6 Fakta Kasus Mayat Dalam Koper, Dimakamkan Tanpa Kepala Hingga Keterlibatan Pria Gemulai

Akhir-akhir ini masyarakat sedang ramai memperbincangkan kasus pembunuhan yang korbannya dimasukkan kedalam sebuah korban.

Pembunuhan tersebut terjadi di kecamatan Udunawu, Blitar, Jawa Timur. Setelah di usut lebih lanjut ternyata, korban bernama Budi Hartanto (28) warga Jl Tamansari, Kota Kediri.

Mengutip dari Surya.co.id, Budi hartanto yang masih berumur 28 tahun tersebut merupakan seorang guru Honorer sebuah sekolah dasar (SD).

Sang korban, Budi hartanto tersebut pun kini telah di makamkan meski kepalanya belum ditemukan.

Berikut ini 5 Fakta lengkap mengenai kasus mayat dalam koper yang sudah tribunnews rangkum dari Surya.co.id:

1. Kronologi
Sebuah koper mencurigakan di temukan oleh warga di sekitar jembatan desa Karanggondang, Udunawu, Blitar, Jawa Timur.

Koper tersebut ditemukan oleh warga yang bernama, Imam pada Rabu (3/4/2019).

“Saya dapat laporan dari warga kalau ada penemuan mayat di pinggir sungai bawah jembatan.”

“Saya cek ke lokasi, ternyata benar. Lalu saya lapor ke polisi,” kata Edy Sucipto, Kepala Desa Karanggondang saat mengutip dari Surya.co.id.

Edy juga menambahkan jika posisi kaki korban memang tampak dari luar.

Namun, Edy dan warga tidak berani membukanya lantaran masih menunggu pihak dari kepolisian.

“Ada bagian kaki yang terlihat dari luar. Kami tidak berani membuka sebelum polisi datang,” ujar Edy.

2. Penjelasan Polisi
Polisi yang datang ke TKP langsung mengevakuasi koper tersebut ke RSUD Mardi Waluyo, Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan polisi belum membuka secara utuh koper berisi mayat manusia itu.

Polisi hanya membuka sebagian koper untuk memastikan isinya.

“Isinya benar mayat manusia berkelamin laki-laki. Kami langsung bawa mayatnya ke rumah sakit.”

“Kami belum tahu apakah ada luka atau tidak di tubuhnya,” Papar Heri.

Heri juga menambahkan jika autopsi akan dilakukan tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya.

“Proses identifikasi dan autopsi akan dilakukan tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya,” kata AKP Heri.

Satreskrim Polres Blitar Kota juga koordinasi dengan tim Subdit Jatanras Polda Jatim untuk menyelidikan kasus itu.

“Sekarang tim Labfor dan Jatanras Polda Jatim sedang perjalanan menuju ke sini,” ujar Heri.

3. Polisi Periksa 5 Pria Gemulai
Keterlibatan pria gemulai disini hanya sebagai saksi setelah polisi memanggil sejumlah teman korban yang semuanya pria dan bertingkah gemulai (kemayu).

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan sudah ada lima teman korban yang dimintai keterangan sebagai saksi.

Kelima teman korban yang diperiksa sebagai saksi semua laki-laki. Rata-rata teman korban yang diperiksa sebagai saksi bertingkah gemulai.

“Kami juga sudah meminta keterangan dari keluarga,” kata AKP Heri Sugiono, Kamis (4/4/2019).

Soal informasi yang berkembang di luar kalau korban LGBT, Heri enggan berkomentar. Tapi Heri juga tidak menyangkal soal informasi yang berkembang di luar itu.

“Info yang berkembang (di luar) memang seperti itu, kebetulan rekan-rekan korban kebanyakan seperti itu. Namun kami tetap sesuai fakta. Karena hasil otopsi dari forensik juga belum keluar,” ujar Heri.

Sedangkan sosok korban sendiri juga dikenal sebagai pria yang berperilaku seperti perempuan atau gemulai.

4. Korban Berstatus Guru Honorer Asal Kediri
Setelah melakukan pemerikasaan lebih lanjut, diketahui kemudian korban bernama Budi Hartanto (28).

Budi Hartanto kini juga berstatus sebagai guru honorer sebuah Sekolah Dasara (SD).

Nasuha, paman korban mengemukakan, pihak keluarga diberitahu tentang penemuan mayat tanpa kepala dalam koper dari petugas kepolisian.

“Tadi siang keluarga diberitahu terkait penemuan mayat tanpa kepala korban mutilasi di dalam koper.

Sekarang orangtuanya telah berangkat untuk mengecek ke kamar mayat RSUD Mardiwaluyo, Blitar,” ungkap Nasuha, Rabu (3/4/2019).

Sejauh ini pihak keluarga tidak pernah mendapati hal yang aneh pada korban.

“Orangnya pendiam, sehari-hari korban menjadi guru honorer di SDN Banjarmlati mengajar mata pelajar Kesenian,” jelasnya.

5. Korban Sempat Membawa Uang Dalam Jumlah Banyak
Nasuha, yang merupakan paman dari korban juga memberikan kejelasaannya saat dimintai keterangan.

Mengutip dari Surya.co.id, Ia mengatakan jika sebelum peristiwa tersebut Budi Hartanto sedang membawa uang dalam jumlah banyak.

Kendati ia tidak mengetahui jumlah pastinya, namun Nasuka menambahkan jika Budi juga membawa Laptop.

Tak hanya itu saja, Korban yang juga dikenal biasa berjualan Jual-beli ponsel tersebut juga membawa 2 buah ponsel miliknya.

“Berapa uang yang dibawa ibunya tidak tahu, namun disebutnya banyak. Saat keluar korban juga membawa serta laptopnya,” jelas Nasuka kepada Surya.co.id, Kamis (4/4/2019).

Termasuk sepeda motor yang dikendarai korban sekarang juga tidak jelas keberadaannya.

“Tidak biasanya korban bawa laptop, namun saat keluar naik motor, mobilnya ditinggal,” tambahnya.

6. Korban Sudah di Makamkan Meski tanpa Kepala
Kendati kasus ini masih dalam proses penyelidikan, namun Almarhum Budi Hartanto sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Jasad korban tiba di rumah duka pada Rabu (3/4/2019) tengah malam.

Kemudian jasad Budi Hartanto dimakamkan keluarganya di Pemakaman Umum Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Kamis (4/4/2019) dini hari.

Hingga kini pun polisi belum menemukan kepala mayat tersebut.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, mengatakan bahwa saat ini polisi masih fokus mencari kepala korban yang diduga guru honorer asal Kediri tersebut.

“Betul, saat ditemukan kondisi mayat korban tanpa kepala dimasukan dalam koper.”

“Sekarang kami fokus mencari kepala korban,” kata AKP Heri Sugiono.

AKP Heri mengatakan polisi fokus mencari kepala korban mulai dari rumahnya di Kediri sampai di lokasi penemuan mayat korban di Udanawu, Kabupaten Blitar.

Satreskrim Polres Blitar Kota sudah berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota untuk mencari kepala korban.

“Kami juga berkoordinasi dengan tim Jatanras Polda Jatim,” ujarnya.

Sumber: tribunnews.com


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments