Qarin, Makhluk Halus yang Selalu Mendampingi Manusia, Bahkan Nabi Muhammad

Dalam kitab Aakam al-Marjan fi Ahkam al-Jaan karya Badru ad-Din as-Syibli, ada salah satu bahasan mengenai qariin.

Secara bahasa kata qariin (Arab: qaf-ra’-ya’-nun) berarti yang menemani. Namun, yang dimaksud dalam ulasan ini adalah qariin yang berarti makhluk yang mana Allah ciptakan untuk selalu melekat pada manusia.

Dalam Al-Qur’an, ayat yang menyebutkan keberadaan qarin pada diri manusia adalah surah az-Zukhruf [43]: 36.

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِين

“Dan siapa yang berpaling dari mengingat Allah Yang Maha Pengasih, kami ikatkan kepada setan, kemudian ia (setan) itu menemaninya.”

Salah satu penafsiran yang disampaikan oleh Ibn ‘Abbas, seperti dikutip dari Imam al-Qurthubi, setan tersebut menemaninya di dunia.

Allah kemudian menakdirkan agar setan it uterus mengganggunya, mengarahkan dia kepada kesesatan dan menyuruh kepada maksiat.

Rasulullah Saw. sendiri pernah bersabda,

ما منكم من أحدٍ إلا وقد وكِّل به قرينه من الجن ، قالوا : وإياك يا رسول الله ؟ قال : وإياي ، إلا أن الله أعانني عليه فأسلم فلا يأمرني إلا بخير

“Tidaklah dari setiap kalian (manusia) melainkan ada yang diciptakan untuk mendampingi setiap kalian dari kalangan jin. Orang-orang berkata: ‘jin itu juga mendampingi anda wahai Rasulullah?’ Rasululullah Saw menjawab: ‘Betul, ia mendampingiku juga. Hanya saja Allah menolongku maka ia menjadi beragama Islam dan tidaklah memerintahkanku melainkan kepada kebaikan’.”

Kata fa aslama dalam hadis tersebut memiliki dua penafsiran. Sebagian yang berpendapat kalau harakat huruf mim itu fathah, maka mengartikannya jin tersebut tetap tidak beriman hanya saja ia menyerah untuk mempengaruhi keburukan pada Rasulullah SAW. sehingga tidak menyuruh melainkan kepada kebaikan.

Sementara, yang berpendapat harakat mim-nya fathah (fa aslama), maka ditafsirkan sebagai jin tersebut menjadi beriman kepada Allah Swt.

Menurut Imam at-Thahawi dalam karyanya Syarh Musykil al-Aatsaar, beliau menyimpulkan bahwa sebenarnya pendapat yang paling kuat adalah semua manusia bahkan Rasulullah Saw. sendiri didekati oleh jin yang dijuluki qarin tersebut.

Hanya saja, Allah menganugerahi beliau sehingga jin tersebut tidak bisa mengganggu beliau dan tidak mendorong melainkan kepada kebaikan.

Semoga kita semua terhindar dari godaan setan dan makhluk lainnya yang mendorong kita untuk tidak melakukan ketaatan kepada Allah Swt. amiin.

Sumber: bincangsyariah.com

Leave a Reply