Waspada, BMKG Informasikan Sudah 8 Gempa Bumi Terjadi di Sejumlah Daerah Setelah Tahun Baru 2019

BMKG kembali menginformasikan gempa bumi yang terjadi selama dua hari ini. Informasi tersebut mengutip dari twitter dan website resmi BMKG.

Tercatat dalam website resminya tersebut sudah 8 Gempa Bumi terjadi di Sejumlah daerah di Indonesia dari tanggal 1 hingga 2 Januari 2019.

Dari 8 Gempa bumi tersebut rata-rata berskala 3,4 SR hingga 5,3 SR. Berikut ini daftar 8 wilayah yang terjadi Gempa Bumi dari tanggal 1 hingga 2 Januarai 2019:

1. Talaud – Sulud
Di awal tahun 2019,  wilayah di Indonesia diguncang gempa pada Selasa (1/1/2018) pagi ini.

Mengutip dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Gempa yang mengguncang Kepulauan Talaud berkekuatan Magnitudo 5 pada Selasa (1/1/2018).

Gempa tersebut terjadi pada pukul 06.09 WIB dengan kedalaman 21 km.

Gempa Kepulauan Talaud ini berpusat di laut dan berada di 99 km Barat Daya Kepulauan Talaud.

BMKG mencatat, gempa yang mengguncang Kepulauan Talaud tidak berpotensi tsunami.

2. Tapnuli – Sumatera Utara
Gempa kedua terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Selasa (1/1/2019) pukul 06.48 WIB.

Gempa yang mengguncang Tapanuli Utara berkekuatan Magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di 1 km Timur Laut Tapanuli Utara.

Gempa ini berada pada kedalaman 10 km dan dapat dirasakan di Sipahuntar dengan Skala MMI III.

3. Banda Aceh
Dikutip dari akun twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di Barat Daya Banda Aceh.

Gempa berkekuatan 5,1 SR ini terjadi pada Selasa (1/1/2019) pukul 18.55 WIB malam.

BMKG mencatat gempa ini berpusat di laut, 93 km Barat Daya Banda Aceh dengan kedalaman 14 km.

Meski pusat gempa berada di laut, BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

#Gempa Mag:5.1, 01-Jan-19 18:55:00 WIB, Lok:5.47 LU,94.49 BT (93 km BaratDaya BANDAACEH-ACEH), Kedlmn:14 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis akun @infoBMKG.

4. Pangandaran – Jawa Barat
Sedangkan gempa kempat terjadi di wilayah Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Menurut BMKG, gempa berkekuatam 5 Skala Richter (SR) ini terjadi pada Selasa (1/1/2019) pukul 19.25 WIB malam.

Pusat gempa berada di laut, 327 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 10 km. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

#Gempa Mag:5.0, 01-Jan-19 19:25:33 WIB, Lok:10.62 LS,108.46 BT (327 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis akun @infoBMKG.

5. Rotendao – NTT
Dikutip dari akun twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di Barat Daya Banda Aceh.

Gempa berkekuatan 5,2 SR ini terjadi pada Selasa (1/1/2019) pukul 23.25 WIB malam.

BMKG mencatat gempa ini berpusat di laut, 9,92 Lintang Selatan, 122 Bujur Timur dengan kedalaman 81 km atau 102 Barat Laut Rotendao.

Meski pusat gempa berada di laut, BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

 6. Mentawai
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa magnitudo 4.8 mengguncang Mentawai.

Gempa tersebut terjadi dini hari Rabu (2/1/2019) dengan kekuatan 4.8 magnitudo tepatnya di wilayah Tua Pejat, Mentawai.

Dikutip Tribunnews.com dari Twitter @InfoBMKG, gempa mengguncang Tua Pejat Mentawai pukul 03:24:39 WIB.

Lokasi gempa di 2.51 Lintang Selatan, 99.66 Bujur Timur, pusat gempa berada di laut tepatnya 56 kilometer tenggara Lepulauan Mentawai.

Meski pusat gempa terdapat di laut, tidak ada potensi tsunami dalam gempa tersebut.

Gempa terjadi di kedalaman 39 kilometer dan dirasakan dengan skala (MMI) II Tua Pejat.

“#Gempa Mag:4.8, 02-Jan-19 03:24:39 WIB, Lok:2.51 LS, 99.66 BT (Pusat gempa berada dilaut 56 km tenggara kep. mentawai), Kedlmn:39 Km Dirasakan (MMI) II Tua Pejat #BMKG,” tulis BMKG.]

7. OBI

7. Sarmi – Papua
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa magnitudo 5,3 mengguncang Papua.

Gempa terjadi hari ini, Rabu (2/1/2019) siang dengan kekuatan 5,3 magnitudo tepatnya di wilayah barat laut Sarmi, Papua.

Dikutip Tribunnews.com dari Twitter @InfoBMKG, gempa mengguncang barat laut Sarmi, Papua pukul 14:59:43 WIB.

Lokasi gempa di 1.79 Lintang Selatan, 139.15 Bujur Timur, pusat gempa berada di laut tepatnya 75 kilometer barat laut Sarmi-Papua.

Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer, tetapi tidak berpotensi tsunami.

Gempa dirasakan dengan skala (MMI) II-III untuk wilayah Sarmi.

“#Gempa Mag:5.3, 02-Jan-19 14:59:46 WIB, Lok:1.79 LS,139.15 BT (75 km BaratLaut SARMI-PAPUA), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis BMKG.

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply