Mengenal Penyakit Kanker Nasofaring yang Diderita Ustadz Arifin Ilham, Tak Bisa Disepelekan

Ustaz Yusuf Mansur menjenguk Ustaz Arifin Ilham yang mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Cipton Mangunkusumo atau RSCM, Jakarta Pusat.

“Alhamdulillah, beliau dalam keadaan baik-baik saja. Insya Allah segera sehat kembali,” ujar Yusuf Mansur.

Dikutip dari wawancara dengan salah satu radio, Ustaz Yusuf Mansur kemudian mengungkap penyakit yang diderita oleh Ustaz Airifin Ilham yang ia sebut sebagai gurunya.

Menurut Ustaz Yusuf Mansur, Ustaz Airifin Ilham menderita penyakit kanker.

“Beliau kena cancer. Tapi insya Allah sudah bersih,” ujar Ustaz Yusuf Mansur.

Kanker yang menyerang Airifin Ilham di bagian hidung dan tenggorokan.

Kanker yang diderita Ustaz Yusuf Mansur ini disebut dengan kanker nasofaring (nasopharyngeal carsinoma). Ini adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit tenggorokan.

Seperti yang kita ketahui, Ustadz Arifin Ilham ini memiliki suara yang serak. Apakah suara seraknya jadi deteksi tanda-tanda kanker nasofaring?

Ustaz Yusuf Mansur juga memprediksi jika suara serak Ustaz Arifin Ilham ini dipengaruhi kondisi kesehatannya.

“Jadi cancer hidung dan di tenggorokan. Jadi kalau suara beliau seperti kita dengar selama ini, itu bisa jadi karena ada pengaruh penyakitnya,” ujar Ustaz Yusuf Mansur.

Menurut Yusuf Mansur, penyakit itu sudah diderita Arifin Ilham beberapa tahun.

Drop Setelah Olahraga
Saat Tribunnews mencoba mengkonfirmasi keadaan dari Ustaz Arifin, salah satu pihak keluarga menyampaikan penyebab dari Ustaz Arifin kembali masuk ke rumah sakit.

Setelah selesai menjalani kemoterapi beberapa waktu lalu, dengan kondisi bahan yang belum pulih ia langsung memaksakan untuk berolahraga.

“Setelah kemo kondisinya sempat menurun belum pulih kembali, nah Ustaz sudah berolahraga jadi kecapean,” ujar salah satu pihak keluarga yang berasal dari Banjarmasin yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada Tribunnews di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Tak hanya itu menurutnya faktor cuaca yang saat ini berubah-ubah juga turut membuat Ustaz Arifin Ilham menjadi gampang ngedrop.

Hal itu yang menyebabkan Ustaz Arifin harus kembali dirawat di Rumah Sakit. Kondisinya pun saat ini semakin membaik.

“Selain itu cuaca yang tidak bagus menyebabkan kondisi ustaz semakin menurun. Sekarang kondisinya sudah membaik, sudah bisa minum,” katanya.

Sejak pagi hari kemarin terlihat Ustaz Yusuf Mansur, Ustaz Solmed, Fadli Zon, Maruf Amin, Zulkifli Hasan, Anies Baswedan dan beberapa politisi lain yang datang menjenguk.

Kenali Penyakit Kanker Nasofaring
Kanker nasofaring merupakan kanker yang menyerang leher serta kepala dan banyak ditemukan di Indonesia.

Tumor itu bisa dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat dan mendeteksi penyakit itu secara dini.

”Bila didiagnosis secara dini, terapi akan lebih efektif. Pasien berpeluang sembuh atau mampu bertahan hidup,” kata dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Budianto Komari dikutip dari Kompas.com

Selama ini kasus karsinoma nasofaring atau tumor ganas pada nasofaring didominasi faktor ras mongoloid, yaitu penduduk China selatan, dengan angka kejadian 40-50 kasus per 100.000 penduduk, sementara di Eropa dan Amerika Utara kurang dari 1 kasus per 100.000 penduduk.

Di Indonesia, kanker nasofaring menempati peringkat pertama keganasan untuk THT, serta urutan keempat terbanyak di antara seluruh jenis keganasan.

Angka kejadian diperkirakan 4,7 kasus per 100.000 penduduk. Di RSCM tercatat rata-rata 100 kasus baru karsinoma nasofaring per tahun, di RS kanker Dharmais 70 kasus baru per tahun, dan di RS Hasan Sadikin Bandung 60 kasus baru per tahun.

”Angka kasus pada pria 2,18 kali lebih tinggi daripada perempuan,” ujarnya. Diagnosis secara dini sulit dilakukan karena tumor itu baru menampakkan gejala khas pada stadium lanjut.

Apalagi letak tumor itu tersembunyi, di belakang hidung dan pertengahan dasar tengkorak, sehingga sulit dilihat jika tidak diperiksa ahlinya.

”Gejala awalnya tidak khas, mirip penyakit lain,” kata Budianto.

Tumor ganas itu umumnya tumbuh dekat sekali dengan muara tuba eustachius (saluran yang terhubung dengan telinga) sehingga pembesaran sedikit pada tumor menyebabkan tersumbatnya saluran ini.

Pembesaran ini menimbulkan gejala, antara lain telinga berdenging dan gangguan pendengaran satu sisi telinga. Gejala lain adalah perdarahan ringan melalui hidung.

Pada stadium lanjut, ditandai pembesaran pada leher. Bila dideteksi pada stadium awal, angka ketahanan hidup 5 tahun mencapai 76 persen.
Bila pasien diterapi pada stadium tiga dan empat, angka ketahanan hidup 5 tahun 40 persen.

”Puskesmas dan unit pelayanan kesehatan lain perlu dilibatkan dalam deteksi dini kanker nasofaring,” kata Kepala Subbagian Humas RS Kanker Dharmais Bambang Purwanto.

Infeksi virus Penyebab kanker nasofaring adalah infeksi virus Epstein Barr. Namun, ada beberapa faktor lain, yaitu faktor lingkungan, seperti iritasi oleh bahan kimia, kebiasaan memasak dengan asap, dan kebiasaan mengonsumsi ikan maupun daging yang diawetkan dengan nitrosamine.

Lingkungan kerja yang terpapar gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida dan serbuk kayu berisiko terserang tumor ganas itu.

”Mereka yang sering terpapar dupa atau kemenyan dalam jangka panjang juga rentan,” ujarnya. Diagnosis karsinoma nasofaring ditegakkan dengan biopsi nasofaring.
Pemeriksaan penunjang, yaitu CT-Scan, untuk mendiagnosis tumor-tumor di daerah kepala dan leher sehingga tumor primer yang tersembunyi bisa ditemukan.

”Selain deteksi dini, terapkan pola hidup sehat dan menghindari faktor risiko,” kata Budianto.

Tanda-tanda kanker Nasofaring
Dilansir dari laman Mayo Clinic, kanker nasofaring ini memang banyak terjadi pada masyarakat Asia Tenggara.

Kanker ini sulit dideteksi sejak dini, tidak mudah diperiksa, dan gejala-gejala kanker karsinoma ini hampir menyerupai gejala-gejala lain yang lebih umum.

Namun, beberapa gejala yang biasa terjadi sebelumnya, yaitu:

  • Adanya benjolan di leher
  • Darah dalam air liur
  • Keluarnya darah dari hidung (mimisan)
  • Hidung tersumbat
  • Telinga berdenging sehingga menyebabkan gangguan pendengaran
  • Gatal bahkan sakit tenggorokan
  • Sakit kepala

Kanker ini bermula dari sel-sel yang melapisi nasofaring (tenggorokan), kemudian menyerang struktur di sekitarnya dan akhirnya menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Ada pun beberapa faktor penyebab timbulnya kanker nasofaring antara lain:

Jenis kelamin
Kanker nasofaring lebih sering terjadi pada pria daripada pada wanita.

Ras
Jenis kanker ini lebih sering menyerang orang-orang di beberapa negara seperti Asia Tenggara dan Afrika utara.

Usia
Kanker nasofaring dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada orang dewasa antara usia 30 dan 50 tahun.

Makanan mengandung garam
Jenis makanan yang mengandung garam, seperti ikan dan sayuran yang diawetkan, dapat memasuki rongga hidung. Hal ini dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.

Virus Epstein-Barr
Virus ini termasuk jenis virus yang langka. Munculnya virus Epstein-Barr biasanya ditandai dengan gejala ringan, seperti flu.

Keturunan
Memiliki anggota keluarga dengan kanker nasofaring meningkatkan risiko penyakit ini.

Alkohol dan rokok
Seseorang yang sering merokok dan mengonsumsi minuman keras dapat terkena risiko kanker nasofaring.

Akibat fatal dari kanker ini dapat menyerang sel lainnya seperti tulang belakang, dan otak.

Penyembuhan kanker ini adalah dengan melakukan pengurangan konsumsi makanan yang mengandung garam, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Pada kasus Ustaz Arifin Ilham, beliau mengaku sudah tidak menjalani kemo dan dinyatakan selesai pengobatannya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply