Terlalu Sering Bermain HP, Seorang Bocah Asal Makassar Mengidap Penyakit Mata Ini

Kejadian mengerikan kembali terjadi pada seorang bocah yang kerap bermain ponsel. Ia mengidap mata juling setelah memiliki kebiasaan bermain ponsel.

Hal ini dibuktikan dengan sebuah video yang diunggah oleh akun instagram @makassar_iinfo.

Dalam video tersebut, bocah laki-laki yang mengenakan kaos bergaris-garis putih hijau itu terlihat sangat kesulitan menggerakkan bola matanya.

Dengan keadaan yang sayu, ia berusaha menggerakkan bola matanya namun sangat sulit.

Jika ia tak menggerakkan matanya, pupil hitamnya itu tidak berada di tengah seperti mata pada umumnya.

Mata bocah tersebut sepintas hanya memperlihatkan warna putih.

Sang perawat yang sedang memeriksa bocah itu sesekali membimbingnya untuk menggerakkan bola matanya.

Namun lagi-lagi, bocah tersebut terlihat kesusahan untuk menggerakkan matanya.

Usut punya usut ternyata bocah yang berasal dari Makassar itu mengidap mata juling sebelah.

Dalam tulisan caption video tersebut, penyebab mata juling sebelah pada bocah ini karena terlalu sering bermain ponsel.

Selain itu, mata bocah polos ini terus basah dan berair. Sehingga sang bapak memutuskan untuk membawa dan memeriksakannya ke rumah sakit.

Dari situlah sang bapak baru mengetahui kalai anaknya mengalami juling sebelah.

Kasus penyakit mata pada bocah yang disebabkan oleh kebiasaan bermain ponsel rupanya tak hanya sekali ini.

Seorang balita di Thailand harus menjalani operasi mata karena telah kecanduan bermain ponsel.

Karena melihat ponsel secara terus menerus, penglihatan gadis kecil tersebut semakin lama semakin memburuk.

Setelah melakukan pemeriksaan, ia diharuskan menggunakan kacamata. Namun masalahnya tak berhenti disitu karena penglihatannya terus menurun.

Dokter mengatakan dia harus menjalani operasi mata untuk memulihkan penglihatannya, jika tidak matanya bisa buta.

Menurut hasil diagnosis dokter, gadis kecil tersebut menderita mata malas dengan satu mata miring atau juling, salah satu komplikasi paling serius dari miopi dan astigmatisme.

Jika kondisi ini terus berlangsung, mata anak itu tidak akan bisa pulih.

Penelitian di Korea Selatan mengatakan bahwa anak-anak yang kerap menggunakan ponsel pintar memiliki risiko yang sangat besar dalam mengalami mata juling.

Selain durasi pemakaian yang terlalu sering, jarak yang terlalu dekat dengan mata kemungkinan menjadi penyebab gangguan juling atau mata yang tidak searah.

Hal itulah yang biasa terjadi pada anak-anak belakangan ini.

Agar hal ini tidak terjadi pada si kecil, sebaiknya Moms memberikan kesempatan anak untuk bermain ponsel dengan bijaksana ya Moms.

Jika dikira tidak diperlukan, sebaiknya Moms mengalihkan perhatian si kecil dari ponsel ke benda yang lain.

Hal ini dilakukan agar si kecil tetap tumbuh dengan baik dan sehat.

Sumber: nakita.grid.id

Leave a Reply