Penghujung Tahun 2018, Waspadai Fenomena Bencana Hidrometeorologi

5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri – Emas adalah salah satu jenis logam mulia yang telah lama dikenal sebagai simbol kekayaan dan salah satu jenis investasi untuk melindungi nilai kekayaan. Nilai emas cenderung meningkat dalam jangka panjang dan bisa memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan. Meskipun investasi emas relatif lebih aman, Anda tetap harus memperhatikan beberapa kondisi agar jangan sampai melakukan kesalahan saat berinvestasi. Hindari 5 kesalahan investasi emas yang bisa merugikan diri sendiri. 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri, 1. Tidak Memeriksa Kemurnian Emas investasi emas - investasi minim risiko Saat membeli emas dalam bentuk perhiasan, Anda pasti akan mendapatkan emas dengan campuran logam yang lainnya. Hal ini sangat berbeda dengan investasi emas dalam bentuk batangan, dimana Anda bisa mendapatkan emas murni tanpa adanya campuran yang lain. Kami menyarankan Anda untuk membeli emas murni dalam bentuk batangan jika memiliki tujuan berinvestasi. 2. Tidak Memiliki Tempat Penyimpanan yang Memadai simpan-emas-curi-pencuri-menabung Emas adalah logam mulia yang mudah dibawa dan dipindahkan. Hal inilah yang membuat emas lebih beresiko hilang dan dicuri oleh orang lain. Saat memutuskan untuk berinvestasi emas, maka penting untuk memiliki tempat penyimpanan khusus atau bisa menyewa tempat penyimpanan di bank atau pegadaian. 3. Tidak Membandingkan Harga Emas emas-untung-tukar-investasi Jangan terburu-buru saat akan membeli logam mulia. Sebelum melakukan pembelian emas batangan, tidak ada salahnya untuk membandingkan harga di beberapa tempat terpercaya agar bisa mendapatkan harga terbaik. Jangan sampai Anda merugi karena ada penjual yang menaikkan harga emas terlalu tinggi. Hal ini sangat penting dilakukan khususnya Anda yang tidak memantau pergerakan harga emas. 4. Tujuan Investasi yang Salah investasi emas Jangan membeli emas untuk dijadikan perhiasan agar terlihat menarik saat datang ke pesta. Jika Anda memiliki tujuan untuk mendapatkan imbal hasil di masa depan, maka sebaiknya membeli emas dalam bentuk batangan. Membeli emas batangan jauh lebih menguntungkan karena Anda tidak akan dibebankan dengan biaya pembuatan saat menjualnya kembali. Salah satu jenis emas batangan yang berkualitas adalah emas yang memiliki sertifikat Antam 99.99% yang banyak tersedia di pegadaian atau Butik Antam. Jangan lupa untuk menyimpan emas di atas 2 tahun agar bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik. Jika Anda membeli emas untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, maka emas bukanlah pilihan yang tepat. Sebaiknya pilih tempat investasi yang bisa memberikan imbal hasil optimal dalam jangka pendek, misalnya dengan mendanai di KoinWorks. Platform peer-to-peer lending yang membuat Anda sebagai pendana dapat menyalurkan dana Anda kepada UKM sebagai peminjam. Di KoinWorks, Anda bisa memulainya hanya dengan dana Rp 100.000 dan berpotensi mendapatkan imbal hasil di atas 21,32% per tahunnya. Anda juga tidak perlu khawatir karena karena adanya fasilitas dana proteksi yang nilainya sampai dengan 100% tergantung tingkat risiko yang dipilih. 5. Tidak Memantau Harga Emas bisnis-untung-harga-strategi harga - menaikkan harga produk - teknik psikologis harga produk Pergerakan harga emas memainkan peranan yang penting saat Anda akan menjual atau membeli emas. Oleh karena itu, Anda sebagai investor harus memastikan membeli emas saat harga rendah dan menjualnya saat harga telah meningkat. Cek Harga Emas Hari Ini: Sabtu, 11 Januari 2020 Jangan sampai menjual emas saat harganya di bawah harga beli karena itu bisa membuat Anda merugi. Itulah 5 hal yang penting untuk diperhatikan saat Anda akan berinvestasi emas. Emas termasuk dalam investasi jangka panjang, jadi pastikan Anda berinvestasi emas di atas 2 tahun atau lebih. Pastikan juga Anda memiliki tempat yang aman untuk menyimpan emas agar tidak mudah dicuri oleh orang. Semoga bermanfaat!

Secara statistik, bencana hidrometeorologi dari tahun ke tahun semakin meningkat!

Oleh karena itu masyarakat di himbau untuk lebih waspada terhadap fenomena bencana tersebut di penhujung tahun ini!

Dalam sepekan ini saja, beberapa wilayah di Indonesia telah mengalami dahsyatnya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mencatat 7 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi antara 7-12 November 2018 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, dan Tasikmalaya.

Secara statistik, bencana hidrometeorologi dari tahun ke tahun semakin meningkat, sepanjang tahun 2018 saja terdapat sebanyak 605 kejadian puting beliung, banjir 506 kejadian, dan longsor 319 kejadian.

Apa sebenarnya penyebabnya?

Pertama, dilansir dari kumparan.com, ada berbagai faktor yang perlu kita cermati, di antaranya yaitu:

IOD (Indian Ocean Dipole), ENSO (El Niño-Southern Oscillation), Monsun, dan suhu muka laut serta MJO (Madden Julian Oscillation). Semuanya memberikan dampak dalam pertumbuhan awan di wilayah Indonesia.

