhidika insani ‘ainil wujud was sababi fi kulli maujudin ‘aini a’yani kholqika almutaqoddimi min nuri dhiya-ika sholatan tadumu bi dawamika wa tabqo bi baqo-ika la muntaha laha duna ‘ilmika sholatan turdhika wa turdhihi wa tardho biha ‘anna ya robbal ‘alamin.

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw, yang menjadi samuderan cahaya-Mu, yang menjadi medannya rahasia-rahasia-Mu, yang menajdi lisannya hujjah-Mu (penyambung lidah), yang menjadi penganti kerajaan-Mu, yang menjadi pemimpin di hadlirat-Mu, yang menjadi perhiasan singgasana-Mu, yang menjadi gudang rahmat-Mu, yang menjadi jalann syari’at-Mu, yang merasakan nikmat bertauhid pada-Mu, yang menjadi insan dengan ‘ainul wujud (pandangan yang nyata), yang menjadi penyebab semua perwujudan, mata semua mata setiap makhluk-Mu, yang menjadi cahaya terang-Mu terdahulu.”

Dengan rahmat yang sesungguhnya, rahmat yang abadi yang telah Engkau abadikan, dan rahmat yang kekal dengan sifat kekal-Mu, yang tidak ada habisnya.

Dengan rahmat yang membuat-Mu ridha dan membuatnya ridah, dan Engkau ridha terhadap kami, wahai Tuhan semesta alam.

Sumber: bincangsyariah.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments