Kisah Mualaf Jamie Brown, Tinggalkan Hollywood Demi Mendalami Islam

5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri – Emas adalah salah satu jenis logam mulia yang telah lama dikenal sebagai simbol kekayaan dan salah satu jenis investasi untuk melindungi nilai kekayaan. Nilai emas cenderung meningkat dalam jangka panjang dan bisa memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan. Meskipun investasi emas relatif lebih aman, Anda tetap harus memperhatikan beberapa kondisi agar jangan sampai melakukan kesalahan saat berinvestasi. Hindari 5 kesalahan investasi emas yang bisa merugikan diri sendiri. 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri, 1. Tidak Memeriksa Kemurnian Emas investasi emas - investasi minim risiko Saat membeli emas dalam bentuk perhiasan, Anda pasti akan mendapatkan emas dengan campuran logam yang lainnya. Hal ini sangat berbeda dengan investasi emas dalam bentuk batangan, dimana Anda bisa mendapatkan emas murni tanpa adanya campuran yang lain. Kami menyarankan Anda untuk membeli emas murni dalam bentuk batangan jika memiliki tujuan berinvestasi. 2. Tidak Memiliki Tempat Penyimpanan yang Memadai simpan-emas-curi-pencuri-menabung Emas adalah logam mulia yang mudah dibawa dan dipindahkan. Hal inilah yang membuat emas lebih beresiko hilang dan dicuri oleh orang lain. Saat memutuskan untuk berinvestasi emas, maka penting untuk memiliki tempat penyimpanan khusus atau bisa menyewa tempat penyimpanan di bank atau pegadaian. 3. Tidak Membandingkan Harga Emas emas-untung-tukar-investasi Jangan terburu-buru saat akan membeli logam mulia. Sebelum melakukan pembelian emas batangan, tidak ada salahnya untuk membandingkan harga di beberapa tempat terpercaya agar bisa mendapatkan harga terbaik. Jangan sampai Anda merugi karena ada penjual yang menaikkan harga emas terlalu tinggi. Hal ini sangat penting dilakukan khususnya Anda yang tidak memantau pergerakan harga emas. 4. Tujuan Investasi yang Salah investasi emas Jangan membeli emas untuk dijadikan perhiasan agar terlihat menarik saat datang ke pesta. Jika Anda memiliki tujuan untuk mendapatkan imbal hasil di masa depan, maka sebaiknya membeli emas dalam bentuk batangan. Membeli emas batangan jauh lebih menguntungkan karena Anda tidak akan dibebankan dengan biaya pembuatan saat menjualnya kembali. Salah satu jenis emas batangan yang berkualitas adalah emas yang memiliki sertifikat Antam 99.99% yang banyak tersedia di pegadaian atau Butik Antam. Jangan lupa untuk menyimpan emas di atas 2 tahun agar bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik. Jika Anda membeli emas untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, maka emas bukanlah pilihan yang tepat. Sebaiknya pilih tempat investasi yang bisa memberikan imbal hasil optimal dalam jangka pendek, misalnya dengan mendanai di KoinWorks. Platform peer-to-peer lending yang membuat Anda sebagai pendana dapat menyalurkan dana Anda kepada UKM sebagai peminjam. Di KoinWorks, Anda bisa memulainya hanya dengan dana Rp 100.000 dan berpotensi mendapatkan imbal hasil di atas 21,32% per tahunnya. Anda juga tidak perlu khawatir karena karena adanya fasilitas dana proteksi yang nilainya sampai dengan 100% tergantung tingkat risiko yang dipilih. 5. Tidak Memantau Harga Emas bisnis-untung-harga-strategi harga - menaikkan harga produk - teknik psikologis harga produk Pergerakan harga emas memainkan peranan yang penting saat Anda akan menjual atau membeli emas. Oleh karena itu, Anda sebagai investor harus memastikan membeli emas saat harga rendah dan menjualnya saat harga telah meningkat. Cek Harga Emas Hari Ini: Sabtu, 11 Januari 2020 Jangan sampai menjual emas saat harganya di bawah harga beli karena itu bisa membuat Anda merugi. Itulah 5 hal yang penting untuk diperhatikan saat Anda akan berinvestasi emas. Emas termasuk dalam investasi jangka panjang, jadi pastikan Anda berinvestasi emas di atas 2 tahun atau lebih. Pastikan juga Anda memiliki tempat yang aman untuk menyimpan emas agar tidak mudah dicuri oleh orang. Semoga bermanfaat!

Hidup dalam tradisi Katolik begitu membekas dalam hati Jaime Brown, wanita asal Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat. Akhir pekan selalu menjadi hari yang dikhususkan untuk ibadah. Dia dan keluarga ketika itu pasti akan mendatangi gereja.

Ritual itu terus dijalaninya hingga dewasa. Keyakinannya terhadap ajaran tersebut memenuhi relung hati. Semakin hari semakin dewasa, Brown semakin antusias mendalami keimanannya.