Monitoring IOD dengan indeksnya menunjukkan nilai 0.8, 0.5, dan 0.17 (normal) berturut-turut sejak September, Oktober, dan November 2018.

Secara umum lebih banyak uap air dari Indonesia yang keluar menuju Samudra Hindia. Kondisi ini diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun nanti.

Sementara itu, untuk periode yang sama, yaitu September-Oktober-November, ENSO dimonitor normal hingga lemah dengan indeks berkisar 0.3-0.95.

Artinya dominasi aliran udara keluar terjadi dari Indonesia ke Samudra Pasifik, meski demikian superposisi IOD dan ENSO dapat terjadi, terutama di Indonesia bagian barat.

Aktivitas Monsun meskipun tidak terlalu aktif tapi Monsun Asia cenderung akan menguat selama bulan November dan memberikan peluang pembentukan awan hujan terutama Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Sementara itu, sepanjang November 2018, Monsun Australia cenderung masih cukup kuat, sehingga menekan potensi pembentukan awan hujan di sekitar Jawa timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian selatan.

Kondisi suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia masih bernilai netral dengan anomali suhu berkisar antara -1.0 °C sampai dengan 1.0 °C.

Kondisi ini cukup memberikan peluang penguapan dan pertumbuhan awan di beberapa wilayah Indonesia, terutama Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Kedua, Indonesia merupakan satu di antara tiga negara dengan konveksi terbesar di dunia, tidak sulit untuk awan-awan konvektif (awan berpotensi hujan) tumbuh dan menjulang di Indonesia.

Bahkan sampai pada bentuk sempurnanya yaitu awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat tumbuh secara tunggal (single cell) ataupun berkelompok (multi cell) mencapai level tropopause (18 kilometer) dengan jangkauan 2-8 kilometer.

Apalagi pada musim-musim peralihan ke musim hujan (September-Oktober-November), potensi tumbuh Cb semakin menjadi-jadi.

Ada tiga produk yang dihasilkan oleh awan-awan Cb di antaranya:

  1. Hujan lebat sampai ekstrem
  2. Angin kencang
  3. Bahkan puting beliung serta petir.

Hasil pengamatan satelit Himawari memperlihatkan seringnya Cb multi cell dengan suhu puncak awan yang mencapai di bawah -70°C, sehingga rentan terhadap hujan ekstrem.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan hujan es karena kuatnya konveksi yang mendorong tetes-tetes air yang sangat dingin (super cooled water) pada lapisan tengah awan ke lapisan puncak awan sehingga membeku dan menjadi bongkahan es (hail) yang tidak sempat mencair ketika mencapai permukaan tanah.

Tidak sampai di situ, tumbukan antara partikel presipitasi (hail) dan partikel awan (tetes) akan menghasilkan pemisahan muatan positif dan negatif sehingga memicu terjadinya petir.

Sambaran petir awan ke tanah (Cloud to Ground, CG) dapat mencapai 10-20 sambaran/km2/tahun dengan puncak aktivitas antara pukul 15.00-16.00 WIB. Potensi energi panas yang dihasilkan oleh petir dapat mencapai 30.000 K sehingga perlu diwaspadai.

Bukan hanya itu, daerah pesisir utara Jawa dan selatan Jawa perlu diwaspadai potensi tinggi gelombang yang dapat mencapai 5-7 meter.

Analisis sifat hujan sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang September dan Oktober termasuk rendah hingga menengah (<300 milimeter), hanya beberapa wilayah di Sumatera bagian barat dan Kalimantan bagian barat yang memiliki sifat hujan tinggi (>300 milimeter).

Kondisi lahan yang kering dengan ketahanan yang rendah apabila mendadak menjadi jenuh akibat diguyur hujan secara terus-menerus akan berpotensi terjadinya longsor dan banjir, sehingga perlu diwaspadai terutama daerah-daerah dengan kemiringan yang curam.

Lantas, apa yang harus dilakukan dengan kondisi tersebut di atas?

Kewaspadaan secara individual, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, bahkan sampai pada tingkat satker perlu ditingkatkan.

Pengelolaan dan tata kota menjadi masalah terbesar apabila tidak segera ditangani.

Mitigasi bencana, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan pengurangan risiko bencana juga sangat diperlukan.

Perlu langkah jangka pendek dan jangka panjang dalam mensiasati kondisi cuaca maupun iklim tersebut.

Berkurangnya lahan hijau, pendangkalan sungai maupun aliran air sebagai daerah resapan atau penampungan menyebabkan air hujan dengan intensitas yang sedangpun (5-10 milimeter per jam) berisiko menjadi masalah besar karena berpotensi menjadi banjir bandang.

Daerah-daerah yang pernah mengalami banjir bandang perlu segera diperbaiki di samping melakukan identifikasi aliran-aliran sungai, waduk, selokan yang memiliki potensi kejenuhan air tinggi dengan mempertimbangkan kontur lahan di sekitarnya.

Sistem kebencanaan nasional berbasis informasi dan dampak perlu dipertimbangkan untuk langkah jangka panjang sehingga ke depan dapat lebih tanggap dan siap dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Demikian, semoga informaasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Sumber: wajibbaca.com

Leave a Reply