Protes UU Larangan Hijab, Guru Non Muslim di Swedia Kenakan Kerudung

Protes UU Larangan Hijab, Guru Non Muslim di Swedia Kenakan Kerudung

diabetes mellitus,diabetes insipidus,diabetes symptoms,diabetes type 2,diabetes medications,diabetes type 1,diabetes diet,diabetes in dogs,diabetes association,diabetes and alcohol,diabetes awareness month,diabetes a1c,diabetes and pregnancy,diabetes and heart disease,diabetes and kidneys,diabetes app,a diabetes delegated care aide,a diabetes diet,a diabetes association,a diabetes specialist,a diabetes-like condition may develop when,a diabetes breakfast,a diabetes doctor,a diabetes diet plan,diabetes blood test,diabetes blood sugar,diabetes breakfast,diabetes bracelet,diabetes blindness,diabetes blood sugar chart,diabetes blood pressure,diabetes breath,b diabetes mellitus,diabetes b symptoms,diabetes b vitamins,diabetes b type,diabetes b cells,diabetes b complex,diabetes b blocker

SWEDIA–Guru-guru non muslim di Swedia menunjukkan solidaritasnya terhadap umat Islam di negara tersebut dengan menutup rambut mereka menggunakan kain kerudung.

Dilansir dari About Islam, guru-guru yang berasal dari sekolah Prästamosseskolan, Swedia, mengenakan kerudung di lingkungan sekolah. Aksi ini sebagai bentuk protes karena adanya undang-undang yang melarang pemakaian hijab di Swedia.

Aturan adanya larangan itu disahkan sejak bulan Desember tahun lalu dan berdampak kepada muslimah yang mengenakan hijab, burka, dan niqab. Para muslimah Swedia merasa sedih dengan aturan tersebut.

Kepala sekolah Prästamosseskolan, Mattias Liedholm menyatakan bahwa ia tidak akan mematuhi keputusan kotamadya tentang larangan hijab itu.

“Baik saya maupun kolega saya tidak akan menegakkannya. Maka itu menjadi masalah personel bagi pemerintah kota untuk menangani,” kata dia seperti dikutip dari Stepfeed.

Namun para guru di negara kemudian menunjukan aksi solidaritasnya terhadap minoritas muslim di Swedia.

“Para siswa menjadi bersemangat ketika mereka melihat para guru memiliki hijab. Mereka merasa bahwa kami mendukung mereka,” kata Marit, salah satu guru yang memprotes larangan hijab itu, seperti dikutip dari Sputnik News.

Keputusan para guru untuk berbicara menentang larangan membuat mereka menerima serangan kekerasan di media sosial. Beberapa menyebut mereka “idiot” sementara yang lain menuduh mereka mendukung “penindasan perempuan.” Meskipun demikian, para pendidik dan kepala sekolah itu terus mengambil sikap tegas terhadap masalah ini.

Hal yang sama juga dilakukan beberapa pengacara Swedia yang mengatakan larangan jilbab itu melanggar kebebasan pribadi.

Salah satu pengacara yang berbicara tentang masalah ini adalah Andreas Lindholm, yang bekerja dengan Badan Nasional Pendidikan Swedia. Pengacara yakin larangan penutup kepala “bertentangan dengan Konvensi Eropa tentang Kebebasan Beragama.”

Didukung oleh kaum Moderat liberal-konservatif dan partai Skurup setempat, larangan tersebut diprakarsai dan disahkan oleh pemerintah kota dengan suara 22 positif hingga 19. Mosi ini telah dikritik secara luas di kalangan masyarakat setempat dan sekitar 200 orang berkumpul untuk memprotesnya di luar balai kota pada hari Senin. Namun, mereka bertemu dengan kontra-protes di mana orang meneriakkan slogan-slogan penuh kebencian termasuk “Tutup Islam” dan frasa lain seperti “Kebebasan untuk Swedia.”

Saat ini, komunitas Muslim di Swedia berjumlah 8,1 persen dari total populasi. Sekitar 800.000 muslim tinggal di Swedia menurut Pew Research Center.

Meskipun Swedia tidak menerapkan larangan jilbab di tingkat nasional, beberapa kota di seluruh negeri itu telah mengambil inisiatif sendiri untuk memaksakan kebijakan tersebut di wilayahnya. []

SUMBER: ABOUT ISLAM | SPUTNIK | STEPFEED


Leave a Reply