Dia belajar di sekolah Katolik dan menjadi jemaat Majelis Pertama. Dia juga mengajar di sekolah akhir pekan ketika berusia 20 tahun. Beranjak 20 tahun usianya, dia berdiri di depan murid sekolah dasar setempat mengajarkan agama, mengajak puluhan generasi penerus untuk meyakini apa yang ada di hati Brown.

Setelah lulus SMA, dia menjadi penata rambut. Sekitar usia 29 tahun, Brown memutuskan untuk mencari peruntungan di negara lain. Dia pergi ke Hollywood dan bekerja di sana. Wanita muda itu tak kesulitan mendapat banyak pekerjaan sebagai tata rias dan rambut baik untuk video musik dan iklan.

Karena pekerjaannya, Brown banyak bergaul dengan artis. Gaya hidupnya berubah, menjadi glamor. Hobinya berpesta sepanjang malam. “Ketika itu saya merasa hidup ini penuh dengan kesenangan duniawi,” ujar dia.

Meski sering berpesta di malam hari, Brown masih membatasi dirinya dengan beribadah. Pemahaman keagamaan yang tertanam sejak kecil ternyata tetap menyinari pemikiran, membatasi dirinya agar tidak berlebihan. Gereja tetap menjadi tempat singgahnya di akhir pekan, waktu yang khusus dimanfaatkannya untuk berdoa.

Namun semakin dewasa semakin mendalami ajaran tersebut, dia justru semakin ragu dengan agamanya. Dia mengaku hanya meyakini agamanya sekitar 92 persen. Sisanya adalah keraguan yang terus-menerus merapuhkan keimanan yang dibangun nya sejak kecil.

Ketika bertanya mengenai logika doktrin tersebut, seorang pendeta hanya memerintahkannya untuk lebih banyak membaca Alkitab. “Saya selalu mencari sesuatu yang berdasarkan keimanan tetapi logis.Sebuah bukti bukan cerita manis. Saya juga tidak ingin misteri,” tutur dia menceritakan isi hatinya.

Keyakinannya berubah saat rekannya di TV Los Angeles memberikan Alquran. Setelah membaca kitab yang diturunkan kepada Rasulullah itu dia merasa lebih tenang. Wahyu di dalamnya lebih rasional daripada Alkitab. Menurut Brown, segala hal yang selama ini dia tanyakan, ternyata jawabannya ada dalam Alquran.

Setelah membaca Alquran, Brown mendatangi sebuah masjid untuk bertanya lebih dalam. Ketika itu dia berbusana ala California: mengenakan celana jins sobek dan kaos berkerah. Meski berpakaian demikian, jamaah masjid tetap menyambutnya.

Dia merasa senang setelah masuk ke dalam masjid. Imam masjid di sana sangat ramah dan memberikannya Alquran yang lebih tebal. Selama tinggal di Hollywood dia merasa kota itu tidak cocok untuk mendalami agama. Selama dua setengah tahun berada di sana dia merasa itu waktu yang sangat lama.

Selama tinggal di sana, gaya hidup membuatnya semakin bodoh. Kehidupan terasa tak bermakna. Hidup glamor penuh pesta bukan yang diharapkan. Ada makna yang jauh lebih dalam dari itu: makna batin yang jika dipenuhi akan mengha dirkan ketenangan: menghadirkan senyuman.

Brown memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan teman-temannya yang sekarang. Dia juga memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang selama ini dia tekuni.

Setelah berhenti bekerja, dia memutuskan untuk hijrah memeluk Islam. Dia ingin bersyahadat di sebuah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Saat itu juga Brown membeli tiket ke Maroko. Sebelum pergi dia menjual semua pakaian, tas, sepa tu dan perabotan rumahnya di garage sale Sunset Boulevard kemudian pindah ke Maroko. Tiba di sana, Brown langsung mengenakan jilbab.

Ketika itu, dia menjalani kehidupan sebagai imigran. Dia mulai menjelajah dan menetap sebagai wisatawan dan beribadah di rumah. Tak lama, dia bertekad untuk secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat. Masjid Hassan II di Casablanca menjadi tujuannya. Secara resmi di sana dia mengakui tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Meskipun tidak lancar berbahasa arab, dia harus mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bahasa tersebut. “Saya tidak ingin mengatakannya dengan salah. Saya bersuara kecil dan bergetar saat me ngucapkannya,”jelas dia.

Setelah menjadi mualaf, Brown berteman dengan keluarga sekitar Maroko. Dari keluarga itu, Brown banyak menimba ilmu dan pengalaman mengenai Islam. Kini mereka sering mengundang Brown untuk tinggal bersama ketika Ramadhan.

Setelah beberapa tahun bersama mereka, akhirnya Brown menikah dengan seorang laki-laki dari keluarga tersebut.Buah cinta mereka adalah dua orang anak yang lucu. Setelah lima tahun di Maroko me reka memutuskan untuk kembali ke Kenosha pada September 2015. Dia tak ragu untuk kembali ke kampung halamannya.

REPUBLIKA

Leave a Reply