Sulitnya Mencari Korban KM Sinar Bangun, Kedalaman 500 Meter, Robot Gak Tembus

Pencarian korban penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Sampai dengan hari ini, Rabu (20/48) sore, sudah 21 orang ditemukan. Tiga diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi menyebut, tim di lapangan menghadapi banyak kendala di lapangan dalam upaya pencarian korban.

Salah satunya adalah kedalaman danau seluas sekitar 1.130 km persegi dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer itu yang mencapai ratusan meter.

Korban Hilang KM Sinar Bangun Sudah Mencapai 192 Orang, Baru 21 Ditemukan

Demikian diungkap Syaugi di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018).

“Kedalaman mencapai 300-500 meter, nggak gampang itu. Kemudian dingin,” ungkap Syaugi.

Syaugi mengakui, pihaknya juga sudah mengerahkan dua unit robot portabel atau remote underwater vehicle untuk mencari korban yang hilang di Danau Toba.

Akan tetapi, dengan kedalaman tersebut, robot itu tak banyak membantu. Lagi-lagi, tidak lain karena kedalaman Danau Toba yang mencapai ratusan meter.

“Pake senter (robotnya) aja paling cuma bisa lima meter,” jelasnya.

Bangkai KM Sinar Bangun Ditemukan dengan Dua Gulungan Tali Plastik

Hal itu berbeda jika mencari korban di atas permukaan yang bisa dilakukan dengan penyisiran.

“Nah kami sedang mencari itu, kami kerahkan (robot) di dalam air. Kalau di atas kan bisa kelihatan,” jelas Syaugi.

Untuk pencarian korban hilang KM Sinar Bangung itu sendiri, pihaknya telah menerjunkan 70 orang tim khusus untuk mencari korban.

Korban kapal tenggelam di Danau Toba dievakuasi

“Sampai hari ini kami sudah mengerahkan 70 orang Basarnas, tim Basarnas special group yang mempunyai kemampuan darat, laut dan udara,” terang Syaugi.

Lebih lanjut, Syaugi menuturkan Basarnas hanya fokus mencari para korban yang hilang dari insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Penumpang KM Sinar Bangun Selamat karena Bawa Helm

“Kemarin kami sudah bagi tugas seharian di sana bersama (tim) dari Kemenhub, KNKT maupun dari Jasa Raharja. Jadi, untuk pencarian dan pertolongan leading sector-nya Basarnas,” katanya.

Dalam perkembangannya, lanjut Syaugi, jumlah korban hilang diduga kuat terus bertambah sejak peristiwa nahas itu terjadi.

Dari laporan posko di Pelabuhan Tigaras, hingga saat ini, tim telah menerima 192 laporan dari keluarga penumpang yang hilang.

“Kalau saya dengar dari posko sampai siang ini, yang lapor keluarganya yang hilang itu mencapai 192 orang,” ungkapnya.


Sementara, dari data kepolisian, KM Sinar Bangun diketahui mengangkut 179 penumpang.

Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras Prapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sejauh ini, Basarnas sudah berhasil menemukan tiga korban tewas dalam tragedi tersebut.

Sebanyak 18 penumpang ditemukan dalam kondisi selamat dan sisanya masih dalam pencarian.

Sebelumnya, tim SAR gabungan mengklaim sudah menemuikan bangkai KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba, Selasa (19/6/2018) sore kemarin.

Penumpang Bisa Jangkau Air dari Level 2, Awak Kapal cuma Senyum-senyum

Salah seorang petugas dari tim SAR yang dikonfirmasi belum bisa memberikan banyak informasi.

Hanya saja, ia menyebut bahwa penemuan bangkai kapal yang tenggelam diduga karena kelebihan muatan itu ditemukan di posisi yang cukup dalam.

“Kedalaman dua gulungan tali plastik,” ungkap sang petugas dikonfirmasi Sumut Pos (Jawa Pos grup – pojoksatu.id) di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Kapal tenggelam di danau toba

Sang petugas menjelaskan, penemuan bangkai KM Sinar Bangun itu dilakukan dengan cara menenggelamkan batu duga dengan seutas tali.

Saat ini, tim SAR gabungan masih berusaha untuk mengevakuasi bangka kapal tersebut.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) mengatakan, ada 350 personel yang sampai saat ini di lapangan.

“Upaya pencarian terus dilakukan sejak kemarin sore sampai malam dan dilanjutkan hari ini sejak pagi tadi,” kata Riadil.


Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi

Tim gabungan tersebut terdiri dari TNI/Polri, Pol Air, Basarnas BPBD Kabupaten Samosir dan Kabupaten Simalungun dan Pemkab Samosir serta dibantu masyarakat.

“Semua disisir, mulai titik tenggelam hingga radius perubahan arahan angin,” jelas Riadil.

Pencarian dilakukan, dengan mengerahkan kapal speedboat, perahu karet, lima kapal penumpang dan dua kapal feri.

(JPG/ruh/pojoksatu)


Sumber: POJOKSATU.id

Leave a Reply