Wahana Bianglala yang Ditumpangi 1 Keluarga dan Balita di Sekaten Jogja Terbalik, Ini Kronologi & Penyebabnya

Pada Minggu (11/11) malam, sebuah kecelakaan wahana bianglala terjadi di arena Pasar Malam Sekaten di Alun-alun Utara Yogyakarta.

Berdasarkan tayangan video yang beredar di linimasa instagram, sebanyak empat gerbong penumpang wahana bianglala terbalik ketika sedang dijalankan.

Akibatnya, beberapa penumpang di dalamnya nyaris terjatuh. Insiden ini membuat sebagian besar pengunjung pasar malam berteriak kaget.

Tak lama kemudian sejumlah pria mencoba untuk menyelamatkan penumpang dengan memanjat tiang bianglala.

Untung saja posisi gerbong tersebut masih bisa dijangkau, sehingga penumpang dapat diselamatkan.

Salah satu dari gerbong yang terbalik itu ternyata ditumpangi oleh satu keluarga yang membawa balita.

Melansir laman Tribun Jogja, ternyata insiden ini tidak hanya terjadi satu kali.

“Peristiwa terbaliknya ini terjadi dua kali. Pertama seperti di video saya. Lalu, bianglala bergerak ke arah sebaliknya, sudah hampir mendekati tanah, gerbong lain justru terbalik lagi. Ada satu keluarga di dalam gerbong yang terbalik,” jelas Nurdin, saksi mata terjadinya kecelakaan bianglala di Sekaten Jogja.

Nurdin menambahkan proses penyelamatan penumpang yang mengalami insiden ini kurang lebih 30 menit.

“Saya melihat sampai semua yang naik bianglala diturunkan. Hingga bianglala berhenti total, tidak terlihat oleh saya petugas medis yang datang. Kemudian saya pulang sekitar pukul 20.00 WIB,” sambungnya.

Sedangkan menurut penuturan Petugas Pengaman PMPS, Totok, insiden ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Kecelakaan ini berawal dari gerbong bianglala yang tidak seimbang.

Saat insiden yang membuat ngeri pengunjung Sekaten ini terjadi hanya ada lima gerbong yang terisi penumpang.

Ternyata gerbong yang tidak seimbang tersebut ditumpangi oleh suami istri serta satu anak mereka yang masih balita.

“Saat kecelakaan, hanya ada 5 gerbong permainan Bianglala yang terisi. Nah, ada salah satu gerbong yang dinaiki suami istri dan satu anaknya. Naiknya di satu sisi untuk selfie hingga tidak seimbang dan mengakibatkan gerbong menjadi terbalik,” ungkap Totok.

Kemudian ketika gerbong keluarga itu terbalik, tiga gerbong lainnya yang kebetulan tidak berpenumpang ikut terbalik.

“Ketika salah satu sudah terbalik, ada tiga gerbong lain yang tertarik dan ikut terbalik. Tapi ketiga gerbong yang lain kebetulan kosong. Padahal sebelumnya pengelola sudah memperingatkan agar gerbong jangan sampai dinaiki satu sisi,” jelas Totok lagi.

Kemudian pihaknya langsung melakukan pengamanan, sedangkan pengelola wahana bianglala itu langsung melakukan evakuasi manual.

Totok menuturkan bahwa insiden ini terjadi karena kesalahan dari penumpang sendiri.

“Kita melakukan pengamanan di bawah, yang naik untuk mengamankan dari pengelola. Sebelumnya juga tidak ada masalah dengan permainan, ini murni kesalahan dari penumpang,” ujarnya.

Lalu pihak pengelola menawarkan pemeriksaan kepada penumpang, namun penumpang menolaknya dan memilih pulang.

“Tadi dari pengelola sudah menawarkan agar penumpang yang dievakuasi diperiksa, namun mereka tidak mau dan langsung memilih pulang. Mungkin juga syok. Kalau keempat gerbong yang ada penumpang masih normal dan diturunkan seperti biasa,” lanjutnya.

Di sisi lain, seorang penumpang menuturkan bahwa sebelum bianglala terbalik, wahana itu sempat diperbaiki.

“Setelah maghrib, sekitar pukul 18.30 WIB, saya dan seorang teman mengantre untuk menaiki bianglala. Namun, penjaga wahana mengatakan bianglala sedang diperbaiki. Lalu, kami memutuskan mencari wahana lain,” tutur Hanin Fitria (25) saat dihubungi oleh tim Tribun Jogja.

Sumber: today.line.me

Leave a Reply